Kurikulum 2013 dan KKG PAI Mampang

Kurikulum 2013 Pendidikan Agama Islam

Kamis, 22 Agustus 2019, Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) Sekolah Dasar di Kecamatan Mampang menyelenggarakan Pelatihan kurikulum 2013 bertempat di SDN 03 Bangka.

Kegiatan pelatihan ini tidak lepas dari dukungan para kepala sekolah tempat Guru PAI bertugas dengan memberi izin meninggalkan sekolah.

Juga kepala SDN 03 Bangka menyiapkan ruangan pelatihan.

Termasuk Peran Pengawas Pembina Pendidikan Agama Islam dalam mengkomunikasi dan mengkoordinasikan antara pengurus KKG PAI, Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) dan SDN 03 Bangka agar dapat terwujud pelatihan kurikulum 2013 bagi guru-guru PAI.

Pembukaan kegiatan pelatihan dihadiri oleh ketua KKK3 Mampang, kepala sekolah negeri 03 Mampang, dan pengawas PAI, Dra. Fauziah.

Kelompok Kerja Guru (KKG) PAI merupakan sarana bagi para guru dalam rangka meningkatkan kompetensi profesional dan pedagogik. Sehingga cocok sematkan sebagai guru pembelajaran yang tidak pernah berhenti untuk belajar.

Suatu kehormatan menjadi fasilitator dalam kegiatan pelatihan kurikulum 2013 bagi guru-guru PAI Sekolah Dasar di Kecamatan Mampang Prapatan. Selain ajang silaturahmi dengan guru-guru, juga sarana menyamakan pemahaman tentang tugas guru PAI dan pengawas PAI dalam rangka mewujudkan visi dan misi kementerian Agama, sebagai kementerian  yang memiliki tugas membina pendidikan agama di sekolah Umum.

Materi yang disampaikan pada kegiatan pelatihan tersebut terdiri dari:

A. Posisi Guru PAI dalam Pendidikan Nasional.

Pada Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003 pasal 3 bahwa Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Melihat tujuan pendidikan, maka guru pendidikan Agama Islam memiliki peranan sangat penting dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional yaitu mendidik peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa serta memiliki akhlak mulia.

Apa jadinya bangsa Indonesia jika hanya dapat mewujudkan manusia yang sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab, tanpa memiliki keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa serta tidak berakhlak mulia?

Maka sebagi guru PAI bukah pengabdian dan bukan pekerjaan biasa, tapi menjadi guru Pendidikan Agama Islam merupakan kehormatan dan Amanah besar karena menentukan generasi Indonesia yang beriman dan berakhlak mulia.


B. Kurikulum 2013 dan Pendidikan Agama Islam (PAI)

salah satu fokus Kurikulum 2013 adalah menyiapkan generasi menghadapi tantangan Abad 21. Kurikulum 2013 didisain untuk menjawab 3 pertanyaan utama yang muncul di abad 21, yaitu

1. Bagaimana menghadapi lingkungan yang terus berubah?

Menjawab pertanyaan pertama ini adalah dengan penguatan kualitas karakter bangsa, seperti Iman & taqwa, Cinta tanah air, Rasa ingin tahu, Inisiatif, Gigih, Kemampuan beradaptasi, Kepemimpinan, Kesadaran sosial dan budaya.

Karakter tersebut dibagi menjadi sikap spritual dan sikap sosial. Ada juga yang membaginya menjadi karakter Moral dan karakter kinerja.

2. Bagaimana  mengatasi tantangan yang kompleks?

Menjawab pertanyaan kedua  ini adalah dengan mempersiapkan kompetensi yang harus dikuasi. ada 4 kompetensi yaitu Berpikir kritis/ memecahkan masalah, Kreativitas, Komunikasi, dan Kolaborasi. Empat kompetensi tersebut dengan 4C yaitu

  1. Critical Thinking
  2. Creativity
  3. Collaboration
  4. Communication

 3. Bagaimana  menerapkan keterampilan inti untuk kegiatan sehari-hari?

Menjawab pertanyaan ketiga ini dengan mengerakan literasi dasar yang terdiri dari 6 literasi yaitu

  • Literasi  Bahasa dan Sastra
  • Literasi Numeracy (Berhitung)
  • Literasi Sains
  • Literasi Digitall
  • Literasi Keuangan
  • Literasi Budaya dan Kewarganegaraan

Dari ketika jawaban tersebut, disusun kerangka pengembangan kurikulum 2013 yaitu menjadikan karakter sebagai dasar pengembangan kemampuan belajar dan berinovasi, literasi digital, dan kecakapan hidup.

Konsep pengembangan kurikulum 2013 mempertegas bahwa Pendidikan Agama Islam memiliki posisi penting karena memiliki peran membina karakter peserta didik. Artinya Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam tidak hanya mentransfer pengetahun Agama Islam dan keterampilan melaksanakan ibadah harian, tapi lebih dari itu menumbuhkan akhlak Islami dalam kehidupan sehari-hari.

Pada awal disain kurikulum, semua mata pelajaran harus memberikan penilaian tersebut secara langsung di tiga ranah tersebut, yaitu pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Tapi tahun 2016 bahwa penilaian sikap secara langsung dilakukan oleh guru PAI dan PKN. sedangkan mata pelajaran lain memberikan penilaian sikap secara tidak langsung.

Artinya perubahan disain kurikulum 2013 tidak mempengaruhi posisi mata pelajaran Pendidikan agama Islam atau guru PAI sebagai mata pelajaran yang memiliki posisi penting dalam menguatkan dan mendidik karakter peserta didik.  

C. Kompenen Kurikulum 2013

Inti Perubahan kurikulum tidak lepas dari pengembangan terhadap 4 komponen kurikulum yaitu tujuan, isi/materi, proses, dan evaluasi.

Pada Sistem Pendidikan Nasional, Keempat tersebut dikembangkan menjadi 4 standar nasional pendidikan (SNP), yaitu

  1. Standar Kompetensi Lulusan (SKL) diatur dalam Permendikbud  20 tahun 2016.
  2. Standar isi (SI) diatur dalam permendikbud 21 tahun 2016, dengan rincian permendikbud no. 24 tahun 2016. Keputusan yang baru adalah penyesuaian KD pengetahuan dengan KD Keterampilan, Pembatasan KD Sikap Spritual dan KD Sikap Sosial hanya di mata pelajaran pendidikan Agama Islam dan PKN. Tidak ada pembatasan gradasi pengetahuan taxonomy Bloom di SD, SMP, dan SMA/SMK
  3. Standar Proses diatur dalam Permendikbud No. 22 tahun 2016. Keputusan yang baru adalah saintifik bukan satu-satunya model pembelajaran
  4. Standar Penilaian diatur dalam Permendikbud No. 23 tahun 2016. Keputusan yang baru adalah penilaian sikap secara langsung hanya untuk Mata Pelajaran PAI dan PKN, sedangkan mata pelajaran lain menilai secara tidak langsung.

Adapun 4 standar lainya seperti Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Standar Sarana Prasarana, standar Pembiayaan, dan standar pengelolaan belum mengalami perubahan.

Keempat komponen kurikukum dikembangkan untuk menyiapkan generasi menghadapi tantangan abad 21 melalui pengembangan tujuan kurikulum, isi kurikulum, proses kurikulum dan penilaian kurikulum.

Hasil pengembangan keempat standar tersebut berefek kepada perubahan struktur mata pelajaran, kompetensi inti, kompetensi dasar, silabus, dan RPP.

Oleh karena itu, Guru PAI perlu memahami dan mengkaji setiap butir dari SKL, KI, dan KD, Proses dan Penilaian, agar mampu menerapkan pembelajaran PAI sesuai dengan disain kurikulum 2013.


D. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar menjadi Tujuan Utama

Hal utama yang perlu dikuasai oleh guru adalah jumlah kompetensi dasar yang akan disampaikan kepada peserta didik. Setelah  mengetahui jumlahnya, baru menangalisis isi setiap kompetensi inti dan kompetensi dasar.

Kompetensi inti terdiri dari sikap spritual, sikpa sosial, pengetahuan dan keterampilan.

Kompetensi dasar memuata dua unsur utama yaitu kata kerja kompetensi dan materi pokok.

Kata kerja kompetensi mengacu kepada taxonomy Bloom revisi Andersen. Dalam permendikbud no. 22 tahun 2016 tentang standar proses, rincian gradasi sikap, pengetahuan, dan keterampilan sebagai berikut:

Sikap Pengetahuan Keterampilan
Menerima,
Menjalankan
Menghargai
Menghayati
Mengamalkan  
Mengingat
Memahami
Menerapkan
Menganalisis
Mengevaluasi
Mengamati
Menanya
Mencoba
Menalar
Menyaji
Mencipta

Pada tabel di atas, “mencipta” diletakan pada keterampilan, berbeda dengan taxonomy Bloom yang meletakan mencipta di ranah pengetahuan.

E. Strategi Menyusun RPP

Penyusun RPP perlu melalui beberapa tahapan yaitu

1. Analisis SKL-KI-KD

Analisis SKL, KI dan KD bertujuan untuk melihat kesesuai antara standar kompetensi lulusan sebagai target utama dalam pendidikan nasional dengan kompetensi inti dan Kompetensi dasar setiap mata pelajaran.

2. Penyusunan IPK

Indikator Pencapaian Kompetensi dihasilkan dari analisis terhadap kompetensi dasar.

Langkah pertama adalah menganalisis KD pada kompetensi Inti ranah pengetahuan atau KD yang memiliki kode angka 3. (sikap spiritual dengan kode 1, sikap sosial dengan kode 2, keterampilan dengan kode 4). KD terdiri dari Kata kerja kompetensi dan materi pokok.

Hasil IPK dapat menentukan tujuan pembelajaran, alokasi waktu dan penetapan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) setiap KD.

3. Pengembangan Materi

Pengembangkan materi diawali dengan analisis materi pokok di setiap Kompetensi Dasar. Kemudian disesuaikan dengan bahan ajar yang ada di buku guru dan buku siswa. Berilah tanda materi-materi yang sesuai dengan KD. Jika belum tercakup di buku siswa atau buku guru, Guru PAI dapat mencarinya dari sumber lain.

4. Metode Pembelajaran

Kurikulum 2013 memberikan ruang kepada para guru untuk mengembangkan metode pembelajaran. Kurikulum 2013 menawarkan beberapa model pembelajaran yang bisa ditambah atau dikembangkan oleh guru yaitu Problem base learning, project base learning, Discovery/Incuiry base Learning.

5. Penilaian

Penilaian terdiri dari penilaian sikap, pengetahuan dan keterampilan. Mata pelajaran Pendidkan Agama Islam menyiapkan ketiga penilaian tersebut, baik kisi-kisi, instrumen, naskah soal, dan rubrik penilaian.

Akhirnya, pelatihan ini akan bermanfaat jika dapat dilaksanakan di sekolah. Pasti akan ditemukan kendala-kendala dalam pelaksanaannya, maka Kelompok Kerja Guru merupakan sarana penting dalam rangka berbagi solusi terhadap permasalahan yang dihadapi setiap guru.

Guru PAI SD yang sukses adalah Guru yang mampu mengantar peserta didik mampu membaca Al-Quran, terbiasa shalat 5 waktu, dan memiliki akhlak Mulia

Semoga Sukses

32

Yunandra

Yunandra adalah Pengawas Madrasah/Konsultan/Praktisi Pendidikan Islam yang ingin berbagi dan memberi untuk hidup lebih baik. Kata yunandra merupakan dua nama digabung dengan kata “and”. Harapannya segala kebaikan yang dilakukan menjadi Amal Jariah berdua.

downloadfilmterbaru.xyz nomortogel.xyz malayporntube.xyz