Kompetensi Siswa Abad 21 menurut Forum Ekonomi Dunia

World Economic Forum atau Forum Ekonomi Dunia adalah Organisasi Internasional untuk Kerjasama Publik (Swasta).  Slogan World Economic Forum adalah Committed to improving the state of the world (Berkomitmen untuk meningkatkan keadaan dunia). Yayasan ini didirikan tahun 1971 di Swiss oleh Klaus Schwab.

Forum ini melibatkan para pemimpin politik, bisnis, budaya dan masyarakat terkemuka lainnya untuk membentuk agenda global, regional dan industri. Forum ini juga mengadakan pertemuan tahunan atau “Annual Meeting of the New Champions”.  Selain pertemuan, Forum ini menghasilkan beberapa laporan penelitian dan melibatkan anggotanya untuk melakukan inisiatif di sektor-sektor tertentu

Hasil pertemuan yang menarik di tahun 2020 adalah tentang 10 kemampuan yang dibutuhkan 5 tahun kedepan dari sekarang. Pada tahun 2020, Revolusi Industri 4.0 akan membawa robotika canggih dan transportasi otonom, kecerdasan buatan dan pembelajaran mesin, bahan canggih, bioteknologi dan genomik.

Beberapa pekerjaan akan hilang, yang lain akan tumbuh dan pekerjaan yang bahkan tidak ada hari ini akan menjadi biasa. Yang pasti adalah bahwa angkatan kerja masa depan perlu menyelaraskan keahliannya untuk mengimbangi.

Angkatan kerja yang diharapkan dalam menghadapi perubahan tersebut adalah orang yang memiliki 10 keterampilan berikut, yaitu


Jika 10 keterampilan dikaitkan kepada lembaga pendidikan, maka tujuan dari pendidikan adalah membentuk peserta didik yang memiliki 10 keterampilan yaitu:

1. Complex Problem Solving

Profil Peserta didik yang pertama adalah memiliki kemampuan memecahkan masalah-masalah yang kompleks.

Pemecahan masalah yang kompleks adalah kumpulan proses dan kegiatan psikologis yang diatur sendiri yang diperlukan dalam lingkungan yang dinamis untuk mencapai tujuan yang tidak jelas yang tidak dapat dicapai dengan tindakan rutin.

Proses pemecahan masalah yang kompleks perlu menggabungkan aspek kognitif, emosional, dan motivasi, terutama dalam situasi berisiko tinggi.

Jadi Peserta didik yang memiliki kemampuan memecahkan masalah kompleks adalah peserta didik yang memecahkan masalah dengan menggunakan aspek kognitif, emosional dan motivasi dan berani mengambil resiko.

2. Critical Thinking

Profil peserta didik yang kedua adalah peserta yang memiliki berpikir kritis.

Bersumber dari website philosophy.hku.hk bahwa Berpikir kritis adalah kemampuan untuk berpikir jernih dan rasional tentang apa yang harus dilakukan atau apa yang harus dipercaya. Ini mencakup kemampuan untuk terlibat dalam pemikiran reflektif dan mandiri.

Seseorang dengan keterampilan berpikir kritis dapat melakukan hal berikut:

  1. memahami hubungan logis antara gagasan
  2. mengidentifikasi, membangun, dan mengevaluasi argumen
  3. mendeteksi ketidakkonsistenan dan kesalahan umum dalam bernalar
  4. menyelesaikan masalah secara sistematis
  5. mengidentifikasi relevansi dan pentingnya gagasan

Maka Peserta didik yang memiliki kemampuan berpikir kritis adalah peserta didik yang mampu berpikir jernih dan rasional apa yang harus dilakukan atau apa yang harus dipercayai dengan cara menghubungkan secara logis antara gagasan, mengidentifikasi dan evaluasi argumen dan memecahkan masalah secara sistematis.

3. Creativity

Profil ketiga adalah peserta didik yang kreatif.

Menurut dictionary.cambridge.org, Kreativitas adalah kemampuan untuk menghasilkan atau menggunakan ide-ide asli dan tidak biasa. Sedangkan kreatif adalah memproduksi atau menggunakan ide asli dan tidak biasa, menggambarkan atau menjelaskan hal-hal dengan cara yang tidak biasa.

Maka peserta didik yang kreatif adalah peserta didik yang mampu menghasilkan sesuai yang tidak biasa dan mampu menjelaskan berbagai hal dengan cara yang tidak biasa.

4. People Management

Profil keempat adalah peserta didik yang memiliki kemampuan mengelola sumber daya.

Manajemen sumber daya adalah suatu proses yang terdiri atas perencanaan, pengorganisasian, pemimpin dan pengendalian kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan analisis pekerjaan, evaluasi pekerjaan, pengadaan, pengembangan, kompensasi, promosi, dan pemutusan hubungan kerja guna mencapai tujuan yang ditetapkan (Panggabean, 2007:15).

Maka peserta didik yang memiliki kemampuan mengelola sumber daya manusia adalah peserta didik yang mampu merencanakan, mengorganisasi, memimpin dan mengendalikan kegiatan-kegiatan guna mencapai tujuan.

5. Coordinating with others

Profil kelima adalah peserta didik yang memiliki kemampuan berkoordinasi dengan orang lain.

Menurut kbbi.web.id, koordinasi adalah mengatur suatu organisasi atau kegiatan sehingga peraturan dan tindakan yang akan dilaksanakan tidak saling bertentangan atau simpang siur.

Ada 3 komponen utama untuk berkoordinasi dengan yang lain yaitu

  1. Organisational skills atau kemampuan berorganisasi.
  2. Communication skills yaitu kemampuan menyampaikan informasi dengan jelas dan mudah dipahami orang lain.
  3. People skills yaitu kemampuan memahami karakter dan kepribadian orang dan mampu membangun kepercayaan orang.

Maka Peserta didik yang memiliki kemampuan berkoordinasi dengan orang lain adalah peserta didik yang memiliki kemampuan berorganisasi, berkomunikasi dengan baik dan memahami karakter orang lain dan mampu menumbuhkan kepercayaan orang lain.

6. Emotional Intelligence

­­­Profil yang keenam adalah Peserta didik yang memiliki kecerdasan emosional.

Kecerdasan emosional (emotional quotient / EQ) adalah kemampuan seseorang untuk menerima, menilai, mengelola, serta mengontrol emosi dirinya dan orang lain di sekitarnya.

Menurut Daniel Goleman (Kecerdasan Emosional menurut Daniel Goleman) bahwa 5 dasar kecerdasan emosional, yaitu:

  1. Kesadaran diri
  2. Pengaturan diri
  3. Motivasi
  4. Empati
  5. Keterampilan sosial

Maka Peserta didik yang memiliki kecerdasan emosional adalah peserta didik yang mampu memahami dan mengontrol emosi, mampu memotivasi diri, memiliki empati, dan memiliki keterampilan sosial.

7. Judgement and Decision Making

Profil ketujuh adalah peserta didik yang memiliki kemampuan mengambil keputusan.

Menurut Terry (2003), pengambilan keputusan adalah pemilihan alternatif perilaku dari dua alternatif atau lebih, tindakan untuk memecahkan masalah yang dihadapi melalui pemilihan satu diantara alternatif- alternatif yang memungkinkan.

Menurut Terry juga, pengambilan keputusan yang dilakukan seseorang umumnya didasari lima hal yaitu:

  1. Intuisi
  2. Pengalaman
  3. Fakta
  4. Wewenang
  5. Rasional

Maka Peserta didik yang memiliki kemampuan mengambil keputusan adalah peserta didik yang memilih satu alternatif dari beberapa alternatif untuk memecahkan masalah dengan menggunakan Intuisi, pengalaman, fakta, Wewenang atau rasional.  

8. Service Orientation

Profil kedelapan adalah peserta didik yang memiliki orientasi pada pelayanan.

Service Orientation adalah keinginan untuk membantu atau melayani orang lain untuk memenuhi kebutuhan mereka. Artinya berusaha untuk mengetahui dan memenuhi kebutuhan orang lain.

Maka Peserta didik yang memiliki orientasi melayani yaitu peserta didik yang memiliki keinginan untuk membantu dan melayani orang lain untuk memenuhi kebutuhanya.

9. Negotiation

Profil kesembilan yaitu peserta didik yang memiliki kemampuan bernegosiasi.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Negosiasi adalah proses tawar-menawar dengan jalan berunding guna mencapai kesepakatan bersama antara satu pihak (kelompok atau organisasi) dan pihak (kelompok atau organisasi) yang lain.

Maka Peserta didik yang memiliki kemampuan bernegosiasi adalah peserta didik yang mampu melakukan proses tawar-menawar dengan jalan berunding guna mencapai kesepakatan bersama.

10. Cognitive Flexibility

Profil kesepuluh adalah peserta yang memiliki kemampuan Cognitive flexibility (keluwesan kognitif).

Menurut Spiro, R.J. & Jehng, J. bahwa Keluwesan kognitif sebagai proses belajar dalam konteks yang kompleks dan tidak terstruktur. Dijelaskan juga bahwa keluwesan kognitif terkait pada kemampuan untuk membangun kembali sebuah pengetahuan secara spontan, dalam beragam cara, sebagai respon adaptif untuk kebutuhan perubahan situasi yang radikal.

Cognitive flexibility bisa diartikan sebagai kemampuan diri mempelajari wawasan baru bahkan tak jarang berkaitan dengan disiplin ilmu yang berseberangan dengan basis kompetensi yang dimilikinya.

Menurut Renald Kasali di rumahperubahan.co.id, Cognitive Flexibility adalah sebuah keterampilan merajut pengalaman-pengalaman baru pada pengetahuan yang sudah ada sehingga dapat dipakai dalam situasi yang sebelumnya tak pernah terbayangkan. Ini sama artinya dengan keterampilan menembus batas-batas kesulitan secara kreatif.

Maka Peserta didik yang memiliki keluwesan kognitif adalah peserta didik yang mampu mempelajari wawasan baru yang tidak berkaitan dengan disiplin ilmu yang dikuasainya sebagai respon adaptif untuk kebutuhan perubahan situasi yang radikal

Baca Lain

45

Yunandra

Yunandra adalah Pengawas Madrasah/Konsultan/Praktisi Pendidikan Islam yang ingin berbagi dan memberi untuk hidup lebih baik. Kata yunandra merupakan dua nama digabung dengan kata “and”. Harapannya segala kebaikan yang dilakukan menjadi Amal Jariah berdua.