Peragaan Manasik Haji Anak Raudhatul Athfal Se Jakarta Selatan

Prestasi Peragaan Manasik Haji Anak Raudhatul Athfal tahun 2018

Apa yang membedakan antara kegiatan Manasik haji Raudhatul Athfal  tahun ini dengan tahun kemarin? Pertanyaan tersebut disampakan kepada panitia kegiatan manasik haji Raudahatul Athfal se Kota Jakarta Selatan. Kegiatan dilaksanakan di Asrama Pondok Gede dengan melibatkan seluruh RA di Jakarta Selatan. Pelaksanaanya berjalan 3 gelombang berdasarkan pembagian 10 kecamatan yang ada di Jakarta selatan, mulai tanggal 22 s.d 24 Oktober 2018.

Kenapa pertanyaan tersebut diajukan? untuk mengetahui apakah proses evaluasi suatu program itu berjalan atau tidak.  Apalagi kegiatan manasik haji Raudhatul Athfal merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh PD IGRA Kota Jakarta Selatan.

Dari pertanyaan tersebut, Panitia menjawab beberap hal baru yang berbeda dari tahun lalu. Ada tiga yang bisa menjadi prestasi tahun ini, yaitu:

  1. Pelaksanaan praktek manasik haji sesuai dengan tahapan ibadah haji yang diikuti ribuan anak dan orang tua.
  2. Pengelolaan tranportasi dilakukan oleh panitia dengan azas manfaat untuk organisasi.
  3. Kegiatan diliput oleh Stasiun Televisi yaitu TVRI

Ketiga hal tersebut bisa termasuk dari catatan evaluasi tahun 2016 yang pernah ditulis di posting sebelumnya dengan judul “Meningkatkan yang baik dan Memperbaiki yang Kurang.

Baca : Manasik-haji-ra-jakarta-selatan

Secara sederhana, dua unsur bahan evaluasi pelaksanaan praktek manasik haji Raudhatul Athfal, yaitu:

  1. Tata cara ibadah haji sesuai syariat Islam.
  2. Pengelolaan dalam rangka memfasilitasi kegiatan agar bisa berjalan dengan baik.

Apakah cukup dengan 3 pembeda tersebut? Tentu tidak, proses evakuasi tetap berjalan. Pelaksanaan tahun diharapkan lebih baik dari tahun ini.

Artikel Lain:


Ada beberapa catatan yang bisa menjadi bahan pemikiran kedepannya,

1. Tujuan

Perlu dievaluasi berdasarkan tujuan yang ditetapkan. apakah pelaksanaan tahun ini mencapai tujuan yang telah ditetapkan? apakah melibatkan orang tua dalam praktek manasik haji membantu tercapaianya tujuan?

Guru dan orang tua memiliki tanggungjawab bersama dalam membina dan mendidik anak-anak. Anak merupakan amanah yang dijaga dan dibimbing melalui penyiapan pendidikan yang baik dan benar sesuai Allah swt. Salah satunya melalui praktek manasik haji, anak dapat mengenal tata cara haji yang menjadi salah satu dari rukun Islam.

2. Manfaat Manasik haji

Selain menentukan tujuan, perlu ditetapkan manfaat kegiatan praktek manasik haji. Manfaat tersebut dapat dirasakan oleh tiga pihak, yaitu manfaat bagi madrasah, manfaat bagi lembaga, manfaat bagi orang tua. Diharapkan manfaat tersebut tidak terbatas mendapatkan pengetahuan, tapi dikembangkan kepada manfaat-manfaat lain.

Ada kesempatan yang luar biasa di saat praktek ibadah haji yaitu kesempatan orang tua meminta doa kepada anak agar orang tua benar-benar bisa berangkat haji.


Semoga doa anak-anak dikabulkan. amiin

20

Yunandra

Yunandra adalah Pengawas Madrasah/Konsultan/Praktisi Pendidikan Islam yang ingin berbagi dan memberi untuk hidup lebih baik. Kata yunandra merupakan dua nama digabung dengan kata “and”. Harapannya segala kebaikan yang dilakukan menjadi Amal Jariah berdua.