Sekolah Bisa Terapkan Kurikulum 2013

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, M. Nuh mengatakan bahwa Sekolah bisa mengajukan untuk melaksanakan kurikulum 2013. Pengajuannya lewat Dinas Pendidikan Daerah dengan mempertimbangkan aspek ketersediaan guru, akreditasi, dan waktu persiapan.

Pada Tahun Pelajaran ini, Pelaksanaan kurikulum 2013 bersifat terbatas pada 6.325 sekolah seluruh Indonesia. Walaupun terkesan dipaksakan, M. Nuh menegaskan perangkat pendukung kesuksesan kurikulum 2013 telah siap dan bisa dilaksanakan di tahun pelajaran 2013-2014. Pada Acara “Rumah Pembaharuan Renald Kasali”, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhammad Nuh, ketika menjawab pertanyaan bahwa penerapan Kurikulum 2013 terkesan terburu-buru dan dipaksakan, beliau mengatakan ” terkadang kita sulit membedakan antara terburu-buru dengan bertindak cepat, antara muka putih dengan muka pucat, antara badan langsing dengan kurus”.

Menurut beliau bahwa kurikulum 2013 telah dipersiapkan sejak tahun 2010. Persiapan selama 3 tahun merupakan masa yang sangat panjang sehingga kemunculan format kurikulum 2013 tidak bisa dikatakan baru dan mendadak, tapi sudah melalui perencanaan dan penelitian yang panjang. Pada tahun 2013 menjadi tonggak perubahan kurikulum 2006 sesuai dengan perubahan tuntutan zaman dan harapan masa kini.

Perubahan kurikulum merupakan keniscayaan. Muhammad Nuh menegaskan bahwa kurikulum bisa tetap dan tidak akan berubah jika zaman dan tuntutan masyarakat tidak berubah. pernyataan ini beliau sampaikain ketika Renald Kasali sebagai pembawa acara dalam “acara rumah perubahan” yang ditanyakan oleh TVRI menanyakan bahwa setiap ganti menteri biasanya ganti kurikulum juga.

Pada akhirnya, Kurikulum 2013 telah disetujui oleh DPR. tahun 2013 menjadi awal pelaksanaan kurikulum 2013 di beberapa sekolah yang menjadi sekolah sasaran, sesuai dengan anggaran yang disepakati bersama DPR RI. mudah-mudah Perubahan kurikulum menjadi awal yang baik dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia dan Kualitas Sumber daya Manusia Bangsa Indonesia.

464