Pelepasan Siswa Madrasah Miftahul Umam Tahun 2016

pengawas-madrasah-3-wisuda-madrasah-miftahul-umam

PENTINGNYA KYAI DI MADRASAH

Sabtu, 4 Juni 2016. Yayasan Miftahul Umam menyelenggarakan wisuda siswa-siswi yang lulus dari madrasah-madrasah yang dikelolanya. Madrasah tersebut terdiri dari Madrasah Diniyah, Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah. Pada tahun ini, Yayasan Miftahul Umum meluluskan sebanyak 270 siswa dan siswi dari 4 jenjang pendidikan. Lulusan terbanyak berasal dari tingkat madrasah Tsanawiyah dengan jumlah 100 siswa-siswi.

Acara pelepasan tahun ini, Yayasan Miftahul Umam mengangkat tema “Amalkan Ilmu Yang Engkau Peroleh, Tebarkan Kebaikan Dan Tunjukkan Akhlak Yang Karimah”. Tiga kompetensi yang diharapkan menjadi ciri alumni madrasah miftahul umam yaitu mampu beramal, mampu menebarkan, dan mampu menunjukan.

Biasanya, Yayasan Miftahul Umam menyewa gedung serba guna untuk acara pelepasan siswa-siswinya agar dapat menampung semua siswa dan tamu undangannya. Tapi tahun ini, Panitia mendisain lapangan madrasah menjadi tempat yang layak untuk acara pelepasan   karena gedung yang biasa disewa sudah penuh. Adapun gedung yang lain tidak disewakan karena dipersiapkan untuk Ramadhan.

Hadir dalam cara wisuda para tamu undangan antara lain Bapak Dhany Sukma, Camat Cilandak, Ibu Fauziah Chazali, Lurah Pondok Labu, Shadirin, Kabid Pendidikan Madrasah Kanwil Kementerian Agama DKI Jakarta, Ma’adroji, Pengawas madrasah Tsanawiyah dan Aliyah, serta orangtua siswa yang diwisuda dan didampingi oleh para pengurus yayasan Miftahul Umam.

Selama mengikuti rangkaian acara dari awal, ada beberapa catalan penting yang diambil sebagai pelajaran, baik untuk yayasan Miftahul Umam, maupun yayasan pendidikan Islam lainnya yang mengelola beberapa jenjang pendidikan madrasah seperti Yayasan Miftahul Umam.

1. Ghazul Fikri dan Proxi war

Istilah ini diungkapkan oleh Camat Cilandak, Dhany Sukma, ketika memberikan sambutan. Beliau menegaskan akan bahaya proxy war dan Ghazul Fikir bagi umat Islam. Menurut istilah, Proxy war atau perang proxy adalah perang yang terjadi ketika lawan menggunakan pihak ketiga sebagai pengganti berkelahi satu sama lain secara langsung. Sehinga tidak dapat dikenal dengan jelas siapa kawan dan siapa lawan, dan musuh mengendalikan aktor lain dari jauh.

Proxy war merupakan perang masa kini yang terjadi di beberapa aspek kehidupan, aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial dan aspek lainnya. Indikasi adanya Proxy War diantaranya Gerakan separatis, Demonstrasi massa dan Bentrok antar kelomppok. Sehingga lembaga pendidikan, termasuk pendidikan Islam seperti madrasah, diharapkan mampu mempersiapkan generasi yang siap menangkal dan menghadapi tantangan tersebut.

2. CBT (Computer Base Test)

Computer Base test atau Tes berbasis Komputer adalah pelaksanaan ujian nasional yang menggunakan komputer. Pada tahun ini, CBT diterapkan di beberapa sekolah umum termasuk beberapa madrasah. Persyaratan utamanya adalah madrasah yang lab komputer dan sarana pendukungnya

Menurut Kabid Pendidikan Madrasah, bahwa CBT memberikan manfaat yang besar dalam penyelenggaraan ujian nasional, terutama memangkas proses penyaluran naskah-naskah soal. Sehingga jika Program CBT diterapkan ke semua sekolah/madrasah, maka madrasah-madrasah yang belum siap sarana komputernya memiliki beberapa alternatif,  yaitu:

  1. meminta bantuan para orang tua siswa yang memiliki komputer baik desktop maupun laptop untuk meminjamkannya ke Madrasah selama 15 hari, kemudian madrasah akan mensetting komputer tersebut agar dapat digunakan untuk ujian.
  2. menumpang di madrasah terdekat yang memiliki fasilitas CBT.

Dalam pelaksanaannya, beberapa kemungkinan perlu dipikirkan dan dipersiapkan sebelumnya, yaitu

  1. Gangguan teknis seperti pemadaman listrik atau komputer tidak berfungsi. Hal ini perlu diantisipasi sebelum pelaksanaan, seperti penyediaan genset sebagai antisipasi listrik mati, dan komputer cadangan sebagai antisipasi komputer yang tidak aktif serta perlu disediakan teknisi komputer.
  2. Biaya transportasi siswa yang menumpang di madrasah lain. Problem ini biasanya bagi madrasah yang perlu bantuan.
  3. Kemampuan siswa mengoperasikan komputer dan cara menjawab pertanyaan, terutama madrasah ibtidaiyah. Kompetensi siswa perlu di perhatikan sebelumnya karena akan menghambat proses ujian dan menghilangkan esensi ujian yaitu menguji pengetahuan siswa, bukan menguji kompetensi siswa dalam menggunakan komputer. CBT adalah sarana atau alat ujian bukan yang diujikan.
  4. Kapasitas Madrasah yang menjadi tempat menumpang madrasah-madrasah lain. Hal ini perlu dipertimbangkan sebelum dilaksanakan. Bahkan perlu pemetaan madrasah yang mampu melaksanakan sendiri dan madrasah yang tidak bisa. Karena mayoritas madrasah berstatus swasta. Mereka mengandalkan dari kemampuan orang tua siswa. Dengan pemetaan, dapat mengukur jarak antar madrasah dan waktu pelaksanaan.

3. Madrasah Diniyah Takmiliyah

Madrasah Diniyah atau  MD secara lengkap adalah Madrasah Diniyah Takmiliyah. Kenapa disebut Takmiliyah, menurut Kabid. Pendidikan Madrasah, Takmiliyah berasal dari kata kammala, yukammila, takmillan, takmilatan, artinya menyempurnakan. Maka madrasah diniyah takmiliyah adalah lembaga pendidikan keagamaan yang menyempurnakan pendidikan yang lain. Sehingga kegiatan pembelajaran Madrasah Diniyah Takmiliyah diselenggarakan di siang hari sampai sore setelah mengikuti pembelajaran pagi hari di pendidikan umum.

Secara hukum, Madrasah Diniyah Takmiliyah telah menjadi bagian dari sistem pendidikan nasional yang dikategorikan sebagai pendidikan non formal berdasarkan Undang-undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Di dalam Struktur organisasi kementerian Agama, Madrasah Diniyah Takmiliyah dibawah binaan Direktorat Pendidikan Pondok Pesantren dan madrasah Diniyah bukan direktorat pendidikan madrasah. Kedua direktorat tersebut merupakan bagian dari Direktorat Jenderal Pendidikan Islam.

4. Penambahan Materi Agama

Madrasah memiliki ciri khusus yaitu penambahan Materi Keagamaan.  Dimana madrasah menambah 5 mata pelajaran yaitu Al-Quran Hadits, Fikih, Aqidah Akhlak, Sejarah Kebudayaan Islam, dan Bahasa Arab, dengan jumlah alokasi waktu 10 jam pelajaran per minggu. Hal ini berbeda dengan pendidikan umum yang mengajarkan badang studi pendidikan agama Islam dengan alokasi waktu 3 jam per minggu.

5. Tahfidz Alquran

Tahfidz Al Quran merupakan program unggulan kanwil  Kementerian Agama DKI Jakart. Materi ini termasuk muatan lokal wajib diajarkan di semua tingkat madrasah, madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, dan madrasah Aliyah. Diharapkan, Siswa-siswa madrasah memiliki kemampuan menghapal al Quran dengan baik.

6. Kurikulum Khusus

Yayasan Pendidikan Miftahul Umam disarankan oleh Kepala Bidang Pendidikan Madrasah memiliki kurikulum khusus, selain kurikulum yang telah ditetapkan oleh Pemerintah lewat peraturan Menteri Agama. Kurikulum tersebut dikembangkan secara mandiri yang diterapkan di semua jenjang pendidikan madrasah. Kurikuluk tersebut merupakan kurikulum terpadu yang memiliki ciri berkelanjutan, dan berkesinambungan.

Dengan memiliki Kurikulum Khusus yang terpadu, diharapkan siswa-siswi yang lulusan dari Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Umam merasa tidak lengkap kalau tidak melanjutkan di madrasah tsanawiyah Miftahul Umam. Begitu juga, Siswa-siswi yang lulusan dari Madrasah Tsanawiyah Miftahul Umam merasa butuh untuk menyemprnakannya di Madrasah Aliyah Miftahul Umam.

7. Sosok Kyai

Kyai adalah pusat daya tarik orang tua memilih madrasah sebagai tempat mendidik anaknya. Ungkapan tersebut disampaikan oleh perwakilan orang tua yang lulus tahun ini. Beliau menjelaskan alasan memilih madrasah Miftahul Umam karena Yayasan Miftahul Umam memiliki sosok Kyai yang dinyakini akan bangun di malam hari untuk mendoakan anak didiknya.

Jika melihat sejarah pendidiikan Islam di Indonesia, Madrasah merupakan embrio dari Pesantren. Walaupun embrio, madrasah dan pesantren tetap berkembang sampai sekarang dengan ciri khasnya masing-masing. Madrasah memiliki 4 Karakteristik yaitu  madrasah berbasis masyarakat, berbasis sekolah, tafaqqahu fiddiin, dan mobilasi umat. Sedangkan ciri pesantren  yaitu kyai, santri, kitab kuning, pondok, dan masjid.

Kedepan, Madrasah perlu mengembangkan dan memodifikasi kelima ciri khas pesantren. Terutama sosok Kyai yang dikenal dengan ketinggian ilmuanya, kerendahan hatinya, keihlasan niatnya. Sosok kyai terwakili  di dalam diri  para pengelola dan pendidik di Madrasah.  Sehingga pantas isitilah yang ditegaskan oleh para Kyai

At-Tariqah Ahamu min al-Maadah Wa al-Mudaris Ahammu min at-Thariqah

Metode lebih Penting dari Materi, dan Guru lebih Penting dari Metode

62

Related posts