Acara Pelepasan Angkatan 4 MAYASA

5 Faktor Pendukung Keberhasilan MAYASA

Madrasah Aliyah Al Azhar Asy Syarif yang dikenal dengan MAYASA telah memasuki tahun keenam dari perjalanannya sebagai lembaga pendidikan formal. Tahun 2018 ini, MAYASA melepas 40 siswa/siswi dari jurusan IPA dan IPS.

Acara pelepasan diselenggarakan di Gedung bumi Wiyata Depok. Acara dihadiri oleh Kepala kantor kementerian Agama kota Jakarta Selatan yang baru, H. Muhammad Qomaruddin, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, H. Hasim, Mantan Kepala MAN 4 Pondok Pinang, Ibu Isnadiar, dan Kepala MAN 4 Pondok Pinang yang juga Kepala MAYASA, Ismail Nur.

Dalam sambutannya, Kepala kantor menegaskan perlunya kombinasi antara akhlak, pengetahuan dan skill yang terpadu dan saling melengkapi. Sehingga Beliau mengharapkan Madrasah mampu mempersiapkan Alumni-alumni yang memiliki Pengetahuan dan Skill yang didasari Akhlak yang mulya.

MAYASA sebagai filial MAN 4 Pondok Pinang, memiliki status yang sama dengan madrasah yang lain yaitu sebagai sekolah umum yang berciri khas Islam. dimana MAYASA tidak hanya mengajarkan pengetahuan dan keterampilan seperti yang diajarkan di sekolah Umum, tapi mengintegrasikan kedua aspek tersebut dengan ajaran Islam sebagai ciri khasnya.

Bahkan MAYASA sebagai filial dari Al Azhar Mesir memposisikan tahfidz Al Quran menjadi ciri khas utama. Kurikulum Al Azhar Mesir menargetkan hafalan Al Qur’an secara terpadu dari tingkat MI yang menargetkan sekitar 18 juz, di tingkat MTs berjumlah 7 tujuh, dan di tingkat MA sekitar 5 juz.

Maka tepat sekali apa yang dilakukan oleh ketua Panitia acara, disela pemberian sambutan, beliau menyerahkan mushaf Al Quran kepada para alumni sebagai pesan kuat agar para alumni selalu dekat dengan Al Quran dan tetap melanjutkan kebiasaan menghafal Al Quran seperti yang dilakukan selama belajar di MAYASA.

Menurut Kepala MAN 4 Pondok Pinang sekaligus juga kepala MA Al Azhar Asy Syarif bahwa anak-anak merupakan makhluk sempurna dengan potensi yang luar biasa. Anak-anak itu diibaratkan seperti mobil-mobilan zaman dulu yang tinggal disulut ekornya, maka mobil tersebut akan lari kencang. Fungsi Madrasah mendorong dan memotivasi anak-anak agar mereka dapat lari dengan cepat.

Keterbatasan fasilitas ataupun  sarana bukan menjadi halangan untuk menjalankan proses pendidikan dengan baik. Terbukti dengan kekurangan fasilitas belajar, MAYASA mampu mengantarkan siswa-siswa sampai angkatan keempat. Jika dibadingkan dengan kondisi pertama kali berdiri di tahun 2012, MAYASA sekarang jauh lebih baik, minimal telah memiliki gedung sendiri walaupun belum bisa menampung seluruh siswa dan sebagian siswa masih belajar di gedung asrama MATASYA.

Pada tahun pertama berdiri, MAYASA belum memiliki gedung sendiri. Target utama siswa baru adalah alumni Madrasah Tsanawiyah Negeri 41 Al Azhar Asy Syarif Indonesia (MATASYA). Karena mereka sudah memahami program al Azhar. Tertampung 21 orang siswa, yang sebagian bukan alumni MATASYA. Proses pembelajaran mulai bulan Juli tahun 2012 dengan fasilitas 2 ruang belajar di lantai 3 gedung MATASYA.

Lalu, apa faktor pendukung sehingga MAYASA bisa berjalan dan bertahan sampai sekarang?

Minimal ada 5 faktor pendukung yang membuat  MAYASA bisa bertahan sampai sekarang dengan segala kekuranganya, yaitu:

1. Dukungan MINASI dan MATASYA

MAYASA tidak akan lepas dari keberadaan MATASYA dan MINASI. Karena ketiganya memiliki keterkaitan secara program dan kurikulum yaitu kurikulum Al Azhar Mesir. Dimana MAYASA tidak bisa berdiri tanpa ada alumni dari MATASYA. Begitu juga MATASYA tidak bisa berdiri tanpa ada alumni dari MINASI. Hal ini sudah menjadi persyaratan dari Al Azhar Mesir.

Artinya MAYASA adalah lembaga pendidikan lanjutan bagi para alumni MATASYA yang ingin melanjutkan program al Azhar Mesir di tingkat Aliyah. Dan MATASYA adalah lembaga pendidikan lanjutan bagi Alumni MINASI yang ingin melanjutkan program Al Azhar Mesir di tingkat Tsnawiyah.

MATASYA berdiri di tahun 2006 setelah MINASI mengeluarkan angkatan pertamanya di tahun 2006. Idealnya MAYASA sudah berdiri di tahun 2009 ketika MATASYA mengeluarkan angkatan pertama di tahun yang sama. Walaupun persiapan pendirian Aliyah sudah lakukan oleh MINASI dan MATASYA di tahun 2009, tapi belum bisa terwujud. Baru di tahun 2012 MAYASA bisa berdiri setelah MATASYA mengeluarkan angkatan ke-4.

 

2. Komitmen Kepala Madrasah dan Guru

Kementerian Agama sudah banyak mengeluarkan program-program pengembangan madrasah dan sedikit yang bisa bertahan. Salah satu yang masih bertahan sampai sekarang adalah Program Madrasah Al Azhar Mesir. Program ini sudah dirintis sejak tahun 2000. Diawali dengan penandatangani MoU antara Kementerian Agama dan Al Azhar Mesir di tahun 1999 tentang izin mendirikan lembaga pendidikan dasar dan menegah Al Azhar Asy Syarif di Indonesia.

Perubahan dan pergantian pejabat struktural di Kementerian Agama tidak mempengaruhi program Al Azhar selama pelaku utama di lapangan yaitu Kepala Madrasah dan Guru punya komitmen menjalankan program Al Azhar dengan baik. Komitmen mereka menjadi kunci utama bertahannya program al Azhar, baik di tingkat Ibtidaiyah, Tsanawiyah, maupun aliyah.

Hal ini telah terbukti ketika pertama kali mendirikan MATASYA dan MAYASA, dimana Strategi pertama yang digunakan ketika mendirikan MAYASA, juga pernah dilakukan waktu mendirikan MATASYA di tahun 2009, adalah melibatkan guru-guru MINASI dan MATASYA dalam proses pembelajaran di MAYASA. Karena mereka yang pernah terlibat di MINASI akan mengetahui visi dan misi program Al Azhar. Sehigga Mereka punya komitmen untuk mengembangkan program Al Azhar. Disamping itu adalah untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap ketiga lembaga tersebut. Ketika sudah terbangun rasa memiliki, maka akan mempermudah koordinasi dan kolaborasi dalam pengembangan madrasah Al Azhar secara bersama.

Selanjutnya

20

Yunandra

Yunandra adalah Identitas seorang Pengawas Madrasah/Konsultan/Praktisi Pendidikan Islam yang memiliki keinginan berbagi dan memberi untuk hidup lebih baik. Adapun kata yunandra berasal dari dua nama yang digabungkan dengan kata “and”. Harapannya adalah Segala kebaikan yang dilakukan menjadi Amal Jariah bagi pasangan juga. Salam Sharing and Giving