Model Pengembangan Program Unggulan Madrasah

Model Pengembangan Madrasah Berdasarkan Studi Monografi

Tahun 2017, Pusdiklat mengeluarkan laporan tahunan  Pendidikan Agama dan Keagamaan 2016. Salah satu judulnya adalah “Madrasah Bukan Sekolah Biasa”  yang mengungkapkan hasil-hasill studi terkait dengan madrasah-madrasah unggulan. Penelitian tentang madrasah relevan dengan penegasan Menteri Agama bahwa Pendidikan Agama dan Keagamaan merupakan tulang punggun Kementerian Agama. Karenanya, Menteri menekankan agar pendidikan agama dan keagaman menjadi prioritas dan mendapat perhatian serius dan lebih besar.

Laporan hasil Penelitian disusun dalam rangka merekam berbagai dinamika pendidikan agama dan keagamaan, diantaranya memaparkan isu-isu yang perlu diketahui dan direspon oleh publik. (Puslitbang, 2017).

Pada tahun 2010, Puslitbang melalui studi monografi di 20 Madrasah Aliyah Unggulan. Monografi adalah tulisan (karangan, uraian) mengenai satu bagian dari suatu ilmu atau mengenai suatu masalah tertentu. (KBBI) Studi Monografi merupakan jenis laporan  penelitian dimana yang diutamakan adalah pengutaraan interpretasi sementara.

Studi tersebut menghasilkan peta MA unggulan menjadi 5 kelompok, yaitu:

  1. Madrasah Garis Depan Unggulan” yang memiliki keunggulan dengan reputasi tinggi.
  2. “Pacu prestasi Berbasis Tradisi” yang menyeimbangkan perubahan dan kesinambungan (change and continuty) dengan penguasaan sains dan tafaquhfiddin (pendalaman agama).
  3. “Terobosan kaderisasi Perempuan” yang memainkan sumbangsih signifikan dalam mempersiapkan kepemimpinan perempuan unggulan masa depan.
  4. “Wajah Gemilang Andalan Daerah” yang mengidentifikasi dan menjawab tantangan lokal yang berbeda-beda antar daerah.
  5. “Kompetitif Bermodal Inovasi Kreatif” yang mengembangkan madrasah dengan terobosan kreatif khas sehingga survive dan memiliki keunggulan komparatif.

Pada tahun 2014, Puslitbang melalui studi monografi di 22 MTs Unggulan baik Negeri dan Swasta menghasilkan peta MTs Unggulan menjadi 6 kelompok, yaitu:

  1. Unggulan berciri Agama
  2. Inovasi Melayani Masyarakat kota
  3. Responsif Kreatif Tantangan Aktual
  4. Berpijak Tradisi Berkarakter Kemajuan
  5. Pembibiitan Sumber daya Perempuan
  6. Pengautan Soft Power Madrasah.

Ada dua kelompok yang menarik dari hasil studi monografi di MA da MTS yaitu kelompok “terobosan kaderisasi perempuan” di MA dan  kelompok “Pembibitan Sumber Daya Perempuan” di MTS. Keduanya berkaitan dengan perempuan.

Konsep pengembangan madrasah di dua kelompok tersebut tidak hanya menyiapkan kader unggulan di masa depan secara umum, tapi lebih khusus menyiapkan kader kepemimpinan perempuan yang unggul di masa depan.

Hal ini sesuai dengan tantangan yang berkembang saat ini, dimana perempuan mendapatkan posisi dan peran besar untuk berkontribusi di semua bidang. Seperti di bidang politik, Ada UU nomor 7 tahun 2017 yang mewajibkan keterwakilan perempuan 30% di pengurusan partai politik pusat. Madrasah diharapkan mampu menyiap kader-kader perempuan yang siap terlibat di politik.

Pada tahun 2016, Pusat Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Agama dan Keagamaan Badan Penelitian dan Pengambangan dan Pendidikan Dan Pelatihan Kementerian Agama mengeluarkan draft model pengembangan program-program unggulan di madrasah. Draft tersebut merupakan hasil dari pemetaan 21 madrasah aliyah yang dapat dirinci seperti matrik dibawah ini:

 
NO JENIS UNGGULAN PROGRAM* KEGIATAN REFERENSI KETERANGAN
1 Keunggulan dalam Pendidikan Akademi Sains Menjaring bibit unggul peserta olimpiade dan melaksanakan treatment dan pembinaan intensif
Melibatkan perguruan tinggi ternama seperti ITB dan UI untuk pendalaman materi sains
Menjalin kerjasama kemitraan (sister school) dengan Stowe-Monroe Falls High School di Ohio USA
MAN IC Serpong, MAN IC Gorontalo, MAN 3 Malang Program dan Kegiatan Unggulan ini dapat diitegrasikan ke dalam intrakurikuler atau tersendiri dalam ekstrakurikuler   
Riset Melakukan berbagai penelitian ilmiah MAN 2 Jakarta
MAN 2 Kudus
Seni dan Budaya Mengembangkan seni dan budaya berbasis kearifan lokal MAN 2 Jakarta
Bahasa Menjadikan bahasa sebagai sebuah pengetahuan yang dipelajari melalui cabang-cabang ilmu kebahasaan seperti pendalaman nahwu, sharaf, bayan, ma’ani badi MA Raudlatul Ulum Guyangan Pati, MA yang memiliki basis pesantren
2 Keunggulan Bidang Keterampilan Teknologi Informasi Memiliki website, sistem informasi dan e-learning MA Multiteknik Asih Putera  
Bahasa Penguatan bahasa asing sebagai bahasa pengantar dalam KBM dan percakapan sehari-hari MA RIAB Aceh Besar, MAN 3 Malang, MA Raudlatul Ulum Guyangan Pati  
Lifeskill Mengembangkan keterampilan vokasional MAN 1 Model Bukit Tinggi, MAN 3 Palembang  
Enterprenership Menumbuhkan jiwa kewirausahaan

Membangun kemitraan dengan lembaga dan perusahaan

Menghasilkan produk yang memiliki nilai jual

MAN 3 Malang, MA Plus AL Mumtaz Yogyakarta, MA Al Ittifaq Ciwidey Bandung  
3 Keunggulan Bidang Keagamaan Tahfidz Quran Mampu menghafal al Quran sesuai dengan target yang ditentukan MAN IC Gorontalo, MA RIAB Aceh Besar  
Kitab Kuning Membaca dan memahami kitab kuning (kitab klasik) untuk meningkatkan Tafaqquh Fiddin MA Raudlatul Ulum Guyangan Pati, MAN Cipasung Tasikmalaya  
Tafsir Al Quran dan Hadits Mendalami kandungan isi al Quran dan Hadits untuk meningkatkan Tafaqquh Fiddin MA Al Basyariah Bandung  
Qiroah Sab’ah Melatih dan memperdalami tilawah al Qur’an MA Al Falah Nagreg Kab. Bandung  

 

Berdasarkan matrik di atas, Pusdiklat mengelompokan keunggulan madrasah menjadi 5 kategori, yaitu keunggulan di bidang:

  1. Akademik
  2. Bahasa Asing
  3. Tahfidz Al Quran
  4. Kitab Kuning
  5. Ekstrakurikuler

Keunggulan tersebut masih bersifat sebuah program, bukan secara kelembagaan. Mungkin yang bisa dikategorikan keunggulan akademik secara kelembagaan ada pada MAN Insan Cendekia Serpong dan MAN Insan Cendekia Gorontalo. Dimana kedua lembaga tersebut memiliki sistem pendidikan yang menghasilkan prestasi-prestasi di bidang akademik.

Jika keunggulan-keunggulan tersebut menjadi sebuah lembaga, sesungguhnya Kementerian Agama pernah melahirkan beberapa model pengembangan madrasah sesuai dengan 3 bidanag utama, yaitu bidang akademik atau sains, bidang keterampilan, dan keagamaan. Ketiga model pengembangan tersebut yaitu:

  1. Bidang Akademik atau sains muncul dengan Madrasah Model yaitu madrasah yang bertujuan melahirkan Cendekia yang Agamis
  2. Bidang Keagamaan muncul dengan Madrasah Aliyah Program Khusus (MANPK) yaitu madrasah yang bertujuan melahirkan ulama yang Cendekia
  3. Bidang Ketrampilan muncul Madrasah Vokasional (Madrasah Aliyah Kejuruan) yaitu madrasah yang bertujuan melahirkan tenaga terampilan yang agamis.

Ketiga model pengembangan madrasah tersebut tetap ada dengan berbagai istilah baru dan keragaman keunggulan. Yang perlu dijaga bahwa madrasah adalah sekolah umum yang berciri khas Islam. Artinya Madrasah tetap menjaga sisi faktual-historis dan sosiologi madrasah sebagai tempat untuk “Tafaqqah fiddiin”.

 

 

36

Yunandra

Yunandra adalah Identitas seorang Pengawas Madrasah/Konsultan/Praktisi Pendidikan Islam yang memiliki keinginan berbagi dan memberi untuk hidup lebih baik. Adapun kata yunandra berasal dari dua nama yang digabungkan dengan kata “and”. Harapannya adalah Segala kebaikan yang dilakukan menjadi Amal Jariah bagi pasangan juga. Salam Sharing and Giving