23 Persen Instruktur Nasional Tidak Lulus

implementasi kurikulum 2013JAKARTA – Sebanyak 23% dari 542 instruktur nasional yang telah dilatih oleh narasumber nasional, tidak diperkenankan untuk melatih guru inti. Mereka dinyatakan tidak lulus tes pascapelatihan implementasi kurikulum 2013.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh menjelaskan, pada setiap jenjang pelatihan pihaknya melakukan dua tes, yakni pre test dan post test. Nilai rata-rata instruktur nasional pada saat pre test 53. Setelah pelatihan nilai rerata naik menjadi 63,9.

Bagi mereka yang nilai tesnya tidak mencapai nilai rata-rata, tidak diperkenankan memberikan pelatihan kepada guru inti, karena dinilai belum memadai dan memahami kurikulum 2013 secara utuh. “Tidak semua instruktur nasional yang dilatih memiliki paspor untuk melatih dan mengajar guru inti. Nilai 63,9 itu kita tetapkan sebagai syarat bagi instruktur nasional untuk memiliki hak dan kewajiban melatih guru inti,” ungkap Nuh di Gedung Kemdikbud, kemarin.

Meningkat

Terdapat 23% atau sekitar 124 guru yang tidak memenuhi syarat tersebut. Dari data yang ada, rasionalitas atau pemahaman instruktur nasional terhadap perubahan kurikulum meningkat signifikan. Rata-rata nilai sebelum pelatihan adalah 49,22, naik menjadi 71,19 setelah mengikuti pelatihan. Untuk analisis materi ajar mengalami sedikit peningkatan, dari 55,91 menjadi 62,09, sedangkan khusus materi rancangan pembelajaran dan praktik, dari 53,94 menjadi 59,08.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidik (BPSDMP2MP) Kemendikbud Syawal Gultom mengamini pernyatan Mendikbud. Sebanyak 23% instruktur nasional yang dinyatakan tidak lulus, tidak diperbolehkan untuk memberikan materi atau melatih guru inti. Menurut jadwal yang dibuat tim implementasi kurikulum 2013, pelatihan guru inti rampung Senin (8/7), yang akan dilanjutkan pelatihan guru sasaran yang materinya diberikan oleh para guru inti. Adapun pelatihan guru sasaran dan kelas akan dilaksanakan pada 9-13 Juli.

790