5 Kecerdasan Menurut Daniel Goleman

Kecerdasan Emosi atau Emotional Intelligence atau lebih dikenal dengan EQ (Emotional Quotient) merupakan sebuah terobosan baru tentang kecerdasan manusia. EQ ini menjadi pembanding dari keperkasaan IQ yang telah bertahan lama, dimana kesuksesan orang ditentukan oleh tingginya IQ yang dimiliki seseorang.

Dua macam kecerdasan ini ( EQ dan IQ )berbeda dalam sistem kerja otak manusia. Kecerdasan intelektual  (IQ) terutama didasarkan pada kerja neokorteks, lapisan yang dalam evolusi berkembang paling akhir di bagian atas otak. Sedangkan pusat-pusat emosi berada di bagian otak yang lebih dalam, dalam subkorteks yang secara evolusi lebih kuno; kecerdasan emosi (EQ) dipengaruhi oleh kerja pusat-pusat emosi ini, tetapi dalam keselarasan dengan kerja pusat-pusat intelektual.

Perbedaan nyata antara kemampuan intelektual (IQ) dan emosi (EQ) diungkapkan oleh Howard Gardner, psikolog Harvard, pada tahun 1983, memperkenalkan kecerdasan majemuk (multiple intelligence). Daftar tujuh macam kecerdasan yang dibuatnya tidak hanya meliputi kemampuan verbal dan matematika, tetai juga kemmapuan yang bersifat pribadi; kemampuan mengenal dunia dalam diri sendiri dan keterampilan sosial.

Daniel Goleman mempopulerkan penemuan EQ dengan memperkenalkan lima dasar kecakapan emosi dan social, yaitu:


1. Kesadaran Diri

Kesadaran diri adalah mengetahui apa yang dirasakan pada suatu saat, dan menggunakanya untuk memandu pengambilan keputusan diri sendiri; memiliki tolak ukur yang realitas atas kemampuan diri dan kepercayaan diri yang kuat.


2. Pengaturan Diri

Pengaturan Diri adalah menangani emosi sedemikian sehingga berdampak positif kepada pelaksanaan tugas; peka erhadap kata hati dan sanggup mennda kenikmatan sebelum tercapainya suatu sasaran; mampu pulih kembali dari tekanan emosi.


3. Motivasi

Motivasi adalah menggunakan hasrat yang paling dalam untuk menggerakan dan menuntun menuju sasaran, membantu mengambil inisiatif dan bertindak sangat efektif, dan untuk bertahan menghadapi kegagalan dan frustasi.


4. Empati

Empati adalah merasakan yang dirasakan oleh orang lain, mampu memahami perpektif mereka, menumbuhkan hubungan saling percaya dan menyelaraskan diri dengan bermacam-macam orang.


5. Keterampilan Sosial

Keterampilan Sosial adalah menangani emosi dengan baik ketika berhubungan dengan orang lain dan dengan cermat membaca situasi dan jaringan social; berineraksi dengan lancer; menggunakan keterampilan-keterampilan ini untuk mempengaruhi dan memimpin, berrmusyawarah dan menyelesaikan perselisihan, dan untuk bekerja sama dan bekerja dalam tim.

2129

Comments are closed.