Pemanfaatan Sumber Belajar

Sumber Belajar: Pengertian, fungsi, Jenis dan Manfaatnya

Sumber Belajar merupakan salah satu faktor pendukung keberhasilan implementasi kurikulum. Perkembangan zaman merubah peran guru dari satu-satunya sumber belajar menjadi salah satu sumber belajar. Peserta didik dapat belajar dari berbagai sumber belajar. bahkan Peserta didik bisa tahu duluan dibanding gurunya karena mendapatkan informasi dari sumber yang lain.

Dalam buku Manajemen Kurikulum, Rusman menjelaskan Bal-hal terkait dengan sumber belajar, yaitu:

A. Pengertian Sumber Belajar

Sumber belajar merupakan salah satu komponen yang membantu dalam proses belajar mengajar. Pengertian sumber belajar, antara lain:

  1. Sumber belajar adalah daya yang dimanfaatkan guna kepentingan proses belajar mengajar, baik secara lan maupun tidak langsung, sebagian atau secara keseluruhan.
  2. Sumber belajar adalah semua sumber baik berupa data, orang maupun wujud tertentu yang dapat digunakan peserta didik dalam kegiatan belajar.(AECT)

B. Fungsi Sumber Belajar

Sumber belajar memiliki fungsi yang sangat penting dalam kegiatan pembelajaran. Kalau media pembelajaran sekadar media untuk menyampaikan kalimat sedangkan sumber belajar tidak hanya memiliki fungsi tersebut, tapi memiliki fungsi yang lain, yaitu:

  1. Meningkatkan produktifitas pendidikan, dengan cara mempercepat laju belajar dan membantu guru menggunakan waktu secara lebih baik, dan mengurangi beban guru dalam menyajikan informasi sehingga dapat lebih banyak membina dan mengembangkan gairah belajar siswa;
  2. Memberikan kemungkinan pendidikan sifatnya lebih individual, yaitu dengan cara mengurangi kontrol guru yang kaku dan tradisional, memberikan kesempatan bagi siswa untuk berkembang sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuannya;
  3. Memberikan dasar yang lebih ilmiah terhadap pembelajaran, yaitu dengan cara perancangan program pendidikan yang lebih sistematis, pengembangan bahan pembelajaan yang dilandasi oleh penelitian;
  4. Lebih memantapkan kegiatan pembelajaran, yaitu dengan cara meningkatkan kemampuan sumber belajar, penyajian informasi dan bahan secara lebih konkret;
  5. Memungkinkan belajar secara seketika, yaitu dengan cara: mengurangi kesenjangan antara pembelajaran yang bersifat verbal dan abstrak dengan realitas yang sifatnya konkret, memberikan pengetahuan yang sifatnya langsung;
  6. Memungkinkan penyajian pendidikan yang lebih luas yaitu dengan jalan penyajian informasi yang mampu menembus batas geografis seperti dengan penerapan pembelajaran berbasis komputer dan e-learning di sekolah.

C. Manfaat Sumber Belajar

Manfaat sumber belajar, yaitu untuk

  1. memberikan pengalaman belajar yang konkret tidak langsung kepada siswa;
  2. menyajikan sesuatu yang tidak mungkin diadakan, dikunjungi, atau dilihat secara langsung dan konkret,
  3. menambah dan memperluas cakrawala sajian yang ada di dalam kelas,
  4. memberikan informasi yang akurat dan yang terbaru, seperti buku teks, ensiklopedi, narasumber dan lain-lain.
  5. membantu memecahkan masalah pendidikan dan pelajaran baik dalam lingkungan makro maupun lingkungan mikro;
  6. memberikan motivasi yang positif, lebih-lebih bila dirancang penggunaannya secara tepat;
  7. merangsang untuk berpikir, bersikap, dan berkembang lebih lanjut seperti buku teks, buku bacaan, film, dan lainnya yang mengandung penalaran yang mampu membuat siswa terangsang untuk berpikir, menganalisis, dan berkembang lebih lanjut.


D. Klasifikasi Sumber Belajar

Sumber belajar dari sudut perancangan dikategorikan menjadi 2 jenis yaitu:

1. Sumber belajar yang dirancang (learning resources by Design)

Sumber belajar yang dirancang yaitu sumber belajar yang disengaja direncanakan untuk kepentingan pembelajaran, misalnya buku, film, poster, kebun sekolah, dan sebagainya

2. Sumber belajar yang dimanfaatkan (learning resources by utilization)

Sumber belajar yang dimanfaatkan yaitu sumber belajar yang telah ada, tinggal dimanfaatkan, dimana pada rancangan awalnya sumber belajar tersebut tidak dimaksudkan secara khusus untuk kepentingan pembelajaran.

E. Jenis Sumber belajar

Sumber belajar dapat dikategorikan ke dalam enam jenis, yaitu

  1. Pesan (message)
    Pesan adalah informasi yang harus disalurlan oleh komponen lain berbentuk ide, fakta, pengertian, dan data.
    Contoh pesan yang dirancang : bahan-bahan pelajaran.
    Contoh pesan yang dimanfaatkan : cerita rakyat, dongeng, nasehat
  2. Orang (people)
    Orang adalah orang yang menyimpan informasi. Tidak termasuk yang menjalankan fungsi pengembangan dan pengelolaan sumber belajar.
    Contoh orang yang dirancang: Guru, aktor, sis, pembicara, pe,ain (tidak termasuk teknisi dan tim kurikulum).
    Contoh yang dimanfaatkan: Narasumber, tokoh, masyarakat, pimpinan lembaga, responden.
  3. Bahan (materials)
    Bahan adalah sesuatu bisa disebut software yang mengandung pesan untuk disajikan melalui pemakaian alat.
    Contoh yang dirancang: Transparansi, film, slide, tape recorder, buku gambar,
    Contoh yang dimanfaatkan: Relief, candi, arca, peralatan, teknis.
  4. Alat dan Peralatan (device)
    peralatan adalah sesuatu bis disebut hardware yang menyalurkan pesan untuk disajikan yang ada di dalam software.
    Contoh yang dirancang: OHP, proyektor, slides, film, TV, kamera, papa tulis.
    Contoh yang dimanfaatkan: generator, mesin, alat.
  5. Teknik (technique)
    Teknik adalah prosedur yang disiapkan dalm mempergunakan bahan pelajaran, peralatan, situasi, dan orang yang menyampaikan pesan.
    Contoh yang dirancang: ceramah, diskusi, sosiodrama, simulasi, kuliah, belajar mandiri.
    Contoh yang dimanfaatkan: permaianna, sarasehan, percakapan.
  6. Lingkungan (setting)
    Setting adalah sistuasi sekitar dimana pesan disalurkan.
    Contoh yang dirancang: ruang kelas, studio, perpustakaan, aula, dan auditorium.
    Contoh yang dimanfaatakan: taman, kebun, pasar, toko, museum

F. Kriteria Memilih Sumber Belajar

Pemilihan sumber belajar secara umum terdiri dari dua macam yaitu kriteria umum dan kriteria berdasarkan tujuan yang hendak dicapai. Kedua kriteria tersebut berlaku untuk sumber belajar yang dirancang (by design), maupun sumber belajar yang dimanfaatkan (by utilization) .

a. Kriteria Umum

Kriteria umum merupakan ukuran kasar dalam memilih sumber di antaranya adalah:

  • ekonomis dalam pengertian murah, maksudnya tidak terpatok pada harganya yang selalu rendah, tetapi dapat juga pemanfaatannya dalam jangka panjang;
  • praktis dan sederhana, artinya tidak memerlukan pelayanan sampingan yang sulit dan langka;
  • mudah diperoleh, dalam artian sumber belajar itu dekat, tersedia di mana-mana dan tidak perlu diadakan dan dibeli;
  • bersifat fleksibel, artinya dapat dimanfaatkan untuk berbagai tujuan instruksional dan tidak dipengaruhi oleh faktor luar, misalnya kemajuan teknologi, nilai, budaya, dan lainnya;
  • komponen-komponennya sesuai dengan tujuan, hal ini untuk menghindari dari hal-hal yang ada di luar kemampuan guru.

b. Kriteria Berdasarkan Tujuan

Beberapa kriteria memilih sumber belajar berdasarkan tujuan di adalah:

  • sumber belajar guna memotivasi, artinya pemanfaatan sumber bejalar tersebut bertujuan membangkitkan minat, mendorong partisipasi, merangsang pertanyaan-pertanyaan, memperjelas masalah, dan sebagainya.
  • sumber belajar untuk pembelajaran, yaitu untuk mendukumg kegiatan belajar mengajar;
  • sumber belajar untuk penelitian, merupakan bentuk yang dapat diobservasi, dianalisis, dicatat secara teliti dan sebagainya;
  • sumber belajar untuk memecahkan masalah;
  • Sumber belajar untuk presentasi, di sini lebih ditekankan sumber sebagai alat atau strategi penyampaian pesan.

G. Dukungan terhadap optimalisasi Sumber Belajar

Pemanfaat sumber belajar dalam rangka meningkatkan kualitas proses pembelajaran di kelas tidak hanya tanggungjawab guru saja, tapi memerlukan dukungan dari berbagai pihak.

Bebrapa dukungan yang diperluakan dalam mengoptimalisasikan pemanfaatan sumber belajar adalah

1. Kepala sekolah/madrasah sebagai motor penggerak

2. Koordinasi dengan semua tenaga kependidikan di madrasah

3. Kehadiran pengawas satuan pendidikan untuk melakukan supervisi dan monitoring secara periodik

4. Orientasi supervisi lebih diutamakan adalah membawa guru-guru lebih produktif dalam mengendalikan kegiatan belajar mengajar peserta didik

187

Yunandra

Yunandra adalah Pengawas Madrasah/Konsultan/Praktisi Pendidikan Islam yang ingin berbagi dan memberi untuk hidup lebih baik. Kata yunandra merupakan dua nama digabung dengan kata “and”. Harapannya segala kebaikan yang dilakukan menjadi Amal Jariah berdua.

downloadfilmterbaru.xyz nomortogel.xyz malayporntube.xyz