Workshop Kurikulum 2013 di KKMI Tebet

Pengantar Workshop Kurikulum 2013 di KKMI Tebet

Kurikulum 2013 telah berjalan hampir enam tahun. Kurikulum mengalami beberapa kali penyempurnaan. Terakhir terkait dengan kompetensi inti (KI) dan kompetensi dasar (KD) yang ditetapkan dengan permendikbud nomor 37 tahun 2018, bersamaan dengan memasukan Teknologi Informasi sebagai mata pelajaran.

Pada tahun pelajaran 2019-2020, Kementerian Agama menetapkan kurikulum 2013 dilaksanakan di semua jenjang pendidikan Madrasah. Setelah impelementasi kurikulum 2013 dilaksanakan secara bertahap dimulai dari kelas 1 dan kelas 4, kemudian dilanjutkan dengan kelas 2 dan kelas 5, dan terakhir kelas 3 dan kelas 6.

Setiap madrasah merespon pemberlakuan kurikulum 2013 dengan mengadakan pelatihan dan pembimbingan, baik dilaksanakan secara mandiri, maupun di kelompok kerja madrasah (KKM).

Madrasah Ibtidaiyah yang tergabung di KKMI Tebet menyiapkan diri dengan mengadakan workshop kurikulum 2013 bagi semua guru dari kelas 1 sampai kelas 6. Tahun pelajaran 2019-2020, Seluruh Madrasah di Kecamatan Tebet akan menerapkan kurikulum 2013 dari kelas 1 sampai kelas 6. Tahun pelajaran sebelumnya, kurikulum 2013 diterapkan hanya di kelas 1 dan 4 karena

Pelatihan ini dinamakan workshop karena bertujuan menghasilkan suatu produk. Sistem workshop dibagi menjadi dua kelas yaitu kelas bawah terdiri dari guru kelas 1, 2, dan 3. dan kelas atas terdiri dari guru kelas 4, 5, dan 6.

Kegiatan Workshop Kurikulum 2013 dilaksanakan selama 2 hari bertempat di MI YASDA (yayasan Darus Sa’adah). Pertemuan 2 hari tidak mampu untuk menyiapkan guru-guru agar mampu memahami dan menerapkan dengan baik. Maka kegiatan workshop ini bisa dikatakan baru pengantar kurikulum 2013.

Dengan keterbatas waktu, sebagai pemateri tunggal dan juga pengawas pembina di KKMI Tebet, perlu menentukan materi yang penting perlu diketahui oleh para guru. Materi tersebut akan menjadi pengantar bagi guru untuk mengkaji lebih dalam dan lebih praktis di kegiatan berikutnya. Kegiatan lanjutannya akan diadakan di setiap madrasah dengan bimbingan pengawas madrasah.

Point-point penting yang disampaikan pada saat workshop sebagai berikut:

1. Perkenalan

Workshop ini merupakan pertemuan pertama dengan para guru-guru madrasah setelah mendapat surat tugas menjadi pengawas madrasah di wilayah kecamatan Tebet. Memperkenalkan diri sebagai pengawas madrasah yang baru dan memiliki tugas melakukan pembinaan, pembimbingan, dan pelatihan. Agar ketika datang ke madrasah bisa dikenal dan diterima oleh semua pihak madrasah.

Walaupun madrasah diharapkan selalu menyambut semua tamu, baik yang dikenal maupun tidak, baik yang berpakaian jas maupun pakaian sederhana. Kadang-kadang, penyambutan berbeda dengan hanya melihat penampian, khususnya pakaian. Seperti sebuah istilah

اللباس يكرم قبل الجلوس
, والعلم يكرم بعد الجلوس

Berpakaian dihormati sebelum duduk, sedang Ilmu dihormati setelah duduk

Untuk menghindari penyambutan yang berbeda, madrasah perlu menyusun standar operasional prosedur (SOP) penerima tamu. Agar bisa memberikan kesan yang baik tentang madrasah.

2. Motivasi

Sebagai motivasi diawal workshop, ada dua hal yang disampaikan yaitu

  1. Selalu mendoakan peserta didik karena doa guru akan mempermudah peserta didik menerima ilmu yang akan guru sampaiakan. Terlebih doa orang tua akan selalu menyertai kehidupan anak-anaknya.
  2. Selalu bersemangat mendidik peserta didik, terutama ilmu-ilmu yang bermanfaat karena anak akan menggunakan ilmu tersebut sampai besar. Ketika anak-anak masuk kelas 1 belum bisa membaca, kemudian mereka bisa membaca setelah diajar oleh guru kelas, maka pahala “ilmu yang bermanfaat” akan mengalir terus ke gurunya.

3. Kecakapan abad 21

Kebutuhan terhadap penyiapan generasi yang memiliki kecapakan abad 21 menjadi alasan penyempurnaan kurikulum nasional. Kemudian merubah nama kurikulum 2006 menjadi kurikulum 2013. Tahun yang disebut setelah kurikulum merupakan tahun ditetapkannya kurikulum tersebut.

Adapun kecakapan abad 21 yang dikembangkan di kurikulum 2013 yaitu:

a. Pendidikan Karakter

Pendidikan karakter dibutuhkan untuk menjawab pertanyaan “Bagaimana menghadapi lingkungan yang terus berubah?”. Ketika lingkungan terus berubah maka dibutuhkan kualitas karakter, seperti Iman & taqwa, Cinta tanah air, Rasa ingin tahu, Inisiatif, Gigih, Kemampuan beradaptasi, Kepemimpinan, Kesadaran sosial dan budaya, dan yang lainnya.

Karakter dapat dibagi menjadi dua yaitu karakter moral dan karakter kinerja. karakter moral yang dapat ditumbuhkan, seperti kejujuran, ketakwaan, sopan dan santun, serta tatakrama. Sedangankan karakter kinerja seperti, kerja keras, tangguh, tuntas, ulet, dan rajin. (www.kemdikbud.go.id)

Gerakan pendidikan karakter dikenal dengan nama Penguatan Pendidikan karakter (PPK). PPK mengenalkan lima nilai utama pendidikan karakter yaitu religiusitas, nasionalisme, mandiri, gotong royong, dan integritas.

Baca :
1. 6 Mata Pelajaran Pembentuk Karakter Anak
2. Prinsip Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa
3. Metode Internalisasi Pendidikan Agama Islam

b. Kompetensi

Kompetensi dibutuhkan untuk menjawab pertanyaan “Bagaimana  mengatasi tantangan yang kompleks?”. Ada 4 kompetensi yang dibutuhkan di abad 21 yang dikenal dengan 4C atau 4K yaitu

  1. Communication (Komunikasi) yaitu pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami (KBBI). Artinya Kompetensi komunikasi merupakan kemampuan mentransfer sebuah pesan baik secara lisan maupun tulisan agar dapat dipahami.
  2. Collaborative (kolaborasi) yaitu kerja sama, bersinergi, beradaptasi dalam berbagai peran dan tanggungjawab;
  3. Critical Thinking atau Problem Solving  (berpikir kritis dan Pemecahan masalah) yaitu kemampuan untuk memahami masalah yang sulit, menghubungkan informasi satu dengan informasi lain, kemudian melahirkan berbagai perspektif, dan menemukan solusi dari suatu permasalahan
  4. Creativity (kreatif) yaitu kemampuan untuk mengembangkan, melaksanakan, dan menyampaikan gagasan-gagasan baru kepada yang lain.

Baca:
1. 2 Mitos Kecerdasan Otak
2. 8 Cara Mencerdaskan Bayi

c. Literasi

Literasi dibutuhkan untuk menjawab pertanyaan “Bagaimana  menerapkan keterampilan inti untuk kegiatan sehari-hari?”. Literasi dasar terdiri dari 6 literasi, yaitu:

  1. Literasi  Bahasa dan Sastra
  2. Literasi Numeracy (Berhitung)
  3. Literasi Sains
  4. Literasi Digitall
  5. Literasi Keuangan
  6. Literasi Budaya dan Kewarganegaraan

4. Taxonomy Bloom

Tujuan pendidikan terdiri dari 3 domain yaitu pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Menurut Kurikulum 2013, Standar kompetensi lulusan terdiri dari Sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Kemudian 3 kompetensi tersebut dikembangkan menjadi 4 kompetensi inti (KI) yang terdiri dari sikap spritual, sikap sosial, pengetahuan, dan keterampilan.

Kompetensi Inti diturunkan menjadi Kompetensi Dasar (KD). Dimana kompetensi Dasar mengandung dua unsur yaitu unsur kata kerja kompetensi dan unsur materi pokok.

Untuk mengukur kata kerja kompetensi dimensi pengetahuan dapat melihat Taxonomy Bloom hasil revisi Andersen, dimana tahapan berpikir pengetahuan yaitu

  1. Mengingat (Cognitive 1 / C1)
    Mengingat yaitu mengambil pengetahuan yang relevan dari memori jangka panjang, seperti mengenali (mengidentifikasi), dan mengingat (mengambil)
  2. Memahami (Cognitive 2 / C2)
    Memahamai yaitu Bangun makna dari pesan instruksional, termasuk komunikasi lisan, tertulis, dan grafik, seperti menafsirkan, mencontohkan, mengklasifikasikan, meringkas, menyimpulkan, membandingkan, menjelaskan.
  3. Menerapkan (Cognitive 3 / C3)
    Menerapkan yaitu melaksanakan atau menggunakan prosedur dalam situasi tertentu, sepertin Executing (melaksanakan) dan Implementing (melaksanakan)
  4. Menganalisis (Cognitive 4 / C4)
    Menganalisis yaitu memecah material menjadi bagian-bagian penyusunnya dan menentukan bagaimana bagian-bagian tersebut saling berhubungan satu sama lain dan dengan keseluruhan struktur atau tujuan, seperti membedakan, mengatur, mengaitkan.
  5. Menilai (Cognitive 5 / C5)
    Menilai yaitu membuat penilaian berdasarkan kriteria dan standar, seperti memeriksa, dan mengkritik
  6. Mencipta (Cognitive 6 / C6)
    Mencipta yaitu menyatukan elemen-elemen untuk membentuk keseluruhan yang koheren atau fungsional, menata ulang elemen-elemen ke dalam pola atau struktur baru, seperti menghasilkan, merencanakan, memproduksi.

Diakhir kegiatan, para peserta menerapkan pemahaman tahapan berpikir dalam menganalisis kompetensi dasar dengan menggunakan google spreadsheet.

Baca : Cara Menulis dua baris atau Paragraf di satu Sel Excel

95

Yunandra

Yunandra adalah Pengawas Madrasah/Konsultan/Praktisi Pendidikan Islam yang ingin berbagi dan memberi untuk hidup lebih baik. Kata yunandra merupakan dua nama digabung dengan kata “and”. Harapannya segala kebaikan yang dilakukan menjadi Amal Jariah berdua.