Pengawas RA : Lepas Sambut Pengawas PAIS Dan RA

Acara Lepas Sambut Pengawas RA Keb. Baru dan Keb. Lama

Lepas sambut dalam proses peralihan tugas memberikan nuansa haru.  Kerjasama dan interaksi positif selama bertugas menjadi alasan kuat beratnya suatu peralihan. Gambaran ini nampak pada acara pelepasan pengawas RA lama ke pengawas RA yang baru di kecamatan Kebayoran lama dan kebayoran baru.

IGRA kebayoran Baru dan Kebayoran Lama menggagas acara lepas sambut ini dalam rangka menghormati perhatiaan dan pembinaan pengawas RA. Acara ini bertempat di RA yang berlokasi di daerah Bintaro.

Proses peralihan ini merupakan konsekuensi dari terbitnya peraturan menteri agama atau PMA no. 2 tahun 2013 tentang Pengawas madrasah dan Pengawas Pendidikan Agama Islam kemudian dirubah dengan PMA no. 31 tahun 2013. PMA ini menjelaskan pemisahan antara pengawas ra/madrasah dan pengawas pendidikan agama Islam. Selama ini para pengawas kementerian agama berperan ganda yaitu sebagai pengawas ra/madrasah dan pengawas PAI pada sekolah umum.

Konsekuensi pemisahan tersebut terjadi kekurangan personel pengawas ra dan madrasah ibtidaiyah. Jumlah pengawas kementerian agama yang sedikit menjadi lebih sedikit ketika harus dipisah antara pengawas ra/madrasah dengan pengawas PAI.

Pada acara lepas sambut di bintaro, IGRA kebayoran lama dan baru melepas 4 pengawas ra karena menjadi pengawas pais dan mendatangkan seorang pengawas ra. pengawas ra tersebut adalah H. Supardan dan Hikmaniyah yang sebelumnya menjadi pengawas ra di kebayoran lama. sedangkan pengawas ra yang lain adalah Fitrima Suarni dan Nurfawati yang bertugas di Kebayoran baru.

Setelah melepas jabatan sebagai pengawas ra, keeempat pengawas  tetap bertugas di kecamatan Kebayoran baru dan Kebayoran Lama akan tetapi khusus membina guru-guru agama Islam di Sekolah Dasar.

Pengawas ra baru yang akan menangani kedua kecamatan tersebut hanya satu orang, karena kondisi personil pengawas ra / madrasah se Jakarta Selatan berjumlah 2 orang yang harus menangani 10 kecamatan.

Pada sesi perkenalan, Pengawas RA baru menjelaskan sebab terjadinya pemisahan antara pengawas ra/madrasah dan pengawas pendidikan agama Islam. dilanjutkan dengan perkenalan riwayat pekerjaan dan pendidikan.

“pengawas ra adalah bukan atasan yang selalu mengawasi dan mencari kesalahan guru-guru ra, tapi menjadi partner atau rekan bagi guru-guru RA.” Kalimat itu yang ditegaskan pada sambutan pertamanya. Pengawas akan siap membantu para guru-guru RA sesuai kemampuan untuk meningkatan mutu pendidikan di ra. Harapa kedepan adanya kerjasama yang baik antara pengawas ra, kepala ra, dan guru-guru.

66