Rapat Kerja III PD IGRA Jakarta Selatan

Akreditasi dan Kualifikasi Guru sebagai Tantangan Raudlatul Athfal

Sebagai Organisasi Profesi, Pimpinan Daerah (PD) Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Jakarta Selatan mengadakan rapat kerja (raker) tahunan yang bertempat di Hotel Maharaja. Peserta Raker merupakan pengurus PD IGRA Jakarta Selatan, dan 10 perwakilan  pengurus cabang IGRA seluruh Jakarta Selatan.

Mengapa rapat kerja itu penting bagi sebuah organisasi? ada empat alasan pentingnya Raudhatul Athfal mengadakan rapat kerja tahunan, yaitu:

1. Menilai Program

Rapat kerja tahun menjadi sarana untuk mengukur dan menilai pelaksanaan dan hasil dari program yang telah ditetapkan di tahun sebelumnya. Setiap bagian kepengurusan PD IGRA dapat melaporakan hasil pelaksanaan program bagiannya secara formal. Selain itu Raker merupakan kesempatan menganalisis program mana saja yang menjadi keunggulan serta kegagalan dan alasannya. Jika raker dilaksanakan dengan objektif dan aktif, maka akan menghasilkan program yang baik di masa depan.

2. Mengingatkan Visi.

Setiap organaisi pasti memiliki visi. Menurut KBBI, Visi adalah pandangan atau wawasan ke depan. IGRA sebagai oraganisasi profesi dibentuk pasti memiliki alasan dan tujuan. Alasan dan tujuan tersebut dituangkan dalam bentuk visi. Raker menjadi waktu yang tepat untuk mengingatkan kembali visi IGRA Jakarta Selatan kepada semua pengurus dan perwakilan cabang IGRA Jakarta Selatan. Sehingga program-program yang akan disusun merupakan program yang dapat mewujudkan visi.

3. Menentukan tujuan dan target.

Menurut KBBI, Tujuan adalah arah, maksud. Artinya tujuan adalah arah yang diinginkan dalam mencapai sesuatu yang diharapkan organisasi, biasanya penerapanya dalam bentuk narasi bukan nilai akhir. Sedangkan target adalah sasaran (batas ketentuan dan sebagainya) yang telah ditetapkan untuk dicapai. Jika tujuan dan target sudah ditetapkan di raker, maka semua pengurus IGRA harus berkomitmen untuk melaksanakannya.

4. Peta perjalan

Raker menjadi forum menciptakan dan menyusun rencana-rencana detail untuk meraih target. Rencana tersebut berfungsi sebagai komitmen dan peta perjalanan. Peta perjalan tersebut dihasilkan oleh hasil pemikiran semua peserta raker. Peta perjalanan menjadi hasil akhir dari raker tahunan IGRA yang akan menentukan arah organisasi IGRA Jakarta Selatan setahun kedepan.

Pada pengarahan sebelum raker PD IGRA Jakarta Selatan, ada beberapa tantangan yang dapat menjadi pertimbangan bagi Peserta Raker dalam menyusun program

1. Akreditasi Raudhatul Athal (RA)

Akreditasi adalah kegiatan penilaian kelayakan program dalam satuan pendidikan berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan (UU Sisdiknas No. 20 Tahun 2003 Pasal 1 ayat 22). Pasal 60 Ayat 1, Akreditasi dilakukan untuk menentukan kelayakan program dan satuan pendidikan pada jalur pendidikan formal dan non formal pada setiap jenjang dan jenis pendidikan.

Raudhatul Athfal, yang selanjutnya disingkat RA, adalah salah satu bentuk satuan pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal yang menyelenggarakan program pendidikan dengan kekhasan agama Islam bagi anak berusia 4 (empat) tahun sampai dengan 6 (enam) tahun. (PP 17 tahun 2010, Pasal 1 ayat 5)

Jadi Akreditasi RA adalah kegiatan penilaian pelayakan dan penjaminan mutu RA. Badan yang melaksanakan akreditasi RA adalah BAN PAUD dan PNF sesuai PP No.13 Tahun 2015 Tentang Perubahan Kedua Atas PP No.19 Tahun 2005 tentang SNP, pasal 1 ayat 32)

Dengan tuntutan diatas, Setiap RA diharapkan mempersiapkan diri untuk mengikuti akrditasi yang telah ditetapkan sesuai peraturan yang berlaku. Peran PD IGRA menjadi penting untuk membantu para guru-guru RA agar siap menghadapi Akreditasi.

2. Kualifikasi Guru

Kualifikasi Guru yang sudah pasti adalah kualifkasi akademik. Dimana semua guru memiliki kualifiasi akadmeik pendididkan minimun S1. Kualifikasi tersebut sudah ditetapkan di permendikbud no. 16 tahun 2007. Berarti Guru-guru yang belum memenuhi kulaifkasi akademik memiliki waktu hampir 12 tahun untuk memenuhinya.

Isu yang paling populer sekarang ini adalah linier antara tiga unsur yaitu ijazah S1, Sertifikat Profesi, dan Tugas mengajar. Ketiga unsur tersebut harus sama satu jalur. Artinya jika guru RA dituntut memiliki Ijazah bidang pendidikananak usia dini atau psikologi yang diperoleh dariprogram studi yang terakreditasi, Sertikat Profesi Guru RA, dan memiliki tugas mengajar di RA.

Oleh karena itu, Semua guru harus mempersiapkan diri, dan sedikit meluangkan waktu dan biaya untuk memenuhi ketiga unsur tersebut agar linear. Peran PD IGRA adalah memfasiltiasi para guru RA yang belum memiliki kualifkasi akademik pendidikan yang linear dengan sertifikat profesinya.

3. Tuntutan mampu membaca.

Ada kontradiksi antara teori pendidikan dengan tuntutan masyarakat. Dimana Raudhatul Athfal (RA) termasuk pendidikan usia dini yang tugasnya adalah untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan

jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. (PP 17 tahun 2010, Pasal 1 Ayat 3). Pertumbuhan anak merupakan pertambahan berat dan tinggi badan yang mencerminkan kondisi kesehatan dan gizi (Permendikbud No. 137 Tahun 2014 pasal 7 ayat 2).

Sedangkan Perkembangan anak merupakan integrasi dari perkembangan aspek nilai agama dan moral, fisik-motorik, kognitif, bahasa, dan sosial-emosional, serta seni. Dan Perkembangan merupakan perubahan perilaku yang berkesinambungan dan terintegrasi dari faktor genetik dan lingkungan serta meningkat secara individual baik kuantitatif maupun kualitatif. (Permendikbud No. 137 Tahun 2014 pasal 7 ayat 3 dan ayat 4)

Di sisi lain, Orang tua mengharapkan anak-anak Raudhatul Athfal bisa membaca. Alasan mereka karena Sekolah Dasar (SD) mengutamakan kemampuan membaca sebagai syarat penerimaan siswa baru kelas 1.

Kontradiksi tersebut mengakibatkan Semua Raudhatul Athfal mengutamakan pengajaran membaca. Dan menghasilkan sebuah anggapan bahwa Raudhatul Athfal (RA) yang bagus adalah RA yang mampu mendidik anak mampu membaca.

Oleh karena itu, PD Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kota Jakarta selatan perlu mengadakan program parenting yang ditujukan kepada para orang tua agar memahami tahapan pendidikan anak usia dini. Dan menginformasikan bahwa Sekolah Dasar atau Madrasah Ibtidaiyah tidak boleh menentukan kemampuan membaca menjadi syarat penerimaan peserta didik baru.

Dengan memperhatikan ketiga tantangan di atas, diharapakan raker Pengurus Daerah IGRA Kota Jakarta Selatan mampu melahirkan program-program yang dapat merealisasikan tema raker tahun ini yaitu Madrasah Hebat dan Bermartabat. Hebat berarti Raudhatul Athfal bisa menunjukan keunggulannya dibandingkan lembaga pendidikan yang lain. Bermartabat berarti memiliki martabat atau memiliki harga diri.

38

Yunandra

Yunandra adalah Pengawas Madrasah/Konsultan/Praktisi Pendidikan Islam yang ingin berbagi dan memberi untuk hidup lebih baik. Kata yunandra merupakan dua nama digabung dengan kata “and”. Harapannya segala kebaikan yang dilakukan menjadi Amal Jariah berdua.