Inspirasi Laskar Pelangi, Andrea Hirata

“Berkaryalah, biarkan dia menentukan nasibnya sendiri” itulah ungkapan dari Andrea Hirata dalam acara Talkshow di Smart FM. Pesan itu menjadi inspirasi dia dalam menulis cerpen “Laskar Pelangi.

Hari Jumat Pagi, dalam acara “Commitment to the Nation”, Smart FM mengundang Andrea Hirata, penulis buku novel “laskar pelangi”. Buku fenomenal yang memberikan inspirasi bagi semua orang. Dan menjadi salah satu buku best seller di Indonesia.

Laskar pelangi telah dibuat dalam bentuk Film dan lagu. Andrea Hirata menyatakan bahwa Film memberikan banyak konstribusi dalam mempopulerkan buku novel laskar pelangi.  Banyak orang yang mengenal Laskar Pelangi dari Film dulu, baru membeli dan membaca bukunya.

Andrea Hirata merupakan Anak Belitung yang memiliki mimpi, seperti dalam Sountrack film Laskar Pelangi yang dinyanyikan oleh Group Band Nidji, “mimpi adalah kunci, untuk kita menaklukan dunia”. Kata-kata tersebut memberikan inspirasi kepada semua orang untuk selalu bermimpi.

Setelah bermimpim, terdorong untuk membuktikan dan mewujudkannya. Masih banyak orang yang tidak memiliki mimpi, bahkan takut untuk bermimpi, lalu bagaimana terinspirasi untuk mewujudkannya.

Buku novel Laskar pelangi, seperti yang diutrakan oleh Andrea Hirata, merupakan buku yang disusun setelah pulang dari Aceh, menjadi relawan bencana Tsunami di Aceh. Beliau melihat sekolah-sekolah rusak terkena Tsunami, teringat dengan sekolahnya dulu di Belitung. Sekolah Muhammadiyah yang kecil dan hampir ditutup karena kurang siswanya.

Pulang dari Aceh, Beliau kembali ke Bandung dan mulai menulis tentang temannya, Guru dan sekolahnya lascar pelangi. Dia memilih feeling daripada logika ketika benturan keduanya, sehingga tulisanya mencapai 600 halaman.

Awalnya tidak ada niat untuk menerbitkan Buku Novel Laskar Pelangi tersebut. Karena ada pencuri yang baik hati mengirimkan naskah tersebut ke penerbit dan mencantumkan alamat Andrea Hirata. Beliau membuka rahasia dirinya sehingga menjadi popular.

Buku laskar pelangi yang disusun oleh Andrea Hirata akan diterbitkan dengan bahasa lain dan akan disebarkan ke 70 negara di dunia. Sebuah prestasi yang tidak pernah terpikirkan oleh penulis.

Andrea Hirata mengatakan bahwa orang tuanya selalu memberikan nasehat untuk selalu berkarya dan berkarya. Hal itu menjadi pedoman hidupnya bahwa “berkaryalah, biarkan dia menentukan nasibnya sendiri” dan jangan pernah membandingkan hasil karya dengan orang lain serta hargailah hasil karya sendiri. Dia telah membuktikannya dengan karya “Laskar Pelangi”.

Al Qur’an telah menegaskan tentang hal tersebut dengan kalimat “beramalah, maka Allah Dan Rosulnya akan melihatnya”, atau bahasa lain “ Jika engkau berbuat baik maka kebaikan untuk dirimu sendiri, dan jika engkau berbuat jahat maka untuk dirimu juga.

Wallahu’alam bishawab.

1145