SQ: 5 Cara Mencari Makna Hidup

Pencarian sebuah makna dalam kehidupan menjadi wacana yang sangat menarik untuk dibahas. Ditambah dengan berkembangnya bidang pengembangan diri atau psikologi popler.  Khususnya teori kecerdasan manusia.  Ada tiga kecerdasan yang dikenal yaitu IQ (intelligence quotient) , EQ ( Emotional quotient) yang dipopuler Daniel Goleman, dan Spritual Quotient yang dipopulerkan oleh Danah Zohar dan Ian Marshall.

Dalam buku ” Spritual Quotient” ada 5 situasi untuk mengungkap makna, yaitu:

1. Menemukan Diri

Kecerdasan Spiritual dalam kontek ini adalah menemukan diri merasa lebih baik dan beruntung dibandingkan kondisi orang lain. Ketika berada situasi yang menyedihkan tapi terasa lebih beruntung setelah melihat orang lain menghadapi situasi yang lebih sulit dari dirinya. Menemukan diri untuk bersyukur ketika melihat orang lain lebih susah yang tetap bersemangat. Lewat kesadaran diri maka ketemu makna hidup

2. Menentukan Pilihan

Kecerdasan Spiritual dalam kontek ini adalah ketika memiliki kemampuan untuk memilih dari dua pilihan. Hidup tanpa makna ketika terjebak dalam satu keadaan atau satu situasi. seperti ketika mendapat kesempatan memilih antara mendapat karir yang baik dan fasilitas yang lengkap. Di sisi lain, harus berjauhan dengan keluarga. Maka ketika memilih untuk mengundurkan diri, dan lebih memilih keluarga. Saat itu akan terasa makna hidupnya.

3. Merasa Istimewa

Kecerdasan Spiritual dalam kontek ini adalah merasa dirinya istimewa dan dibutuhkan oleh orang lain. Ketika orang lain menganggap dirinya istimewa dan dibutuhkan oleh orang lain, maka akan muncul rasa bahagia dan merasa bermakna hidupnya.

4. Tanggung Jawab

Kecerdasan spitual dalam kontek ini adalah mengambil kembali tanggungjawab atas kehidupan sendiri. kita menemukan diri kita dalam suasana yang menyakitkan atau tidak menyenangkan, tapi kita sendiri yang memiliki tanggungjawab untuk menghadapinya. Kita sendiri yang menentukan kebahagian diri kita sendiri.

5. Transendensi

Kecerdasan spritual yang dimaksud adalah kita berada di pusat yang sama. dimana ketika kita menyakiti orang lain artinya kita menyakiti diri kita sendiri. ketika membuang sampah sembarangan secara tidak langsung mencemari paru-paru kita sendiri.

 

Sumber : Spritual Quotient Danah Zohar dan Ian Marshall

573

Yunandra

Yunandra adalah Identitas seorang Pengawas Madrasah/Konsultan/Praktisi Pendidikan Islam yang memiliki keinginan berbagi dan memberi untuk hidup lebih baik. Adapun kata yunandra berasal dari dua nama yang digabungkan dengan kata “and”. Harapannya adalah Segala kebaikan yang dilakukan menjadi Amal Jariah bagi pasangan juga. Salam Sharing and Giving