Manasik Haji RA Jakarta Selatan

Meningkatkan Yang Baik, Memperbaiki Yang Kurang

Jika telah tuntas Suatu Pekerjaan, Maka Akan terlihat Kekurangannya”. Peribahasa Arab mengandung hikmah yaitu tidak ada sesuatu yang sempurna dalam suatu pekerjaan, kekurangan akan muncul jika suatu pekerjaan telah selesai dilaksanakan. Artinya, kondisi tersebut memberikn kesempatan untuk selalu mengevaluasi dan memperbaiki pada setiap pekerajaan yang telah dilakukan.

IGRA kota Jakarta Selatan telah melaksanakan acara besar, peragaan manasik haji Raudhatul Athfal se Jakarta Selatan, melibatkan lebih dari 7.000 anak-anak raudhatul athfal yang berasal dari 10 kecamatan di Jakarta Selatan.  Kegiatan berjalan selama 3 hari berturut-turut, dari hari Senin, Selasa, dan Rabu, dari tanggal 21 sampai 23 November 2016, Bertempat di Asrama Haji Pondok Gede. Praktek manasik haji merupakan program tahunan Ikatan Guru Raudhatul Athfal.

Sebagai program tahunan, diharapkan setiap tahun ada perubahan dan peningkatan dalam aspek penyelenggaraan dan aspek konten. Sehingga perlu dilakukan evaluasi di akhir kegiatan untuk menemukan kelebihan dan kekurangan kegiatan tahun ini. Evaluasi dilakukan oleh semua pihak, IGRA tingkat kota, IGRA Kecamatan, dan Raudhatul Athfal. Perlu diingat, Evaluasi tidak hanya melihat segi positif dan negatif suatu pekerjaan atau kegiatan, tapi harus dilanjutkan dengan perencanaan tindak lanjut yang akan dilakukan di tahun yang akan datang, dengan cara meningkatan yang positif dan memperbaiki yang negatif.

Dalam tulisan ini, akan memberikan saran sebagai  rambu-rambu pengurus IGRA dan Guru-guru RA dalam melakukan evaluasi kegiatan peragaan manasik haji ra Se Jakarta Selatan. Sistem evaluasinya dengan menggunakan kacamata 8 Standar Nasional Pendidikan, yaitu Standar Kompetensi Lulusan, Standar Isi, Standar Proses, Standar Penilaian, Standar Pengeloalan, Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Standar Sarana Prasarana, dan Standar Pembiayaan.

Kedelapan standar tersebut terbagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok inti terdiri dari Standar Kompetensi Lulusan, Standar Isi, Standar Proses dan Standar Penilaian. Kelompok pendukung terdiri dari Standar Sarana prasarana, standar tenaga, standar pengelolaan, dan standar pembiayaan. Kedua kelompok tersebut digunakan untuk menganalisis dua aspek, yaitu:

A. Konten Ibadah Haji

Manasik haji ditinjau dari empat standar yaitu:

  1. Apakah tujuan manasik haji telah tercapai?
  2. Apakah materi manasik haji sesuai dengan tujuan yang diharapkan?
  3. Apakah proses manasik haji mendukung ketercapaian tujuan manasik haji?
  4. Apakah ada alat ukur yang digunakan untuk mengetahui ketercapaian tujuan?

2. Penyelenggaraan Manasik Haji

Aspek peyelenggaraan tidak terlepas dari 4 standar yaitu sarana prasarana, personalia, pembiayaaan dan sistem pelaksanaannya. Proses manasik haji dianalisis dari keempat standar tersebut. Sebagai bahan evaluasi, bisa mengacu kepada pertanyaan berikut:

  1. Apa kelebihan dan kekurangan sarana prasarana dalam mendukung pelaksanaan manasik haji tahun ini?
  2. Apa kelebihan dan kekurangan personal yang terlibat dalam rangka menyukseskan manasik haji ini?
  3. Apa kelebihan dan kekurangan rencana pembiayaan yang mendukung pelaksanaan manasik haji
  4. Apa kelebihan dan kekurangan sistem pelaksanaan manasik haji.

Hasil evaluasi pelaksanaan manasik haji RA tahun, Pengurus IGRA Kota Jakarta Selatan dapat menyusun sebuah draft rekomendasi perbaikan pelaksanaan manasik haji tahun ini sebagai bahan penyusunan program manasik haji tahun depan. Selanjutnya bisa menyusun rencana tindak secara terencana dan dapat diukur peningkatan setiap tahunnya. Hal ini menunjukan kerja yang tertib administrasi dengan kelengkapan bukti fisik. Terakhir, Pengurus IGRA Kota dapat mensosialisasikan draft rekomendasi dan rencana tindak kepada pengurus IGRA kecamatan dan setiap raudhatul Athaf.

Mudah-mudahan pelaksanaan manasik haji setiap tahun semakin meningkat dan mencapai tujuan yang diharapkan sebagai bagian dari proses pembelajaran bagi anak-anak Raudhatul Athfal.

40