Etika Profentik Dalam Pendidikan Islam

Pendidikan Islam memiliki misi membentuk karakter generasi di masa depan. karakter yang ditanamkan sesuai dengan contoh yang telah dituliskan dalam al Quran dan telah diwujudkan dalam kehidupan Nabi Muhammad SAW. Maka muncul istilah etika Profentik. Pengertian etika profentik dan etika profentik Pendidikan Islam.

Profetik adalah kata yang berasal dari prophet atau kenabian. Istilah profetik muncul di kalangan ahli sufi. Kata profetik disambungkan dengan kata etika memberikan pengertian etika kenabian. 

Ilmu Pendidikan Islam diperlukan etika profetik, yakni etika yang dikembangkan atas dasar nilai-nilai Ilahiyah (qauliyah) bagi pengembangan dan penerapan ilmu.

Menurut Muhaimin dalam Nuansa Baru Pendidikan Islam, Ada beberapa butir nilai, hasil deduksi dari Al-Qur’an yang dapat dikembangkan untuk etika profetik pengembangan dan penerapan Ilmu Pendidikan Islam yaitu


1. Nilai Ibadah

Nilai ini yaitu bagi pemangku/penanggung jawab ilmu pendidikan Islam bahwa pengembangan dan penerapan ilmu pendidikan Islam merupakan ibadah ( QS Al-Dzariyat 51: 56 dan Ali Imran 3: 190-191)

 

2. Nilai Ihsan

Nilai Ihsan yakni ilmu pendidikan Islam semestinya dikembangkan untuk berbuat baik kepada semua orang pada setiap generasi. Hal ini disebabkan karena Allah telah berbuat baik kepada manusia dengan berbagai nikmat-Nya dan melarang manusia berbuat kerusakan dalam bentuk apa pun ( QS Al-Qashah 28: 77)

 

3. Nilai Masa Depan

Nilai ini yaitu ilmu pendidikan Islam hendaknya diarahkan untuk mengantisipasi masa depan yang lebih baik, karena mendidik berarti menyiapkan generasi yang akan hidup di masa depan dan akan menghadapi berbagai tantangan dan rintangan di zaman yang berbeda dengan zaman sebelumnya ( QS Al-Hasyr 59:18)

 

4. Nilai Kerahmatan

Nilai Kerahmatan yaitu ilmu pendidikan Islam hendaknya diarahkan untuk kepentingan dan kemaslahatan seluruh umat manusia dan alam semesta (QS Al-Anbiyaa 21:107)

 

5. Nilai Amanah

Nilai Amanah yaitu ilmu pendidikan Islam itu adalah amanah Allah bagi pemangku/penanggungjawab pendidikan Islam, sehingga pengembangan dan penerapannya dilakukan dengan niat, cara dan tujuan sesuai dengan dikehendaki-Nya ( QS Al-Ahzab 33:72)

 

6. Nilai Dakwah

Nilai Dakwah yaitu pengembangan dan penerapan ilmu pendidikan Islam merupakan wujud dialog dakwah menyampaikan kebenaran Islam (QS Fushshilat 41:33)

7. Nilai Tabsyir

Nilai Tabsyir yaitu pemangku ilmu pendidikan Islam senantiasa memberikan harapan baik kepada umat manusia tentang masa depan mereka, termasuk menjaga keseimbangan atau kelestarian alam (QS Al-Baqarah 2:119)

 

858