Pelatihan Manajemen Kepala RA di IGRA Kebayoran Lama

Beban Kerja Kepala RA Menurut Permendikbud 15 tahun 2018

Optimalisasi pelaksanaan pertemuan bulanan kepala RA menjadi sesuatu yang penting. Terutama dalam melaksanakan beban kerja kepala raudlatul Athfal sesuai dengan peraturan yang berlaku yaitu Permendikbud No. 15 tahun 2018 tentang beban kerja guru, kepala sekolah dan pengawas sekolah.

Pada pertemuan kepala-kepala RA se kecamatan Kebayoran Lama, Senin, 11 Februari 2019, menjadi kesempatan untuk menjelaskan tentang Permendikbud 15 tahun 2018, agar para kepala Raudhatul Athfal mengetahui dan memahami beban kerjanya. Pada kesempatan yang sama, diadakan juga pelatihan pembuatan alat peraga bagi guru-guru Raudlatul Athfal se kecamatan Kebayoran Lama.

Artikel Lain

A. Beban Kerja Kepala berdasarkan Permendikbud No. 15 Tahun 2018

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 15 tahun 2018 pada lampirannya, beban kerja kepala madrasah/sekolah dijelaskan menurut 3 kompetensi yaitu

1. Kompetensi Manajerial

Pada Dimensi Kompetensi Manajerial, Kepala sekolah/madrasah memiliki 5 kegiatan yaitu Merencanakan Program Sekolah; Mengelola 8 Standar Nasional Pendidikan, Melaksanakan Pengawasan dan Evaluasi, Melaksanakan kepemimpinan sekolah, dan Mengelola Sistem Informasi Manajemen Sekolah.

Laporan berupa tagihan yang harus disiapkan oleh Kepala sekolah/madrasah setelah melaksanakan kelima beban tersebut berjumlah 5 tagihan yaitu

  1. Program Sekolah;
  2. Laporan Pelaksanaan Pengelolaan SNP;
  3. Laporan Hasil Pengawasan dan Evaluasi;
  4. Laporan Kepemimpinan Sekolah;
  5. Laporan Pengelolaan Sistem Informasi Manajemen Sekolah.

2. Kompetensi Pengembangan Kewirausahaan

Beban kerja kepala sekolah/madrasah pada kompetensi kewirausahaan berjumlah 3 kegiatan yaitu merencanakan, melaksanakan, dan melaksanakan evaluasi program pengembangan kewirausahaan. Program pengembangan kewirausahaan terdiri dari 4 program yaitu

  1. Program Pengembangan Jiwa Kewirausahaan (inovasi, kerja keras, pantang menyerah, dan motivasi untuk sukses).
  2. Melaksanakan program pengembangan jiwa kewirausahaan.
  3. Melaksanakan pengembangan program unit produksi.
  4. Melaksanakan program pemagangan.

Laporan yang perlu disiapkan oleh Kepala sekolah/madrasah setelah melaksanakan beban kerja kompetensi kewirausahaan berjumlah 3 tagihan yaitu:

  1. Rencana Program Pengembangan Kewirausahaan;
  2. Laporan Pelaksanaan Program Pengembangan Kewirausahaan
  3. Laporan Evaluasi Program Pengembangan Kewirausahaan.

3. Kompetensi Supervisi

Beban kerja kepala RA pada kompetensi Supervisi berjumlah 6 kegiatan yaitu Merencanakan program supervisi guru dan tenaga kependidikan; Melaksanakan supervisi guru, Melaksanakan supervisi terhadap tenaga kependidikan; Menindaklanjuti hasil supervisi terhadap Guru dalam rangka peningkatan profesionalisme Guru; Melaksanakan Evaluasi Supervisi Guru dan Tenaga Kependidikan; dan merencanakan dan menindaklanjuti hasil evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas supervisi kepada Guru dan tenaga kependidikan.

Setelah melaksanakan 6 kegiatan tersebut, Kepala sekolah/madrasah harus menyiapkan  4 tagihan yaitu

  1. Program Supervisi Guru dan Tenaga Kependidikan;
  2. Laporan Pelaksanaan dan Hasil Supervisi Guru;
  3. Laporan Pelaksanaan dan Hasil Supervisi Tenaga Kependidikan;
  4. Laporan Evaluasi Pelaksanaan dan Hasil Supervisi Tenaga Kependidikan.

Secara keseluruhan Beban kerja kepala RA berjumlah  14 kegiatan dengan 12 tagihan. Walaupun perlu disesuaikan dengan jenjang pendidikan Raudhatul Athfal. Bagaimana cara melaksanakan semua tugas dan menyusun semua tagihan? Salah satu sarana yang bisa dimaksimalkan adalah kelompok kerja kepala RA.

B. Rapat rutin Kelompok Kerja Kepala RA

Biasanya, Para Kepala RA mengadakan pertemuan bulanan secara rutin. Perlu direncanakan secara maksimal agar pertemuan tersebut lebih optimal dalam rangka meningkatkan kompetensi kepala, profesionalisme guru, dan akhirnya berpengaruh terhadap peningkatan  mutu di Raudhatul Athfal.

Selain berbagi informasi tebaru, ada dua hal yang bisa dilakukan oleh Kepala RA di pertemuan bulan, yaitu:

1. Penyelesaian Bersama Tugas kepala RA.

Pertemuan bulanan menjadi sarana untuk bertukar pikiran dan diskusi untuk menyelesaikan tugas dan beban kepala RA. Jika dilaksanakan sendiri akan terasa berat, tapi jika dikerjakan bersama dan bertahap di pertemuan rutin, maka tugas yang berat akan menjadi ringan.

2. Evaluasi setiap program IGRA

Pertemuan rutin menjadi sarana evaluasi kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh IGRA kecamatan selama satu bulan. Misalnya pelatihan pembuatan alat peraga yang dilakukan pertemuan ini, dapat dievaluasi di pertemuan bulan depan. Setiap kepala RA memonitori penerapan tindaklanjut dari pelatihan tersebut. Diakhir bulan, Kepala RA mengevaluasi hasil penerapannya dan membawanya di pertemuan rutin bulanan kepala RA.

Hasil evaluasi bersama di pertemuan tersebut menjadi bahan perbaikan atau tindak lanjut. Jika hasilnya sangat efektif, maka perlu dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan alat peraga yg lain. jika tidak maka perlu dianalisa apa penyebabnya dan bagaimana memperbaikinya.

Cara evaluasi yang paling mudah adalah melihat 5 unsur yaitu kompetensi guru, ketersedian media pembelajaran, kesesuai materi pelatihan dengan kondisi kelas, penerapan metode pengajaran, dan kesiapan angggaran.

14

Yunandra

Yunandra adalah Pengawas Madrasah/Konsultan/Praktisi Pendidikan Islam yang ingin berbagi dan memberi untuk hidup lebih baik. Kata yunandra merupakan dua nama digabung dengan kata “and”. Harapannya segala kebaikan yang dilakukan menjadi Amal Jariah berdua.