Standar Kompetensi Guru PAI SD

Standar Kompetensi Guru

Pendidikan Agama Islam di SD

Pendidikan Agama Islam, menurut Keputusan Menteri Agama Nomor 211 Tahun 2011 tentang Standar Nasional Pendidikan Agama Islam,  adalah pendidikan yang memberikan pengetahuan dan membentuk sikap, kepribadian, dan keterampilan peserta didik dalam mengamalkan ajaran agama Islam, yang dilaksanakan sekurang-kurangnya melalui mata pelajaran pada semua jenjang endidikan.

Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing,  mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. (PP No. 19 Tahun 2017 pasal 1 ayat 1).

Jadi menurut KMA No. 211 tahun 2011, Guru Pendidikan Agama Islam adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, memberi teladan, menilai dan mengevaluasi peserta didik.

Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) merupakan ujung tombak pembinaan kehidupan beragama. Dalam rangka memenuhi tugas tersebut dibutuhkan GPAI yang memenuhi kualifikasi dan kompetensi. Permendiknas Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru menjelaskan bahwa guru harus memiliki 4 kompetensi yaitu:

  1. kompetensi pedagogik,
  2. kompetensi kepribadian,
  3. kompetensi sosial, dan
  4. kompetensi profesional.

Selain sebagai ujung tombak, GPAI diharapkan mampu menjadi pelopor pengembangan kehidupan beragama di sekolah dan lingkungan sosialnya, maka perlu penambahan 2 kompetensi, selain kompetensi yang telah ditetapkan dalam Permendiknas No. 16 Tahun 2007 tentang standar kualifikasi dan kompetensi guru, yaitu:

  1. Kompetensi leadership, dan
  2. Kompetensi spiritual.

Adapun Rincian Kompetensi Guru Pendidikan Agama Islam sebagai berikut:

I. Kompetensi Pedagogik

1. Menguasai karakteristik peserta didik dari aspek fisik, akhlak, spiritual, sosial, budaya, emosional, dan intelektual.
1.1. Memahami karakteristik peserta didik usia SD yang berkaitan dengan aspek fisik, intelektual, emosional, moral, dan latar belakang sosial-budaya;
1.2. Mengidentifikasi potensi peserta didik usia SD dalam berbagai bidang pengembangan.
1.3. Mengidentifikasi kemampuan awal peserta didik usia SD dalam berbagai bidang pengembangan; dan
1.4. Mengidentifikasi kesulitan belajar peserta didik usia SD dalam berbagai bidang pengembangan.

2. Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik.
2.1. Memahami berbagai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik terkait dengan pengembangan PAI di SD;
2.2. Menerapkan berbagai pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang bersifat holistik, otentik, dan bemakna, yang terkait dengan pengembangan PAI di SD.

3. Mengembangkan kurikulum yang terkait dengan bidang pengembangan PAI.
3.1. Memahami prinsip-prinsip pengembangan kurikulum PAI;
3.2. Menentukan tujuan kegiatan pengembangan PAI yang mendidik;
3.3. Menentukan kegiatan belajar yang tepat untuk mencapai tujuan pengembangan PAI SD;
3.4. Memilih materi kegiatan sesuai dengan tujuan pengembangan pendidikan agama Islam SD;
3.5. Menyusun perencanaan semester dan mingguan dalam berbagai kegiatan pengembangan PAI di SD; dan
3.6. Mengembangkan indikator dan instrumen penilaian PAI SD.

4. Menyelenggarakan kegiatan pengembangan yang mendidik.
4.1. Memahami prinsip-prinsip perancangan kegiatan pengembangan yang mendidik dan menyenangkan;
4.2. Mengembangkan komponen-komponen rancangan kegiatan pengembangan yang mendidik dan menyenangkan;
4.3. Menyusun rancangan kegiatan pengembangan yang mendidik yang lengkap, baik untuk kegiatan di dalam kelas, maupun di luar kelas;
4.4. Menerapkan kegiatan pembelajaran yang bersifat holistik, otentik, dan bermakna;
4.5. Menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, demokratis, berkesetaraan gender, dan bermanfaat;
4.6. Memanfaatkan media dan sumber belajar yang sesuai dengan pembelajaran PAI SD;
4.7. Menerapkan tahapan pembelajaran dalam kegiatan pengembangan PAI di SD.

5. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan Penyelenggaraan kegiatan pengembangan PAI.
5.1. Mengoperasikan media teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan kualitas kegiatan pengembangan PAI SD;
5.2 Mengakses informasi melalui teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan kualitas kegiatan pengembangan PAI SD; dan
5.3.Menggunakan media teknologi informasi dan komunikasi untuk pengembangan bahan dan kegiatan PAI yang mendidik.

6. Memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki.
6.1 Memilih berbagai kegiatan belajar yang mendorong peserta didik untukmengembangkan potensinya;
6.2. Menyediakan berbagai bahan ajar PAI dan rancangan kegiatan pembelajarannya untuk mendorong peserta didik mengembangkan potensinya secara optimal; dan
6.3. Membuka akses peserta didik untuk belajar PAI SD dan mendorong pengembangan potensinya.

7. Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik.
7.1. Memahami berbagai strategi berkomunikasi yang efektif, empatik, dan santun, baik secara lisan maupun tulisan;
7.2. Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik dalam interaksi pembelajaran PAI SD;
7.3. Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik dlm interaksi sosial di lingkungan satuan pendidikan;
7.4. Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan pemangku kepentingan PAI di SD.

8. Menyelenggarakan penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar.
8.1. Memahami prinsip-prinsip penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar sesuai dengan karakteristik pendidikan agama Islam di SD;
8.2. Menentukan aspek-aspek proses dan hasil belajar yang penting untuk dinilai dan dievaluasi sesuai dengan karakteristik PAI di SD;
8.3. Menentukan prosedur penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar PAI SD;
8.4. Mengembangkan instrumen penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar PAI SD;
8.5. Mengadministrasikan penilaian proses dan hasil belajar PAI SD secara berkesinambungan dengan menggunakan berbagai instrumen;
8.6. Menganalisis hasil penilaian proses dan hasil belajar PAI SD untuk berbagai tujuan; dan
8.7. Melakukan evaluasi proses dan hasil belajar PAI SD.

9. Memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi PAI untuk kepentingan pembelajaran.
9.1. Menggunakan informasi hasil penilaian dan evaluasi untuk menentukan ketuntasan belajar PAI SD;
9.2. Menggunakan informasi hasil penilaian dan evaluasi untuk merancang program remedial dan pengayaan PAI SD;
9.3. Mengkomunikasikan hasil penilaian dan evaluasi pembelajaran PAI SD kepada pemangku kepentingan; dan
9.4. Memanfaatkan informasi hasil penilaian dan evaluasi pembelajaran PAI SD untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

10. Melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran.
10.1.Melakukan refleksi terhadap pembelajaran PAI SD yang telah dilaksanakan;
10.2.Memanfaatkan hasil refleksi untuk perbaikan dan pengembangan PAI SD; dan
10.3.Melakukan penelitian tindakan kelas untuk meningkatkan kualitas pembelajaran PAI SD.

 

Selanjutnya

2041

Yunandra

Yunandra adalah Pengawas Madrasah/Konsultan/Praktisi Pendidikan Islam yang ingin berbagi dan memberi untuk hidup lebih baik. Kata yunandra merupakan dua nama digabung dengan kata “and”. Harapannya segala kebaikan yang dilakukan menjadi Amal Jariah berdua.