Perubahan Mind Set Tentang Kurikulum

Kurikulum 2013 telah mengalami perubahan sejak ditetapkan di tahun 2014. Beberapa peraturan dikeluarkan silih berganti untuk menyempurnakan implementasi kurikulum di sekolah atau madrasah.

Setiap Madrasah terus merespon Kebijakan penyempurnaan kurikulum 2013 dengan berbagai kegiatan, salah satunya dengan kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) kurikulum 2013, baik mengirim guru-guru ke Bimtek yang diadakan oleh lembaga lain, atau mengadakan sendiri di madrasah.

Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 41 Al Azhar Asy Syarif mengadakan sendiri Bimtek Kurikulum 2013. Kegiatan dilaksanakan pada hari Senin, 10 September 2018. Beberapa materi yang disampaikan dalam kesempatan Bimtek kali ini.

A. Desain Pengembangan Kurikulum 2013

Langkah Pertama dalam mensosialisasikan kurikulum 2013 adalah perubahan mindset guru terhadap kurikulum. Mindset akan menentukan diterima atau tidak sebuah perubahan atau penyempurnaan kurikulum.

Kurikulum 2013 dikembangkan untuk menghadapi tantangan abad 21 yaitu

  1. Bagaimana menghadapi lingkungan yang terus berubah?
  2. Bagaimana menghadapi tantangan yang kompleks?
  3. Bagaimana menerapkan Keterampilan inti dalam kehidupan sehari-hari?

Dari tiga pertanyaan tersebut muncul beberapa istilah yang memperkuat terhadap landasan tersebut, yaitu

  1. Karakter yang memunculkan Gerakan Penguatan Pendidikan Karakter.
  2. Empat Kompetensi (4C) yaitu Berpikir kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif yang memunculkan Pembelajaran Saintifik, Pembelajaran dan Penilaian Higher Order Thinking Skill (HOTS).
  3. Literasi yang memunculkan Gerakan Literasi Nasional yang terdiri dari Literasi baca tulis, Literasi numerasi, Literasi sains, Literasi digital, Literasi finansial, dan Literasi budaya dan masyarakat.

Istilah-istilah tersebut dikembangkan di 4 Standar Nasional Pendidikan yaitu Standar Kompetensi Lulusan, standar isi, standar proses, dan standar penilaian.

B. Penguatan Pendidikan Karakter

Jawaban pertanyaan pertama adalah karakter, dimana karakter yang dapat menjawab setiap lingkungan yang berubah, karena karakter bersifat obsolut atau tetap dari dulu sampai Sekarang. Perubahan lingkungan akan mudah dihadapi oleh orang yang memiliki karakter yang baik.

Pada kurikulum 2013, dikembangkan dengan istilah Kompetensi sikap di Standar Kompetensi Lulusan. Kompetensi sikap spiritual dan sikap sosial di Standar Isi, dan penilaian sikap di standar penilaian.

Secara nasional muncul Program Penguatan pendidikan Karakter yang dikuatkan dengan Peraturan Presiden no. 87 tahun 2017 sebagai bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental (BNRM). Disusul dengan Permendikbud no. 20 tahun 2018 tentang Penguatan Pendidikan Karakter pada Pendidikan Formal sebagai penjelasan pelaksanaan PPK di pendidikan formal.

Ditambah dengan kata “karakter” dalam rangka Penguatan akan pentingnya pendidikan karakter. Karena pendidikan sendiri sudah tercakup pendidikan karakter sebagai bagian dari 3 tujuan pendidikan yaitu Pengetahuan, Keterampilan dan sikap.

Maka dilengkapi dengan kata “Penguatan” sebagai pernyataan bahwa selama ini pendidikan karakter sudah berjalan, tapi perlu Penguatan dalam rangka mengatisipasi tantangan abad 21.

Pada Permendikbud No. 20 tahun 2018, Penguatan Pendidikan Karakter terintegrasi dalam kurikulum yang mengenalkan 5 nilai utama PPK yaitu

  1. Religiositas,
  2. Nasionalisme,
  3. Kemandirian,
  4. Gotong royong, dan
  5. Integritas

C. Langkah Pengembangan Kurikulum

Kurikulum 2013 hanya menyiapkan pada kurikulum nasional, baik kurikulum yang ditetapkan oleh Kemendikbud atau kurikulum Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab yang ditetapkan oleh Kemenag.

Beberapa Langkah pengembangan yang perlu dilakukan oleh guru-guru dalam Memahami kurikulum 2013. yaitu

  1. Analisis SKL, KI, dan KD berdasarkan peraturan-peraturan yang mengatur SKL, KI dan KD
  2. Menyusun Indikator Pencapaian Kompetensi dan tujuan Pembelajaran sesuai dengan tahapan berpikir taxonomy Bloom revisi Andersen
  3. Mengembangkan Materi Pembelajaran berdasarkan peraturan Standar Isi
  4. Mengembangkan Metode Pembelajaran berdasarkan standar proses.
  5. Mengembangkan Penilaian berdasarkan standar penilaian
  6. Menyusun RPP berdasarkan Standar Proses dan panduan penyusunan RPP

Produk dari Keenam langkah tersebut menjadi bukti fisik administrasi guru. Administrasi guru masih bersifat print out, belum bisa versi digital. Kedepan, digitalisasi administrasi guru perlu dilakukan untuk mengurangi penggunaan kertas.

Bagi MTsN Al Azhar Asy Syarif memiliki tantangan lain yaitu memodifikasi kurikulum al Azhar sesuai dengan kurikulum 2013.

Semoga Bimtek memberikan inspirasi bagi guru-guru.

Sumber:
1. Peraturan Presiden No. 87 tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter
2. Permendikbud no. 20 tahun 2018 tentang PPK di Pendidikan Formal

4

Yunandra

Yunandra adalah Pengawas Madrasah/Konsultan/Praktisi Pendidikan Islam yang ingin berbagi dan memberi untuk hidup lebih baik. Kata yunandra merupakan dua nama digabung dengan kata “and”. Harapannya segala kebaikan yang dilakukan menjadi Amal Jariah berdua.