Empat Komponen Kurikulum

 

2. Isi atau Materi

Komponen isi atau materi pembelajaran merupakan materi yang direncanakan untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan (Nasution, 1989). Isi atau materi yang dimaksud adalah mata pelajaran.

Peraturan Pemerintah no 19 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan pasal 6 menjelaskan bahwa Mata pelajaran itu terbagi menjadi kelompok mata pelajaran yang terdiri dari Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian, Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi, Kelompok mata pelajaran estetika, dan kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan.

Pada Pendidikan madrasah yang dibawah binaan Kementerian Agama, Pendidikan agama dibagi dan ditambah menjadi 5 mata pelajaran yaitu Al-Qur’an hadits, fikih, aqidah akhlak, fikih dan bahasa Arab.

 

3. Proses Pembelajaran

Proses Pembelajar adalah komponen kurikulum ini memiliki peranan penting dalam pendidikan. Mutu proses pembelajar ditentukan oleh kompetensi pendidik (Tafsir, 2010), yaitu kompetensi pendidik dalam menguasai dan mengaplikasikan teori-teori psikologi, metode mengajar, dan penggunaan alat pengajaran.

Proses pembelajaran dalam pembahasannya sering terbagi menjadi dua yaitu strategi pembelajaran dan media pembelajaran (Sukmadinata, 2009). Strategi pembalajaran adalah ca ra yang dimiliki oleh pendidik dalam proses belajar mengajar. Strategi yang digunakan dalam mengajar, antara lain reception/exposition learning atau discovery learning, rote learning atau meaningful learning, dan group learning atau individual learning (Sukmadinata, 2009).

Media pembelajaran adalah segala macam bentuk rangsangan dan alat yang disediakan pendidik untuk mendorong peserta didik belajar. Fungsinya sebagai alat bantu untuk memudahkan dalam menyampaikan  isi atau materi kurikulum agar dapat dipahami dengan mudah oleh peserta didik. Kemampuan pendidik memilih media yang tetap dapat menentukan kelancaran proses proses pembelajaran.

Media pembelajaran terbagi menjadi lima kelompok, yaitu interaktif insani, realita, pictorial, simbol tertulis, dan rekaman suara (Sukmadinata, 2009). Pada perkembanganya, keberadaan alat-alat teknologi dan komunikasi seperti internet, dan smartphone sering menggantikan peran pendidik. Oleh karena itu, perkembangan tersebut perlu diantisipasi dengan bijak oleh pakar pendidikan, sehingga dapat membahasa tugas-tugas apa saja yang dapat digantikan oleh mesin (Tafsir, 2010).

 

4. Penilaian atau Evaluasi

Evaluasi atau penilaian ditujukan untuk menilai pencapaian tujuan-tujuan yang telah ditetapkan dan menilai proses pelaksanaan pembelajaran  secara total. Evaluasi ini terbagi menjadi evaluasi hasil belajar mengajar yaitu menilai keberhasilan penguasaan peserta didik atau tujuan-tujuan khusus yang telah ditentukan, dan evaluasi pelaksanaan mengajar yaitu menilai keseluruhan pelaksanaan pengajaran, yang meliputi evaluasi komponen tujuan mengajar, bahan mengajar, strategi dan media pengajaran, serta komponen evaluasi mengajar sendiri (Sukmadinata, 2009).

8813

Yunandra

Yunandra adalah Identitas seorang Pengawas Madrasah/Konsultan/Praktisi Pendidikan Islam yang memiliki keinginan berbagi dan memberi untuk hidup lebih baik. Adapun kata yunandra berasal dari dua nama yang digabungkan dengan kata “and”. Harapannya adalah Segala kebaikan yang dilakukan menjadi Amal Jariah bagi pasangan juga. Salam Sharing and Giving

Leave a Reply