Pedoman Penulisan Modul Diklat

Lembaga Administrasi Negara mengeluarkan Format Penulisan Modul Pendidikan dan Pelatihan dengan Peraturan Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Nomor 5 Tahun 2009 tentang Pedoman Penulisan Modul Pendidikan dan Pelatihan.

Realiasi fungsi sebagai Pembinaan, penjaminan mutu dan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan sumber daya aparatur negara, Lembaga Administrasi Negara menjelasakan di pasal 2 bahwa Pedoman ini digunakan sebagai acuan bagi seluruh Lembaga Diklat Pemerintah dalam penulisan penulisan modul pendidikan dan pelatihan.

Modul dibutuhkan dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan Pegawai Negeri Sipili, adapu nmodul itu adalah unit terkecil dari sebuah mata diklat yang dapat berdiri sendiri dan dipergunakan secara mandiri dalam proses pembelajaran.

Seperti dalam konsep dasar, modul dimaksudkan untuk:

  1. Mengatasi keterbatasan waktu, dan ruang peserta diklat
  2. Memudahkan peserta diklat belajar mandiri sesuai kemampuan
  3. Memungkinkan peserta didik untuk mengukur atau mengevaluasi sendiri hasil belajrnya.

Artinya modul dapat menjadi bahan ajar yang dapat digunakan dimana dan kapan saja oleh peserta diklat sesuai dengan kompetensi peserta, bahkan peserta diklat bisa mengukur sendiri hasil belajarnya.

Maka pedoman penulisan modul diklat menjelaskan kriteria modul yang baik adalah:

  1. Dapat dipelajari oleh peserta secara mandiri tanpa bantuan atau seminimum mungkin bantuan dari widyaiswara (self instructuion).
  2. Mencakup deskripsi dan tujuan diklat, batasan-batasan, standar kompetensi yang harus dicapai, kompetensi dasar, indikator keberhasilan peserta, metode rangkuman, latihan-latihan, yang secara keseluruhan ditulis dan dikemas dalam satu kesatuan yang utuh (self contained).
  3. Dapat dipelajari secara tuntas tidak tergantung pada media lain atau tidak harus digunakan bersama-sama dengan media lain (independent).
  4. Memuat alat evaluasi pembelajaran untuk mengukur tingkat kecakapan peserta terhadap modul (self assessedI).
  5. Memiliki sistematika penyusunan yang mudah dipahami dengan bahasa yang mudah dan lugas sehingga dapat dipergunakan sesuai dengan tingkat pengetahuan peserta diklat (user friendly).

Modul yang baik memiliki 5 ciri utama yaitu dapat dipelajari sendiri, kesatuan yang utuh, tidak tergantung media lain, dapat mengukur kompetensi, dan mudah digunakan oleh siapapun sesuai pengetahuanya.

Agar modul memiliki ciri-ciri tersebut, penulisan perlu memperhatikan prinsip-prinsip berikut:

  1. Disusun atas dasar analisis kompetensi yang harus dicapai oleh peserta setelah menguasai modul.
  2. Mematuhi 5 (lima) kriteria modul diklat yang baik.
  3. Disusun secara rasional sesuai dengan tingkat kompetensi yang harus dicapai oleh peserta diklat dalam proses pembelajaran.
  4. Memuat indikator keberhasilan agar peserta diklat dapat mengetahui secara jelas hasil belajar yang menjadi tujuan pembelajaran.
  5. Memuat contoh-contoh dan latihan-latihan yang relevan sehingga peserta diklata dapat menerapkan di lingkungan kerjanya.
  6. Ditulis oleh perorangan atau tim yang ditugaskan oleh pimpinan instansi dengan anggota tidak lebih dari 2 (dua) orang  yang kompeten dalam bidang yang ditulisnya.
  7. Sumber pustaka yang digunakan miminal 5 (lima) referensi, baik dalam bentuk buku atau karya tulis ilmiah, yang tahun penerbitannya tidak lebih10 tahun sebelum modul ditulis.
  8. Acuan dalam bentuk peraturan dan perundangan harus merujuk pada peraturan dan perundangan yang berlaku.
  9. Isi modul garus merupakan bahan yang terkini (up-to-date) sesuai dengan tuntutan perkembangan.
  10. Modul yang disusun harus mengacu pada kurikulum diklat dan digunakan dalam suatu program diklat.
  11. Penulisan modul harus pada kaidah penulisan karya tulis ilmiah sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Kepala Lembaga Administrasi Nomor 9 tahun 2008 tentang Pedoman Penyusunan Karya Tulis Ilmiah Bagi Widyaiswara.

Prinsip-prinsip  di atas menguatkan bahwa penyusan modul tidak bisa lepas dari tiga hal utama yaitu kurikulum, peraturan yang berlaku, dan penulisan ilmiah. Artinya modul disusun berdasarkan kurikulum yang telah ditetapkan sesuai dengan perundangan yang berlaku dan penulisan ilmiah.

Maka Pedoman ini yang ditetapkan oleh PerKapLAN menjelaskan bahwa format penulisan Modul adalah

A. Halaman sampul

  1. Judul Modul
  2. Nama Diklat
  3. Nama Penulis Modul
  4. Nama Instansi, kota dan tahun penyusuna modul

B. Kata Pengantar
(dapat berfungsi sebagai lembar pengesahan) Kata pengantar berisi antara lain tentang ruang lingkup modul serta kaitan antar kompetensi yang ingin dicapai.
Kata pengantar dapat dibuat dan ditanda tangani oleh pimponan lembaga diklat modul.

C. Daftar Isi
Memuat isi modul disertai dengan nomor halaman

D. Daftar Informasi Visual
Meliputi judul tabel gambar, grafik, diagram yang terdapat pada modul

E. Daftar Lampiran
Memuat lampiran-lampiran yang berfungsi untuk memperjelas konsep dalam modul.

F. Petunjuk Penggunaan Modul
Memuat langkah-langkah penggunaan modul yang disajikan secara sistematis.

G. Pendahuluan
Pendahuluan dalam modul harus dapat membantu peserta didik dengan menyajikan informasi mengenai pendidkan dan pelatihan yang akan diikuti dalam mpdil. Hal-hal yang termuat dalam pendahuluan meliputi:

  1. Latar belakang beriisi antara lain tentang hal-hal berikut:
    a. Alasan penulisan modul
    b. Kaitan modul yang ditulis dengan pengalaman peserta diklat
    c. Kegunaan modul tersebut dengan lingkup pekerjaan peserta diklat
    d. Keterkaitan dengan modul-modul lain dalam satu rumpun diklat yang sama apabila dalam diklat tersebut terdapat modul lebih dari satu.
  2. Deskripsi singkat
    Penjelasan singkat tentang nama dan ruang lingkup isi modul. Deskripsi dingkat disajikan dalam satu atau dua paragraf yang berisi tentang maksud penulisan modul serta lingkup materi yang akan dibahas dengan tujuan untuk menstimulus, mendorong, merangsang berpikir peserta diklat. Dengan membaca sdeskripsi singkat modul peserta diklat akan memiliki gambaran menyulur tentang seluruh modul yang disajikan.
  3. Tujuan Pemblejaran
    Kompetensi dasar dan indikator keberhasilan yang diharapkan setelah peserta didik mempeajari modul
  4. Materi Pokok dan Sub Materi Pokok
    Berisi tentang materi pokok yang dibahas di dalam modul serta penjabaran ke dalam sub materi pokoknya.

H. Materi Pokok 1

  1. Judul
  2. Indikator Keberhasilan
  3. Uraian dan Contoh (termasuk Sub Materi Pokok)
  4. Latihan
  5. Rangkuman
  6. Evaluasi Materi Pokok 1
  7. Umpan Balik dan Tindak Lanjut

I. Materi Pokok 2

  1. Judul
  2. Indikator Keberhasilan
  3. Uraian dan Contoh (termasuk Sub Materi Pokok)
  4. Latihan
  5. Rangkuman
  6. Evaluasi Materi Pokok 1
  7. Umpan Balik dan Tindak Lanjut

J. Materi Pokok 3 dan seterusnya

K. Penutup
Bab Penutup berisi tentang evaluasi kegiatan belajar, umpan balik, dan tondak lanjut serta kunci jawaban.

L. Kunci Jawaban
Berisi jawaban atas kata kunci dari jawaban setiap butis pertanyaan yang terdapat d dalam modul

M. Daftar Pustaka
Memuat referensi yang digunakan dalam menulis modul

N. Glosari
Merupakan penjelasan kata dalam Bahasa Indoensia dan sinonimnya dalam Bahasa Inggris dan sebaliknya.

Semoga dengan adanya pedoman penulisan modul pendidikan dan pelatihan, Lembaga Pendidikan dan Pelatihan dapat meningkatkan kualitas diklatnya.

Sumber : PerkaLAN no. 5 Tahun 2009 Tentang Pedoman Penulisan Modul Diklat

112

Yunandra

Yunandra adalah Pengawas Madrasah/Konsultan/Praktisi Pendidikan Islam yang ingin berbagi dan memberi untuk hidup lebih baik. Kata yunandra merupakan dua nama digabung dengan kata “and”. Harapannya segala kebaikan yang dilakukan menjadi Amal Jariah berdua.