Tipologi Sekolah/Madrasah Abad 21

Sekolah Islam atau Madrasah merupakan lembaga pendidikan yang dituntut selalu seimbang dengan perkembangan zaman. Perubahan masyarakat mesti diatisipasi oleh Sekolah Islam atau madrasah agar status sekolah Islam dan Madrasah tetap diakui di masyarakat. Apa yang harus dilakukan Sekolah Islam atau Madrasah? atau Apa kriteria sekolah Islam atau madrasah yang bisa sesuai dengan zaman? atau Bagaimana Cara Sekolah Islam atau Madrasah mengembangan Madraasah?.

Pertimbangan utama menyusun rencana pengembangan sekolah Islam atau Madrasah melihat kepada tipologi sekolah atau madrasah abad 21. Dalam kontek ini. Lyn Haas dalam tulisannya “school for Twenty First Century” menjelaskan, bahwa sekolah-sekolah sekarang harus dapat memenuhi beberapa kualifikasi ideal. Beliau menyebutkan ada 5 kualifikasi ideal sebuah sekolah, yaitu

1. Pendidikan untuk semua

Pendidikan untuk semua yakni semua siswa-siswi sekolah Islam atau madrasah harus memperoleh perlakuan yang sama, memperoleh pelajaran sehingga memperoleh peluang untuk mencapai kompetensi keilmuan sesuai batas-batas kurikuler, serta memiliki basic skill dan keterampilan yang sesuai dengan minat mereka, serta sesuai pula dengan kebutuhan pasar tenaga kerja. Paradigma yang memisahkan pendidikan akademik sebagai calon untuk memasuki perguruan tinggi, dan pendidikan keterampilan untuk memasuki pasar tenaga kerja, sudah tidak relevan lagi, karena perubahan yang menuntut masyarakat untuk menjadi bagian dari kontribusi untuk kemajuan.

2. Memberikan skill dan keterampilan yang sesuai dengan kemajuan teknologi terkini

Sekolah Islam atau madrasah perlu memberikan skill dan keterampilan yang sesuai dengan kemajuan teknologi terkini, karena pasar menuntut setiap tenaga kerjanya memiliki keterampilan penggunaan alat-alat teknologi termodern, kemampuan komunikasi global, matematika,serta kemampuan akses pada pengetahuan. Maka sekolah Islam atau madrasah Modern menyusun program pembelajaran tentang ICT dan Pengembangan Bahasa Asing, baik itu Bahasa arab maupun Inggris.

 3. Penekanan pada kerja sama.

Penekanan pada kerja sama, yakni menekankan pada pengalaman para siswa sekolah Islam atau madrasah dalam melakukan kerja sama dengan yang lain, melalui penugasan-penugasan kelompok dalam proses pembelajaran, sehingga siswa-siswi sekolah Islam atau madrasah memiliki pengalaman mengembangakan kerja sama, karena tren pasar ke depan adalah pengembangan kerja sama, baik antara perusahaan, atau antara perusahaan dengan masyarakat dan yang lainnya, sehingga pengalaman siswa-siswi sekolah Islam atau madrasah belajar akan sangat bermanfaat dalam artikulasi diri di lapangan profesi mereka.

 4. Pengembangan kecerdasan ganda

Pengembangan kecerdasan ganda, yaitu bahwa para siswa-siswi sekolah Islam atau madrasah harus diberi kesempatan untuk mengembangkan multiple intelligence mereka, dengan memberikan peluang untuk mengembangkan skill dan keterampilan yang beragam, sehingga mudah melakukan penyesuaian di pasar tenaga kerja. Fungsi Sekolah Islam atau madrasah menjadi fasilitator atau memberikan peluang dan kesempatan kepada Siswa untuk mengembangkan dirinya

 5. Integrasi program pendidikan dengan kegiatan pengabdian masyarakat.

Sekolah Islam atau Madrasah perlu menyusun program yang mengintegrasikan antara pendidikan di sekolah/madrasah dengan kegiatan pengabdian masyarakat, agar siswa-siswi sekolah Islam atau Madrasah memiliki kepekaan sosial. Hal ini sesuai dengan sabda tentang orang  tidak termasuk golongan Nabi Muhammad adalah orang yang tidak peduli terhadap masalah umat Islam.

 

346

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply