KTSP dan Revolusi Industri 4.0

Pembinaan

Kelompok Kerja Madrasah (KKM) Ibtidaiyah Kecamatan Cilandak menyelenggarakan kegiatan pembinaan dalam bentuk Workhsop Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan Literasi Digital selama 2 hari bertempat di Hotel Diara Pucak Bogor.

Pada rapat bulanan di bulan Januari, Para kepala se KKMI Cilandak menyepakati dan menetapkan pelatihan selama 2 hari dan bertempat diluar Jakarta dengan harapan para peserta yang terdiri dari Koordinator kurikulum dan operator madrasah dapat berkonsentrasi mengikuti kegiatan dan dapat menghasilkan produk yang sesuai dengan harapan.

Pada awalnya workshop fokus pada penyempurnaan KTSP yang telah disusun oleh masing-masing Madrasah Ibtidaiyah. kemudian berkembang dengan penambahan materi literasi digital. Sebagai respon madrasah terhadap kebutuhan dan tuntutan digitalisasi dari Kementerian Agama.

Pembinaan Lainya:

Revolusi Industri

Kegiatan Workshop tesebut dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Selatan, Moh. Komarudin, sekaligus memberikan pembinaan kepada para peserta dan kepala Madrasah Ibtidaiyah, anggota KKMI Cilandak.

Dalam sambutanya, Kepala kantor memberikan sebuah kata kunci yaitu “beradaptasi dengan revolusi industri 4.0 menjadi bagian dari Tenaga Pendidik yang mampu berkompetisi”. hal ini menunjukan harapan madrasah-madrasah di Cilandak mampu beradaptasi dengan era revolusi industri 4.0.

Menurut Line Today, Revolusi industri adalah perubahan besar terhadap cara manusia dalam mengolah sumber daya dan memproduksi barang. Revolusi Industri terjadi antara tahun 1750-1850, dimana terjadi perubahan di bidang pertanian, manufaktur, pertambangan, transportasi, dan teknologi yang berdampak pada kondisi sosial, ekonomi, dan budaya di dunia.

Tahapan Revolusi industri yaitu

  1. Revolusi Industri 1.0 dimulai akhir abad 17 sd pertengahan abad 18 yang ditandai dengan penemuan mesin uap yang mendorong munculnya kapal uap, kereta api, dll.
  2. Revolusi Industri 2.0 dimulai akhir abad 18 sd pertengahan abad 19 yang ditandai dengan penemuan listrik dan assembly line yang meningkatkan produksi barang.
  3. Revolusi Industri 3.0 dimulai akhir abad 19 sd awal abad 20 yang ditandai dengan perkembangan inovasi teknologi informasi, komersialisasi, personal computer dll.
  4. Revolusi Industri 4.0 dimulai awal abad 20 yang ditandai dengan kegiatan manufaktur terintegrasi melalui penggunaan teknologi wireless dan big data secara masif.

Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama telah merespon perkembangan tersebut dengan  mensosialisasikan berbagai program berbasis online seperti EMIS, SIMPATIKA, SIKURMA, ARD, BSM (Bank Soal Madrasah), PDUM (Pangkalan Data Ujian Madrasah), dan lainnya.

Kondisi tersebut menuntut para pendidik menguasai dan mengikuti atau mampu berdaptasi dengan perkembangan tersebut. Khususnya dengan aplikasi-aplikasi yang telah dikembangkan oleh kementerian Agama.

Oleh karena itu, kepala kantor menyampaikan 5 kemampuan yang harus dilakukan guru agar mampu beradaptasi dengan perubahan. Kelima skill tersebut merujuk pada buku yang ditulis Jeffrey Dyer berjudul  “The Innovator’s DNA: Mastering the Five Skills of Disruptive Innovators“, yaitu associating, questioning, observing, networking, dan experimenting.

Five Skill of Disruptive innovators

Menurut KBBI, Inovasi adalah pemasukan atau pengenalan hal-hal yang baru atau penemuan baru yang berbeda dari yang sudah ada atau yang sudah dikenal sebelumnya (gagasan, metode, atau alat).  Manfaat dari inovasi adalah peningkatan fungsi dari penggunaan suatu karya atau sumber daya sehingga manusia mendapatkan lebih banyak manfaat.

Kelima kemampuan inovator dikaitkan dengan seorang guru, sebagai berikut:

1. Mengasosiasikan (Associating)

Seorang Guru yang inovator  mampu mengaitkan ide-ide yang sebelumnya tidak berhubungan untuk menyelesaikan masalah pembelajaran atau membuat sesuatu yang baru dalam proses pembelajaran yang berbeda yang dilakukan sebelumnya.

2. Mempertanyakan (questioning)

Seorang Guru yang Inovator mampu mengajukan banyak pertanyaan. Para inovator selalu bertanya ‘mengapa, Mengapa peserta didik tidak mampu mencapai hasil maksimal.’ Mengapa Peserta didik berperilaku tidak baik.

3. Mengamati (observing)

Seorang Guru yang inovator tidak pernah berhenti untuk mengamati. Guru tidak bisa belajar jika tidak mengamati peserta didik dan madrasah. Guru harus selalu memperhatikan hal-hal yang terjadi di dalam proses pendidikan, baik di kelas maupun di luar kelas agar dapat menyelesaikan permasalahan yang dihadapi..

4. Jaringan (networking)

Seorang guru yang inovator selalu berkomunikasi dengan guru atau orang lain. Berbicara kepada orang-orang adalah sumber ide yang bagus. Guru lain  bisa menawarkan perspektif yang berbeda. Guru inovatif  mungkin dapat menerapkan ide yang sama untuk masalah yang berbeda. Guru Inovator harus terbuka untuk perspektif.

5. Eksperimen (experimenting )

Seorang guru yang inovator selalu mencoba hal-hal baru, tidak pernah menyerah. Melalui pengamatan dan selalu bertanya, Guru Inovator akan selalu ingin mencoba dalam memperbaiki proses pembelajaran

Prosedur Penyusunan KTSP

Pada kegiatan workshop kali ini, peserta diajak untuk lebih memahami prosedur operasional penyusunan KTSP.

Menurut Permendikbud no. 61 tahun 2014, KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. Pengembangan KTSP jenjang pendidikan dasar dan menengah mengacu pada Standar Nasional Pendidikan, Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum, dan pedoman implementasi Kurikulum.

Peraturan tersebut menegaskan bahwa setiap madrasah dituntut mengembangkan kurikulum berdasarkan kondisi masing-masing. Hal ini menutup kemungkinkan KTSP satu madrasah akan sama dengan KTSP madrasah lain.

Ada 4 prosedur operasional yang perlu dilaksakan oleh semua madrasah pada saat mengembangkan kurikulum, yaitu:

1. Analisis

Menurut pedoman penyusunan KTSP, Analisis dalam prosedur pengembangan KTSP mencakup

  1. analisis ketentuan peraturan perudang-undangan mengenai kurikulum
  2. analisis kebutuhan peserta didik, satuan pendidikan, dan lingkungan;
  3. analisis ketersediaan sumber daya pendidikan.

Pada workshop ini peserta diajak melakukan analisis dengan menggunakan metode SWOT yaitu strengths (kekuatan), weaknesses (kelemahan), opportunities (peluang), dan threats (tantangan). SWOT merupakan metode perencanaan yang digunakan untuk mengevaluasi Kekuatan dan kelemahan yang termasuk evaluasi intern. Dan mengevaluasi peluang dan tantangan yang termasuk evaluasi ekstern.

Hasil dari analisis digunakan madrasah untuk melanjutkan kepada tahap kedua yaitu penyusunan KTSP.

2. Penyusunan

Penyusunan dalam prosedur pengembangan KTSP mencakup:

  1. perumusan visi, misi, dan tujuan satuan pendidikan;
  2. pengorganisasian muatan kurikuler satuan pendidikan;
  3. pengaturan beban belajar peserta didik dan beban kerja pendidik tingkat kelas;
  4. penyusunan kalender pendidikan satuan pendidikan;
  5. penyusunan silabus muatan atau mata pelajaran muatan lokal; dan
  6. penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran setiap muatan pembelajaran.

Hasil analisis peserta digunakan untuk mereviu visi, misi, dan tujuan yang telah ada di KTSP.

Untuk mempermudah memahami visi yang telah disusun, para peserta diminta menentukan indikator dari visi yang ada agar dapat memahami maksud dari visi tersebut. Selanjutnya indikator visi digunakan sebagai acuan penyusunan misi dan tujuan madrasah. sehingga akan nampak hubungan dan keterkaitan antara visi, misi, dan tujuan.

Setelah menganalisis visi, misi, dan tujuan, peserta diminta menganalisis muatan kurikulum yang terdiri muatan nasional dan muatan lokal. Fokus kali ini kepada  muatan lokal. Apakah Muatan lokal yang telah dirancang memiliki keterkaitan dengan visi, misi, dan tujuan yang telah ditetapkan, apakah muatan lokal merupakan program yang dapat mencapai visi, misi, dan tujuan yang telah ditetapkan.

Setelah visi, misi, dan tujuan dapat diwujukan dengan muatan nasional dan muatan lokal, maka perlu disusun jadwal kegiatanya dalam bentuk kalender pendidikan. Jadwal tersebut akan memetakan tahapan-tahapan pelaksanaan dalam mencapai visi, misi, dan tujuan yang ditetapkan.

Jika meminjam istilah Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta, bahwa perlu ada 3 tahapan dalam melakukan tindakan yaitu gagasan, narasi, dan program kerja. Maka dalam menyusun KTSP perlu gagasan dulu, kemudian menyusun narasi dalam bentuk visi, misi, dan tujuan, selanjutnya program kerja dalam bentuk muatan kurikulum dan kalender pendidikan.

Setelah tersusun KTSP, prosedur operasional pengembangan KTSP selanjtunya adalah Penetapan

3. Penetapan

Prosedur operasional pengembangan KTSP selanjutnya adalah penetapan kurikulum madrasah yang dilakukan kepala madrasah berdasarkan hasil rapat para guru di madrasah tersebut dengan melibatkan komite madrasah. Halaman penetapan Kurikulum Madrasah ditanda tangani oleh Kepala Madrasah dan Ketua Komite Madrasah.

4. Pengesahan

Tahapan selanjutnya adalah pengesahan KTSP oleh pejabat yang berwenang, di Kementerian agama adalah Kepala seksi pendidikan madrasah di kemenag kabupaten/kota untuk KTSP Madrasah Ibtidaiyah, dan madrasah Tsanawiyah. Dan kepala bidang pendidikan madrasah untuk KTSP madrasah aliyah.

Sebelum mengajukan pengesahan dari pejabat yang berwenang perlu ada validati dan verifikasi dari pengawas pembina.

Literasi Digital

Materi lain dari kegiatan workshop KKMI Cilandak adalah literasi Digital. Sebenarnya literasi digital merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). Dimana KTSP diolah menggunakan aplikasi microsoft Word.

Pada kegiatan pembinaan sebelumnya, Tim Pengembang dilatih membuat daftar isi secara otomatis menggunakan microsoft word melalui filtur Table of Content (ToC). Juga menyusun nomor halaman dengan membedakan angka romawi dan angka biasa.

Dalam workshop kali ini, peserta dikenalkan dengan program aplikasi yang mendukung program online yaitu Google Drive dan WebEx.

1. Google Drive

Google Drive merupakan aplikasi yang dikembangkan oleh Google LCC untuk menyimpan file-file dengan berbagai format seperti word, excel, powerpoint, photo, dll, di dunia maya (Cloud). Fungsinya hampir sama dengan flashdisk atau hardisk.

Manfaat paling besar dari Google Drive adalah dapat mengakses semua file yang ada di folder dimanapun dengan menggunakan Laptop maupun SmartPhone. Dengan syarat memiliki akun Gmail atau Google.

Langkah-langkah yang dilakukan dalam workshop tersebut sebagai berikut:

  1. Membuka aplikasi Google Drive dan Login menggunakan akun Gmail.
  2. Membuat folder baru dengan nama “KKMI Cilandak”
  3. Membagikan (share) folder dengan menginput alamat Gmail perwakilan madrasah dengan fasilitas dapat mengedit
  4. Konfirmasi “folder Share” akan terkirim  ke masing-masing alamat Gmail.
  5. Peserta membuka Gmail dan mengklik “kofirmasi” di Gmail
  6. Setiap peserta membuka folder “KKMI Cilandak” dan membuat folder sesuai nama madrasah
  7. Peserta mengklik folder madrasahnya kemudian mengupload tugas yang telah dilaksanakan selama Workshop, yaitu
    a. Hasil Analisis Konten
    b. Reviu Indikator Visi, Misi, dan Tujuan
    c. KTSP Revisi
    d. Data Guru dan Siswa

2. Video Call WebEx

Webex merupakan aplikasi online yanga digunakan untuk Video Conference. Aplikasi ini sudah biasa digunakan bagi penyedia pembelajaran online (daring) atau pembelajaran jarak jauh.

Harapannya WebEx dapat digunakan dalam pembinaan secara online sehingga dapat menghemat waktu dan tempat. Tanpa harus berkumpul di satu tempat dan dapat dilakukan di madrasah masing-masing.

Webex menawarkan program gratis dan berbayar. Program gratis dibatasi hanya 45 menit dengan jumlah peserta Video Conference tidak terbatas.

Semoga dua aplikasi yang dilatihkan dapat mempermudah dalam mengelola Madrasah dan meningkatkan kualitas pendidikan madrasah dalam rangka mewujudkan madrasah hebat bermartabat. Aamiin.

Wallahu A’lam bishshawab.

244

Yunandra

Yunandra adalah Pengawas Madrasah/Konsultan/Praktisi Pendidikan Islam yang ingin berbagi dan memberi untuk hidup lebih baik. Kata yunandra merupakan dua nama digabung dengan kata “and”. Harapannya segala kebaikan yang dilakukan menjadi Amal Jariah berdua.