Sejarah Pengembangan Masjid Nabawi di Madinah

Masjid Nabawi merupakan salah satu dari tiga masjid yang dianjurkan untuk dikunjungi. Dua masjid yang lain adalah Masjid Haram di Mekkah dan Masjid Aqsa di Baitul Maqdis Palestina. Masjid Nabawi dibangun oleh Rasulullah ketika beliau pertama kali datang ke kota Madinah.  Masjid Nabawi ini merupakan masjid kedua setelah masjid Quba.

Masjid Nabawi mengalami pengembangan secara bertahap dari jaman Rasulullah sampai sekarang ini. Ada beberapa informasi tentang pengembang pembangunan masjid Nabawi, antara lain:

1. Masa Nabi Muhammad saw.

Masjid Nabawi memiliki luas 50 x 50 M2  dengan tinggi atas 3,5 m

2. Masa Umar Bin Khattab (17 H)

Masa Umar Bin Khattab memperluas ruangan masjid nabawi  di sebelah Selatan 5 m, di Barat 10 m, dan di Utara 15 m; membuka Babussalam dan Babunnisa; tinggi atap 5,5 m

3. Masa Ustman Bin Affan (29 H)

Masa Ustman bin Affan memperluas ruangan masjid nabawi  sebelah Selatan 5 m, di Barat 5 m, dan di Utara 5 m.

4. Masa Al Walid Al-Umawy  (91H)

Masa Al Walid Al Umawy memperluas ruangan masjid nabawi  di sebelah Barat 10 m, dan tiga ruangan di sebelah Timur  dan Utara sekitar 15 m. Membangun dua atap, mihrab, dan 4 menara, serta membuka 20 pintu masuk.

5. Masa Al Mahdi (165 H)

Masa Al Mahdi memperluas Masjid Nabawi di bagian Utara saja. Menetapkan kembali ke-20 pintu masuk yang sudah ada, dan membangun maqshurah di shaff awal ( maqshurah ialah ruangan di bagian depan masjid, biasanya untuk jalan masuk jenazah yang akan dishalatkan)

6. Masa Qayit Bay (888 H)

Masa Qayit Bay memperluas masjid Nabawi 1,12 m di belakang maqshurah sebelah Timur, meninggikan atap menjadi 11 m, membangun 2 kubah di atas makam Nabi Muhammad saw. Dan memasang pagar di sekitar makam Nabi Muhammad saw.

7. Masa Abdul Majid Al Utsmany (1277 H)

Masa Abdul Majid Al Utsmany memperluas halaman masjid Nabawi di belakang maqshurah 2,26 m di sebelah Timur, dan membuat kubah-kubah dari batu atap yang dihiasi dengan ukiran. Bagian Selatan masjid masih tetap seperti semula. Luasnya 4.056 m2.

8. Masa Raja Abdul Aziz (1372 H)

Masa raja Abdul Aziz memperluas masjid Nabawi menjadi 6.024 m2 di bagian TImur, Utara, dan Selatan. Tinggi atap 12.55 m menghabiskan + SR. 70 juta letaknya di sebelah Utara bangunan al Majidi ( Abdul Majid)

9. Masa Raja Fahd (1414 H)

Masa Raja Fahd memperluas Masjid Nabawi menjadi 82.000 m2 yang meliputi banguna-bangunan terdahulu. Inilah proyek perluasan paling besar sepanjang sejarah Masjid Nabawi, yang menelan biaya SR 72,2 Milyar.

 

Luas dan daya Tampung Masjid Nabawi

  • Perluasan Saudi I dan Bangunan Al Majidi memiliki luas 16.326 m2 dan daya tampungnya 28.000 jamaah.
  • Perluasan Saudi II : Lantai dasar memiliki luas 82.000 m2 dan memiliki daya tampung 167.000 jamaah.
  • Perluasan Saudi II : Lantai Atas memiliki luas 67.000 m2 dan memiliki daya tampung 90.000 jamaah.
  • Halaman Shalat memiliki luas 135.000 m2 dan dapat menampung 250.000 jamaah.

Secara total, Masjid Nabawi memiliki daya tampung sekitar 535.000 jamaah.

 

Menara Masjid Nabawi

Zaman Nabi saw. Dan Khulafa Ar- Rasyidin, masjid Nabawi tidak memiliki menara. Orang pertama kali membangun menara Masjid Nabawi ialah Umar bin Abdul Aziz pada tahun 93 H, yaitu di keempat sudut Masjid dengan tinggi + 27,5 m.

Kemudian, Qaitbay membangun menara kelima di Baburahmah. Kelima menara ini teus dipertahankan hingga yang tiga buah dibongkar pada proyek perluasan Saudi Pertama, dan diganti dengan dua menara setinggi 72 m. lalu pada proyek perluasan Saudi KEdua ditambah lagi 6 menara dengan tinggi 104 m, tinggi hilal 6 m, dan beratnya 4,5 ton. Sehingga jumlah keseluruhan menara masjid menjadi 10 buah. Perlu diketahui bahwa tinggi menara utama ialah 44.53 m, sedangkan menara Babussalam aetinggi 38.85 m.

 

Areal Parkir Mobil

Areal parker mobil berada di bawah halaman yang mengintari Masjid Nabawi di Sebelah Selatan, Barat, dan Utara; luas keseluruhan + 290.000 m2, terdiri dari dua lantai dan dapat menampung 4.444 mobil. Terdapat juga ruangn bawah empat lantai dengan 6.000 kran untuk wudlu dan 2.000 kamar mandi/WC.

 

Informasi Tambahan tentang Perluasan Saudi II

  • Jumlah kubah bergerak    27 buah
  • Emas yang digunakan untuk ornament    68 kg
  • Tiang di lantai dasar                                        2.174 buah
  • Tembaga yang digunakan                            1.600 ton
  • Tiang di basement                                            2.554 buah
  • Luas basement                                          79.000 m2
  • Tiang di lantai atas                                   550 buah
  • Tangga bergerak (escalator)                    4 buah
  • Tangga biasa                                             18 buah
  • Berat satu pintu kayu                                2,5 ton
  • Kamera pengawas di dalam/luar             543 buah
  • Luas halaman masjid                                235.000 m2
  • Halaman yang berlantai granit berwarna                       45.000 m2
  • Halaman yang berlantai marmer putih               195.000 m2
  • Kedalaman pondasi                                              5,4 m
  • Luas maqshurah selatan                                       100 x 5 m
  • Panjang terowongan untuk instalasi pipa AC       7 km
  • Lebar terowongan                                                            6,10 m
  • TInggi terowongan                                                4.10 m
  • Luas pusat pembangkit listrik dan AC                  70.000 m2

 

Sumber : Tarikh Al Madinah Al Munawwarah, Muhammad Ilyas Abdul Ghani

1015