Donggala Kota Pelabuhan Yang Hilang

yunandra-tanjung-karang-donggala-paluDonggala, Kota Pelabuhan Yang Hilang

Pelabuhan Donggala merupakan Kota Pelabuhan pada Zaman Belanda. Sekarang, Donggala merupakan sebuah Kabupaten di Sulawesi Tengah yang berada dalam kawasan bukit bale dan lapaloang yang memanjang ke arah selatan yang sepanjang jalan dikelilingi dengan pesona pantai Teluk Palu. Ibukotanya. Donggala. Batas Utara adalah Kabupaten Toli-tol. Batas Selatan adalah Provinsi Sulawesi Barat. Batas Barat adalah selat Makassar dan batas Timur adalah  Kab. Parimo. Donggala memiliki luas  Wilayah sekitar 4.275,08 Km2 dengan jumlah Penduduk 305.100 Jiwa.

Perjalanan dari Kota Palu, ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah perjalanan menuju Donggala bisa ditempuh tidak lebih dari satu jam. Jaraknya hanya 40 kilometer.

A. Sejarah Donggala

Sebelum ditaklukkan oleh Pemerintah Belanda pada tahun 1904 wilayah Kabupaten Donggala adalah wilayah Pemerintah raja-raja yang berdiri sendiri-sendiri yaitu :

  • Kerajaan Palu
  • Kerajaan Sigi Dolo
  • Kerajaan Kulawi
  • Kerajaan Biromaru
  • Kerajaan Banawa
  • Kerajaan Tawaili
  • Kerajaan Parigi
  • Kerajaan Moutong

Dalam perkembangan selanjutnya daerah ini yang merupakan bagian dari wilayah Sulawesi Tengah dijadikan afdeling Donggala yang meliputi :

  1. Onder afdeling Palu terdiri dari: landschap Kulawi di Kulawi, landschap Sigi Dolo di Biromaru, dan landschap Palu di Palu.
  2. Onder afdeling Parigi terdiri dari: landschap Parigi di Parigi dan landschap Moutong di Moutong.
  3. Onder afdeling Donggala terdiri dari: landschap Banawa di Donggala dan landschap Tawaili di Tawaili.
  4. Onder afdeling Toli-toli.

 

B. Pemekaran Kabupaten Donggala

Kota tua ini pernah menjadi pusat pemerintahan kolonial Belanda pada abad ke-18. Oleh Belanda pelabuhan ini dijadikan sebagai pelabuhan niaga dan penumpang. Kabupaten Donggala merupakan daerah yang mengalami pemekaran berulagn kali. proses pemekarannya diawali dengan

1. Sulawesi Tengah terbagi menjadi dua kabupaten yaitu Donggala dan Poso  ( PP 33 tahun 1952 )

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 33 tahun 1952, terhitung mulai tanggal 12 Agustus 1952, daerah Sulawesi Tengah terbagi menjadi 2 kabupaten yaitu :

  • Kabupaten Donggala, wilayahnya meliputi bekas onder afdeling Palu, Donggala, Parigi dan Toli-toli
  • Kabupaten Poso, wilayahnya meliputi bekas onder afdeling Poso, Bungku/Mori dan Luwuk

Tanggal 12 Agustus ditetapkan sebagai tahun lahirnya Kabupaten Donggala yang diperingati setiap tahun, dengan PP No. 33 tahun 1952, juga disertai dengan pembentukan lembaga pemerintahan daerah serta badan-badan perlengkapan lainnya.

2. Pemekaran Donggla dan Toli-toli ( UU 29 Tahun 1953 )

Selanjutnya berdasarkan UU no. 29 tahun 1953 tentang pembentukan daerah tkt. II di Sulawesi Tengah, sekaligus merupakan pemekaran pertama dimana daerah Kabupaten Donggala dibagi menjadi dua kabupaten daerah tkt. II yaitu :

  • Kabupaten Daerah tkt. II Donggala
  • Kabupaten Daerah tkt. II Toli-toli

3. Pemekaran Donggala dan Palu ( UU 4 tahun 1994)

Berdasarkan Peraturan Pemerintah no. 71 tahun 1999, ibukota Kabupaten Donggala resmi dipindahkan dari Kota Palu, dikembalikan ke Kota Donggala sendiri yang berjarak 34 km dari Kota Palu.

Sejak berdirinya Kabupaten Donggala, setidaknya sampai dengan tahun 1999, Kabupaten Donggala menjadikan Kota Palu sebagai ibukota kabupaten yang nota bene juga adalah ibukota Provinsi Sulawesi Tengah. Bahkan sejak tahun 1978 ketika Palu dikukuhkan menjadi kota administratif (cikal bakal kota madya/pemekaran kedua) maka Kota Palu saat itu harus menyandang 3 fungsi yaitu :

  1. Sebagai Kota Administratif Palu
  2. Sebagai ibu kota Kabupaten Donggala, dan
  3. Sebagai ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah

4. Pemekaran Donggala dan Parigi Montong ( UU 10 tahun 2002)

Pada tahun 2002 kembali terjadi pemekaran di Kabupaten Donggala, sesuai UU no. 10 thn 2002 tentang pembentukan Kabupaten Parigi Moutong, dengan memboyong 6 dari 18 kecamatan di Kabupaten Donggala saat itu.
Dalam perkembangan selanjutnya terjadi pula pemekaran kecamatan di Kabupaten Donggala, dari 12 kecamatan sepeninggal Kabupaten Parigi Moutong, menjadi 21 kecamatan sampai saat itu (2002).

5. Pemekaran Donggala dan Sigi (UU 27 tahun 2008)

Pada tahun 2008, Pemekaran Kabupaten Donggala  dengan berdiri Kabupaten Sigi. Kabupaten Sigi berada di sebelah Selatan Kabupaten Donggala. Pemekaran ini berdasarkan Undang-undang No. 27 Tahun 2008

 

C. Potensi Kabupaten Donggala

Dulu Donggala dikenal sebagai kota pelabuhan dan perdangangan, laulintas barang dan jasa hanya bisa berlangsung melalui pelabuhan Donggala di kecamatan Banawa, dari waktu ke waktu kegiatan ekonomi terutama perdagangan dan pemerintahan kenyataannya lebih tersedot di Kota Palu, bekas ibukota kabupaten yang kini masih berstatus ibu kota Provinsi, walaupun masih berfungsi pelabuhan barang, Pelabuhan Donggala kalah ramai dibanding Pelabuhan Pantolan di Palu. Di sektor pertambangan Kabupaten Donggala ini mempunyai potensi bahan tambang berupa emas, sirtu, kerikil alam, batu pecah, pasir alam, batu pondasi, dengan sirtu sendiri boleh dibilang terdapat hampir disemua kecamatan terutama di wilayah Pantai Barat.

 

D. Wisata di Donggala

1. Tanjung Karang

Tanjung karang terletak di ujung teluk Palu. Tanjung karang menyediakan air laut yang tenang, sehingga cocok untuk olah raga Daving dan snorkeling. Di Tanjung Karang, terhampar pasir putih dan Para penyelam dalam menikmati gugusan karang dan keragaman bawah laut. Para penyelam dapat

2. Kain Tenun Donggala

Tenun Donggala  atau buya sabe yang menggunakan benang sutra. Lokasi pembuatan Buya sabe di Desa Towale Kec. Banawa, Ibukota Kabupaten Donggala. Di Desa Towale, dapat menyaksikan proses pembuatan tenun atau Buya sabe dan bisa langsung beli

3. Kaledo ( kaki Lembu Donggala

Kaledo adalah makanan khas Sulawesi Tengah. Soto Kaki Lembu Donggala seperti soto konro atau soto babat. Khas makan soto kaledo berbeda dengan makan soto yang lain. Cara makan  Soto Kaledo ditemani dengan Singkong.

 

Sumber  :

      1. http://www.kemendagri.go.id
      2. http://www.palu.bpk.go.id

 

157