Al Azhar ; Acara Pelepasan dan Buka Bersama

pengawas-madrasah-4-madrasah-al-azhar-asy-syarif-mewujudkan-visi-misi

Madrasah Al Azhar Asy Syarif Indonesia Mewujudkan Visi dan Misi

Dua acara tahunan madrasah menghasilkan beberapa peristiwa penting dari perjalanan Madrasah Al Azhar Asy Syarif selama 16 tahun. Tiga kata kunci dari ungkapan tersebut yaitu dua acara tahunan, peristiwa penting, dan peran madrasah. Ketiganya merupakan rangkaian yang tidak terpisahkan dalam mewujudkan visi dan misi madrasah Al Azhar Asy Syarif Indonesia.

Dua acara tahunan adalah acara pelepasan siswa-siswi kelas 6 dan Acara buka puasa bersama. Sebagian besar madrasah atau sekolah biasanya menjadikan kedua acara tersebut sebagai program rutin tahunan, walaupun beberapa sekolah/madrasah tidak melaksanakannya karena menghindari kesan adanya pungutan liar yang melanggar aturan yang berlaku.

Acara pelapasan Sisiwa kelas 6 diselenggarakan oleh Madrasah Ibtidaiyah Negeri Al Azhar Asy Syarif Indonesia (MINASI) pada tanggal 5 Juni 2016, bertempat di Gedung pertemuan Politeknik Negeri Media Kreatif Srengseng Sawah Jagakarsa. Acara dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Selatan, H. Karsa Sukarsa, dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Pusat, H. Wahyudin, yang merupakan salah satu wali siswa kelas 6.

Adapun Acara buka puasa bersama pada tanggal 17 Juni 2016, di laksanakan oleh ketiga jenjang pendidikan madrasah yang berada di lingkungan madrasah Al Azhar Asy Syarif, yaitu Madrasah Ibtidaiyah Negeri 14 Al Azhar Asy Syarif (lebih dikenal dengan MINASI), Madrasah Tsanawiyah Negeri 41 Al Azhar Asy Syarif (MATASYA) dan Madrasah Aliyah program Al Azhar Asy Syarif filial dari MAN 4 Pondok Pinang.

Acara tersebut bersama dengan acara pelepasan Mab’uts Al Azhar (guru utusan dari Al Azhar Mesir) yang telah selesai masa tugasnya selama 3 tahun di Indonesia. Acara dihadiri oleh semua guru dan karyawan Madrasah Al-Azhar Asy-syarif dari tingkat Ibtidaiyah sampai Aliyah.

Lalu apa peristiwa penting yang terjadi di dua acara tersebut?  Pertama, penampilan siswa-siswi yang mampu mengahfal 10 juz. Mereka telah melalui proses uji sertifikasi hapalan berdasarkan sistem yang telah dibuat dan disusun oleh tim AL Quran. Bagi Siswa yang lulus, maka berhak mendapat sertifikat hafal 10 juz.

Ini merupakan sebuah prestasi pertama  dan membanggakan bagi MINASI, sebagai madrasah  yang memasukan materi hafalan Al Quran menjadi materi kurikulum. sebagai rasa syukur, MINASI memberikan penghargaan kepada siswa-siswi yang hafal al Quran dengan hadiah beasiswa sebesar 1 jt.

Kepala Madrasah, Hj. Haniah Mase, menegaskan bahwa tahun ini merupakan tahun prestasi, karena banyak prestasi yang diraih oleh siswa-siswi Madrasah, baik akademik maupun non akademik. antara lain nilai sempurna di ujian madrasah, dan ujian Mahad.

Pada sambutannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Selatan, H. Karsa Sukarsa, mengatakan tentang pentingnya peran Komite Madrasah dalam medukung program Madrasah Ibtidaiyah Negeri 14 Al Azhar Asy Syarif.  Sebagai madrasah negeri, MINASi harus tunduk pada peraturan pemerintah yang berlaku termasuk penganggaran yang terbatas. Sehingga madrasah negeri perlu mendapat dukungan finansial dari komite madrasah agar dapat mencapai prestasi yang diharapkan.

Melihat sejarah berdirinya,  MINASi adalah program yang direncakakan oleh Kememnterian Agama dalam rangka mengembangkan madrasah. Biasanya, program tersebut tidak akan bertahan lama, karena program akan berhenti bersamaan dengan berhentinya bantuan dana dari kementerian agama. Tapi MINASi yang berdiri dari tahun 2000 masih tetap bertahan sampai sekarang tidak lepas dari dua aktor utama yaitu loyalitas guru dan karyawan MINASi yang siap melaksanakan program Al Azhar Mesir, dan Komite Madrasah yang siap mendukung program tersebut. Komitmen kedua aktor tersebut perlu dipelihara dan dijaga agar MINASi sebagai madrasah yang melaksanakan kurikulum Al Azhar Mesir.

Peristiwa penting kedua adalah buka bersama yang diselenggarkan oleh ketiga lembaga, MINASI, MATASYA, dan MAYASA yang berada di lokasi yang sama. Ketiganya tidak hanya terikat dengan lokasi yang sama, tapi memiliki visi dan misi yang sama yaitu menyelenggarakan program al Azhar Asy Syarif dalam proses pembelajaran sesuai dengan jenjang pendidikannya. Seperti mimpi yang menjadi kenyataan, dimana pada tahun 1999, Kementerian Agama merencanakan program pendidikan dasar dan menengah yang melaksanakan kurikulum al Azhar Mesir. Diawali dengan pendirian Madrasah Ibtidaiyah tahun 2000, kemudian madrasah tsanawiyah tahun 2006, terakhir madrasah Aliyah tahun 2012 Pada tahun 2016 ini menjadi lengkap program al azhar Asy Syarif Indonesia.

Pada Acara tersebut, Komite madrasah dari ketiga lembaga memiliki peran yan sangat penting dalam mewujudkan acara tersebut, tanpa dukungannya, acara tersebut tidak akan terlaksana. Hadir pada acara tersebut, pendiri  dan konsultan pertama Al Azhar Asy Syarif yaitu, Prof. Dr. Hj. Amani Lubis, Lc. MA., guru besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Beliau merintis program Al Azhar di tahun 2000 bersama 6 guru alumni Universitas Al Azhar Mesir. Berawal dari ruang kecil di gedung PSBB MAN 4 Pondok Pinang dengan murid 19 siswa. Setelah 16 tahun, Madrasah telah berkembang dan bertambah guru dan dan siswanya.

Dalam perkembangnya, ada 2 misi yang harus diwujukan oleh  Madrasah Al Azhar Asy Syarif:

  1. Madrasah representatif Al Azhar Mesir

Madrasah AL Azhar Asy Syarif, baik Ibtidaiyah, Tsnawiyah, dan Aliyah memiliki tanggungjawab untuk melrealisasikan program al Azhar Asy Syarif dengan baik. Mutu pendidikan yang diharapkan adalah pencapaian standar kurikulum keagamaan dan bahasa Arab sama dengan standar yang diterapkan di AL Azhar Mesir. Kurikulum tersebut dibagi menjadi materi pelajaran utama yaitu Tahfidz Al Quran, Tarbiyah Islamiyah, dan Bahasa Arab.

Di Awal tahun 2000, Tahfidz Al Quran masih bukan materi utama di madrasah-madrasah. Madrasah Al Azhar Asy Syarif memasukan tahfidz Al Quran menjadi mata pelajaran utama dan termasuk stuktur program pembelajaran yang memiliki banyak alokasi waktu, sehingga tidak jarang, banyak orang tua siswa yang mempertanyakan manfaat tahfidz AL quran.

Tapi bersamaan berjalanya waktu, Tahfidz AL Quran menjadi program unggulan bagi madrasah dan sekolah Islam. Kesadaran orang tua dan masyarakat akan pentingnya tahfidz Al Quran mendorong tumbuhnya sekolah-sekolah Islam yang mengutamakan hafalan Al Quran. Seperti Pesantren Darul Quran pimpinan Ust. Yusuf Mansur. Bahkan media televisi mengadakan acara hafidz Al Quran yang memunculkan para hadifz al Quran cilik.

Memasyarakatnya tahfidz Al Quran di lembaga pendidikan dan masyarakat, membuat Madrasah AL Azhar Asy Syarif memiliki teman dalam mengajarkan tahfidz Al Quran di madrasah. Disisi lain, Menjadi tantangan bagi Madrasah Al Azhar Asy Syarif untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pembelajaran tahfidz Al Quran.

Walaupun Madrasah Al Azhar Asy Syarif memiliki keunggulan lainnya yaitu Tarbiyah Islamiyah dan bahasa Arab. Khususnya bahasa Arab, Madrasah perlu merancang secara baik agar bahasa Arab menjadi ciri khas madrasah. Harapanya, siswa-siswa mdrasah al Azhar Asy Syarif memiliki kemampuan berbahasa, baik lisan maupun tulisan. Sehingga menjadi pembeda dengan madrasah maupun sekolah Islam lainya.

  1. Madrasah Keagamaan Terpadu

Sejarah pendidikan Islam menggambarkan bahwa madrasah diawal tumbuhnya adalah sekolah agama atau sekolah yang menjadikan materi keagamaan sebagai  materi utama. Kemudian berkembang menjadi sekolah umum yang berciri khas agama Islam. hal ini menunjukan bahwa inti pendidikan di madrasah adalah keagamaan.

Pernah ada dalam sejarah pendidikan Islam berdiri madrasah aliyah program khusus keagamaan (MAPK). Sekarang ini tinggal nama saja, walaupun secara nyata, MAPK mengeluarkan alumni-alumni MAPK yang memiliki kompetensi keagamaan dan bahasa sangat bagus. Kemudian muncul Madrasah Aliyah Insan Cendikia sebagai madrasah unggulan Kementerian Agama dengan ciri khas keunggulan Sains dan sosial bisa bersaing dengan sekolah-sekolah umum.

Madrasah AL Azhar Asy Syarif harus tampil sebagai madrasah keagamaan yang memiliki ciri khas tersendiri, sekaligus menghidupkan kembali eksistensi mdrasah sebagai madrasah agama tanpa tertinggal masalah sains dan sosialnya. Agar terwujud siswa yang kompeten perlu disiapkan sesbuah sistem terpadu. Keterpaduan kurikulum dan manajaemen menjadi bekal membimbing siswa secara bertahap dan menghilangkan pengulangan pembalajaran agama.

Dengan dua Misi tersebut, Madrasah diharapkan menjadi model pengembangan madrasah di Indonesia. Sekarang, Madrasah Al Azhar Asy Syarif hanya ada di Jakarta. Kedepan, Diharapkan akan muncul madrasah-madrasah Al Azhar Asy Syarif di daerah lain.

 

5

Related posts