Halal Bihalal dan Lepas Sambut Pengawas RA Kecamatan Tebet


Evaluasi Kegiatan dan Lepas Sambut Pengawas RA

Senin, 8 Juli 2019, IGRA Tebet mengadakan Halal Bi Halal di Pondok Tepi Danau Taman Mini Indonesia Indah yang dihadiri oleh para kepala RA dan guru-guru dari 22 Raudhatul Athfal di kecamatan Tebet.

Walaupun Idul Fitri sudah lewat 1 bulan, acara halal BI halal masih diadakan. Biasanya digabungkan dengan acara lain. Minimal 3 acara yang biasanya digabungkan acara HBH, yaitu

  1. Silaturahmi Keluarga Besar.
    HBH menjadi Acara keluarga besar satu keturunan, satu darah dalam rangka mempererat dan menyatukan seluruh anggota keluarga yang jarang bertemu.
    Keluarga besar bisa diartikan keluarga besar satu perusahaan atau organisasi. Istilah yanag digunakan adalah family gathering dalam rangka memperkuat hubungan kemanusiaan antar pegawai atau karyawan.
  2. Reuni.
    Reuni selalu berkaitan dengan alumni. Acara HBH digandengkan dengan acara Reuni, digagas oleh alumni tertentu, misalnya alumni sekolah, alumni perguruan tinggi, atau pensiun suatu perusahaan.
  3. Evaluasi
    Beberapa organisasi atau perusahaan mengadakan halal bihalal digandengkan dengan acara evaluasi program atau kinerja selama satu tahun. Sarana saling menilai dan mengukur pelaksanaan dan hasil dari program sebelumnya.

IGRA Tebet menggabungkan acara Halal BI halal dengan dua acara yaitu silaturahmi dan evaluasi, dan ditambah dengan acara lepas sambut pengawas pembina dan pemberian motivasi kepada guru-guru oleh motivator dari TrustCo, Ustadz Apud.

Baca Artikel Lain:


Selain itu, beberapa catatan yang disampaikan Pengawas yang akan pindah tugas ke kecamatan Kebayoran Lama, M. Yusup di saat memberikan sambutan yaitu tentang kompetensi guru, persiapan dan kesiapan Raudhatul Athfal menghadapi akreditasi dari BAN PAUD PNF, keaktifan anggota di rapat bulanan IGRA Tebet, dan Respon Raudhatul Athfal terhadap keberadaan lembaga kursus membaca dan TK Negeri.


Kesempatan ini, Perlu dibahas catatan tersebut, diharapkan menjadi perhatian pengurus IGRA dan para kepala RA di kecamatan Tebet. Akan lebih baik jika dijadikan program prioritas IGRA.

1. Kualifikasi dan kompetensi Guru

Kualifikasi dan kompetensi guru menjadi hal penting dalam meningkatkan mutu pendidikan Raudhatul Athfal. Guru merupakan aktor utama dalam proses pembelajaran. Mereka pemilik ruangan 8×7 untuk mempersiapkan generasi emas.

Tugas utama guru adalah  mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik. Secara rinci dijelaskan di permendikbud no. 15 tahun 2018, pasal 1 ayat 1, dan pasal 3. 

Untuk itu, Pemerintah menetapkan standar kualifikasi dan kompetensi guru melalui Permendiknas no. 16 tahun 2007.

Seperti Standar kualifikasi akademik guru minimal pendidikan S1.

Perlu diperhatikan keberadaan Guru Raudhatul Athal yang belum memiliki ijasah pendidikan S1 akan mempengaruhi 2 hal, yaitu:

  1. Secara individu, guru tidak berhak mendapatkan tunjangan profesi, walaupun sudah memiliki sertifikat profesi.
  2. Secara lembaga. Nilai akreditasi lembaga tidak dapat mencapai 100% pada item instrumen kualifikasi guru minimal S1.

Adapun Standar kompetensi guru terisi dari 4 domain kompetensi yaitu kepribadian, pedagogik, profesional, dan sosial. Kompetensi tersebut terus ditingkatkan dan dikembangkan secara berkelanjutan. Kemenag telah mengatur dengan PMA no. 38 tahun 2018 tentang pengembangan keprofesian berkelanjutan guru.

Guru tidak boleh berhenti belajar dan mengembangkan diri. Karena guru adalah pembelajaran sejati.

2. Akreditasi Raudhatul Athfal

Akreditasi merupakan proses penilaian sebuah lembaga untuk  penjaminan mutu pendidikan. Pada tahun ini,  Pelaksanaan akreditasi RA berbasis pada kinerja. Tahun sebelumnya berbasis pada bukti fisik 8 standar pendidikan nasional. Diharapkan proses akreditas menjadi lebih maksimal dan objektif untuk mengukur kualitas atau mutu satuan pendidikan.

Maka Raudhatul Athfal sebagai lembaga formal jenjang pendidikan anak usia dini dituntut untuk mempersipkan diri untuk mengikuti proses akreditas yang akan dilaksanakan oleh BAN PAUD PNF.

3. PPDB dan Keberadaan Lembaga Kursus Membaca dan TK Negeri.

Penerimaan Peserta didik Baru (PPDB) di Raudhatul Athfal Kecamatan Tebet menjadi perhatian utama di acara HBH. Dimana sebagian RA telah mendapatkan jumlah siswa yang sesuai harapan, sebagian lagi masih berusaha mencari peserta didik. Disisi lain muncul tantangan baru dengan adanya Lembaga Kursus membaca dan Taman Kanak-kanan Negeri.

Pertanyaannya, kenapa suatu lembaga pendidikan yang biayanya mahal dan waktu pembelajarannya sedikit banyak peminatnya? Di sisi lain, ada lembaga pendidikan yang murah dan waktu belajar panjang sepi peminatnya? Jawabanya karena ada sesuatu yang menarik dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Oleh karena itu Raudhatul athfal perlu mengkaji kembali program-program yang bisa ditawarkan kepada masyarakat. Paling mudah adalah kembali kepada identitas Raudhatul Athfal sebagai Lembaga pendidikan anak usia dini berciri khas Islam. Artinya Raudhatul Athfal mengemas kembali ciri-ciri keislamanya pada pengelolaan RA.

Jika melihat sejarah, Madrasah dikenal dengan sekolah agama atau sekolah arab. Artinya lembaga pendidikan yang mengajarkan ilmu-ilmu agama, praktek beragama, dan akhlak Islam.

Kementerian Agama membagi pendidikan agama menjadi 5 mata pelajaran yaitu

  1. Akidah AKhlak
  2. Quran Hadits
  3. Fikih
  4. Sejarah Kebudayaan Islam
  5. Bahasa Arab.

Setiap Raudhatul Athfal (RA) bisa menentukan mana program yang bisa menjadi ciri khas keislamanya. Ciri tersebut diwujudkan dalam bentuk kegiatan harian, mingguan, dan bulanan. pada akhirnya akan terlihat pada profil anak RA.

4. Keaktifan dalam rapat Bulanan

Keaktifan kepala RA di rapat bulanan menjadi perhatian penting karena disampaikan oleh pengawas yang lama, Moch. Yusup dan diperkuat oleh ketua Majlis Hikmat, Hj. Latifah.

Rapat merupakan jantung suatu organisasi, dimana rapat menjadi sarana untuk berbagi informasi tentang perkembangan pendidikan raudhatul athfal atau mendiskusikan permasalahan yang dihadapi, serta paling penting adalah menjaga silaturahmi.

Oleh karena itu, Semua kepala Raudhatul Athfal diharapkan memiliki komitmen untuk hadir dan aktif di acara rapat, baik rapat rutin maupun rapat mendadak. Agar pertemuan/rapat bulanan berjalan baik dan optimal, perlu disusun dengan jelas agenda yang dibicarakan di rapat dan target yang diharapakan selama rapat.

Singkatnya keempat catatan tersebut menjadi pesan yang bagus dari Pengawas RA lama  bagi para guru RA di Kecamatan Tebet. semoga menjadi program prioritas PC IGRA di tahun ini.

Setiap pertemuan ada perpisahan. Perpisahan meninggalkan kenangan bagi Guru-guru RA selama dibina oleh Yusup. Akhirnya terucap Doa terbaik untuk Bapak Yusup, sesuai dengan syair di lagu yang menjadi backsound di video kegiatan RA, berjudul “sampai jumpa” dari Endang Soekamti.

Hey!
sampai jumpa di lain hari
untuk kita bertemu lagi
ku relakan dirimu pergi
meskipun
ku tak siap untuk merindu
ku tak siap tanpa dirimu
ku harap terbaik untukmu

94

Yunandra

Yunandra adalah Pengawas Madrasah/Konsultan/Praktisi Pendidikan Islam yang ingin berbagi dan memberi untuk hidup lebih baik. Kata yunandra merupakan dua nama digabung dengan kata “and”. Harapannya segala kebaikan yang dilakukan menjadi Amal Jariah berdua.

downloadfilmterbaru.xyz nomortogel.xyz malayporntube.xyz