Sosialisasi Kurikulum 2013 di MI Emiratte Al Mushonnif

Pemetaan KD dalam Pembelajaran Tematik Terpadu di MI

Pola pemetaan kurikulum 2013 menjadi materi utama ketika Sosialisasi Kurikulum 2013 di kegiatan Rapat Kerja Guru-guru MI Emirattes Al Mushonnif Islamic School (EAMIS) tahun pelajaran 2018-2019. Sosialisasi tersebut ditindaklanjuti dengan pelatihan yang dilaksanakan secara bertahap dengan jeda waktu satu minggu dengan harapan, para guru dapat menerapkan setiap materi yang didapat dalam pelatihan, kemudian dievaluasi di pertemuan berikutnya.

Madrasah Ibtidayah Emirattes Al-Mushonnif berlokasi di kecamatan Kebayoran Baru. Berdiri tahun 2010. Madrasah ini menambah anggota Kelompok Kerja Madrasah (KKM) Ibtidayah Kecamatan Kebayoran Baru menjadi 3 MI. Dua madrasah lagi yaitu MI Falahiyah dan MI Nurul Huda.

Langkah pertama di dalam pelatihan adalah memahami kompetensi dasar (KD). Permendikbud No. 24 tahun 2016 tentang Kompetensi Inti Dan Kompetensi Dasar Pelajaran Pada Kurikulum 2013 Pada Pendidikan Dasar Dan Pendidikan Menengah pasal 2 ayat 2 menjelaskan bahwa Kompetensi dasar merupakan kemampuan dan materi pembelajaran minimal yang harus dicapai peserta didik untuk suatu mata pelajaran pada masing-masing satuan pendidikan yang mengacu pada kompetensi inti.

Artinya Kompetensi Dasar (KD) mengandung dua unsur yaitu kemampuan dan materi pembelajaran. Keduan unsur tersebut perlu dipahami oleh guru-guru. Maksud dipahami adalah minimal guru mengetahui jumlah kompetensi dasar mata pelajaran yang diampunya. Setelah itu memahami kedua unsur KD yaitu Kemampuan atau tingkat kompetensi dan materi pelajarannya.

Kegiatan selanjutnya, guru menganalisis keterkaitan antara Standar Kompetensi Lulusan (SKL), Kompetensi Inti (KI), dan Kompetensi Dasar (KD). Lalu guru diharapkann mampu menyusun Indikator Pencapaian Kompetensi dan mengembangkan materi pembelajaran.

Selain itu, Pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah menggunakan pembelajaran tematik terpadu. Tematik terpadu adalah menghubungan berbagai disiplin ilmu dalam bentuk keterpaduan yang  disatukan oleh tema.

Manfaat pembelajaran tematik terpadu adalah memberikan pengalaman yang bermakna bagi peserta didik, karena saat perserta didik memahami berbagai konsep dapat melalui pengalaman langsung dan menghubungkan dengan konsep lain yang telah dikuasai sebelumnya.

Salah satu tujuan pembelajaran tematik terpadu bagi guru adalah dapat menghemat waktu karena mata pelajaran yang disajikan secara terpadu dapat dipersiapkan sekaligus dan diberikan dalam 2 dan 3 pertemuan bahkan lebih dan atau pengayaan.

Sebelum dikeluarkan buku siswa dan buku kurikulum 2013, Guru dan lembaga pendidikan harus menyusun sendiri pembelajarna tematik dengan langkah menghubungan kompetensi-kompetensi dari setiap materi pelajaran, kemudian memilih tema yang cocok.

Proses ini sering menjadi kendala ketidakberhasilan pembelajaran tematik, karena ketidaksiapan pembelajaran yang menggunakan tema terpadu, walaupun telah diperkenalkan model-model pembelajaran tematik. Seperti Model pembelajaran terpadu yang sering digunakan adalah The Webbed Model (Model jaring laba-lab) dan The Integreted Model (Model Terpadu).

Sejak dikeluarkan kurikulum 2013, Pemerintah menerbitkan buku tematik bagi siswa dan buku pegangan bagi guru. Hal ini membantu guru menerapkan pembelajaran tematik dengan cara menggunakan buku tematik tersebut. Walaupun buku-buku tematik tersebut bukan sesuatu yang wajib, tapi guru bisa mengembangkannya.

Kendala di sekolah, dengan disiapkan buku siswa dan buku guru dengan menggunakan buku tematik, guru menjadi lebih fokus kepada penyampaian tema-tema yang ada di buku, dan melupakan kompetensi dasar-kompetensi dasar yang harus dicapai oleh peserta didik. Oleh karena itu, guru perlu melakukan pemetaan kompetensi-kompetensi di setiap tema sampai sub tema yang ada di buku siswa dan buku guru.

 

Tabel Pemetaan KD

Mata Pelajaran

KD

Tema 1

Tema 2

ST-1

ST-2

ST-3

ST-4

ST-5

ST-1

ST-2

ST-3

ST-4

ST-5

Matematika

3.1

V

 

 

 

 

 

V

 

 

 

3.2

 

v

 

 

 

 

 

 

 

 

3.3

 

 

 

 

 

 

 

V

 

 

dst

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

B. Indonesia

3.1

V

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3.2

 

 

 

 

 

 

 

 

V

 

3.3

 

V

 

 

 

 

V

 

 

 

dst

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PPKN

3.1

v

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3.2

 

V

 

 

 

 

 

 

 

 

3.3

 

 

 

 

 

 

 

v

 

 

dst

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Hasil pemetaan tersebut dapat dijadikan acuan penyusunan program tahunan dan program semester. Karena berbeda antara pembelajaran berbasis tematik terpadu dengan pembalajaran berbasis mata pelajaran dalam penyusunan program tahunan dan program semester.

Program tahunan atau program semester yang menggunakan pembalajaran berbasis materi pelajaran cukup menuliskan kompetensi dasar-kompetensi dasar materi pelajaran tersebut. Sehingga guru bisa fokus mencapai kompetensi dasar berdasarkan waktu yang tersedia.

Sedangkan dalam pembelajaran tematik terpadu, Program tahunan dan program semester tertulis tema-tema yang akan dipelajari. Sehingga guru-guru tidak akan mengetahui KD-KD yang harus dicapai jika tidak melakukan pemetaan KD-KD dulu yang masuk suatu tema atau subtema.

Maka hasil yang diharapkan dari tindaklanjut sosialisasi kurikulum 2013 di Madrasah Emiratte Al Mushonnid adalah Pemetaan KD setiap kelas, dan program tahunan, serta program semester. Ketiganya memerlukan waktu untuk menyelesaikannya. Dan diharapkan selesai sebelum tahun pelajaran baru dimulai.

 

 

 

Sumber:

  1. Permendikbud No. 24 tahun 2016 tentang Kompetensi Inti Dan Kompetensi Dasar
  2. Panduan Pembelajaran Tematik Terpadu Sekolah Dasar
  3. Materi Pelatihan Kurikulum 2013 bagi Guru tahun 2018.

37

Yunandra

Yunandra adalah Pengawas Madrasah/Konsultan/Praktisi Pendidikan Islam yang ingin berbagi dan memberi untuk hidup lebih baik. Kata yunandra merupakan dua nama digabung dengan kata “and”. Harapannya segala kebaikan yang dilakukan menjadi Amal Jariah berdua.