Profesionalisme Kinerja melalui Optimalisasi Sumber Daya Manusia

Rakerda IV IGRA Jakarta Selatan

Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kota Jakarta Selatan menyelenggarakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) IV IGRA Kota Jakarta Selatan bertempat di Kantor IGRA Jakarta Selatan.

Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama beserta Stafnya, Ketua Pokjawas dan Para pengawas Raudhatul Athfal.

Ketua Panitia Rakerda IV, Hj. Latifah menjelaskan bahwa tujuan diadakan Rakerda IV IGRA Jakarta Selatan adalah Mengevaluasi kinerja, menyampaikan visi, menentukan tujuan dan target, dan menentukan peta perjalanan IGRA ke depan.

Menurut ketua IGRA Kota Jakarta Selatan, Hj. Yani, bahwa draft raker sudah disusun di pra raker sehingga akan mempermudah pelaksanaan Rakerda IV.

Dalam sambutannya, Ketua IGRA Jakarta Selatan menyampaikan program-program yang telah terlaksana di tahun sebelumnya antara lain Peningkatan Kompetensi guru, Kerja sama dengan beberapa Perusahaan untuk kesuksesan program.

Selain itu, Ketua IGRA menyampaikan beberapa program prioritas yang akan dilaksanakan, seperti Pembinaan guru bekerja sama dengan P3 PAUD yang melibatkan 25 peserta dengan pola berjenjang dari dasar, lanjutan sampai mahir, peragaan manasik haji, porseni, Kerja sama dengan Psikologi, dan beberapa program lainnya.

Terakhir, beliau menyampaikan perlunya regenerasi kepemimpinan IGRA dan memberikan apresiasi kepada beberapa PC IGRA yang menyikapi dengan cepat setiap instruksi dari PD IGRA.

Sikap cepat menjadi sebuah tuntutan terhadap perubahan yang begitu cepat. Perubahan dari Revolusi Industri 2.0, 3.0, dan sekarang sudah masuk ke era Revolusi 4.0.

Menurut Kepala Kantor Kemenag Kota Jakarta Selatan, Moch. Komaruddin, IGRA harus mempersiapkan diri untuk masuk ke era Revolusi 0.4. berdasarkan data yang ada, bahwa Indonesia perlu kerja keras agar dapat bersaing dengan negara-negara di Asia Tenggara.

Dalam sambutannya sekaligus pembinaan, Kepala Kantor menegaskan tentang KMA No. 184 tahun 2019 tentang implementasi kurikulum pada madrasah, dimana program Pembiasaaan dan Pembudayaan sangat penting dilaksanakan di RA seperti Tahfidz, dan wudlu yang benar.

Secara umum, ketiga sambutan, baik dari ketua panitia, ketua PD IGRA, dan Kepala Kantor menggambarkan tema yang diangkat di Rakerda IV ini, yaitu “Meningkatkan Profesionalisme Kinerja Melalui Optimalisasi SDM dan Sinergitas Pimpinan IGRA Se Jakarta Selatan”

Ada dua hal yang bisa dibahas dalam tulisan ini yaitu

1. Profesionalisme kinerja

Profesionalisme adalah mutu, kualitas, dan tindak tanduk yang merupakan ciri suatu profesi atau ciri orang yang profesional.

Profesional adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian, kemahiran, atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi.

Profesi adalah kata serapan dari sebuah kata dalam bahasa Inggris “Profess”, yang bermakna: “Janji untuk memenuhi kewajiban melakukan suatu tugas khusus secara tetap/permanen”.

Kinerja (prestasi kerja) adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya”. “Kinerja seseorang merupakan kombinasi dari kemampuan, usaha dan kesempatan yang dapat dinilai dari hasil kerjanya”.

Jadi profesionalisme kinerja bisa diartikan hasil kerja yang bermutu dan berkualitas yang dihasilkan oleh orang yang profesional.

Seorang guru yang profesional adalah yang memiliki kualifikasi, kompetensi, dan kinerja sesuai standar yang ditentukan.

Bukti seorang guru menjadi guru profesional adalah memiliki sertifikat profesi. Jika seorang guru memiliki sertifikat profesi dan menjalankan tugasnya sesuai dengan tanggungjawabnya, maka berhak mendapatkan tunjangan profesi.

Tunjangan Profesi adalah tunjangan yang diberikan kepada Guru dan Dosen yang memiliki sertifikat pendidik sebagai penghargaan atas profesionalitasnya.

2. Cara mencapai Profesionalisme kinerja

Untuk mencapai kinerja yang bermutu ada dua cara yaitu

  1. Optimalisasi Sumber Daya Manusia
    Sumber Daya Manusia di Raudhatul Athfal yaitu kepala RA, Guru, dan tenaga kependidikan. Untuk mencapai kinerja yang baik, perlu dioptimalkan sumber daya manusia yang ada.
    Program pengembangan kompetensi guru, staf dan kepala RA harus terus dilakukan secara terencana dan berkelanjutan. Karena tantangan pendidikan akan terus berkembang.
  2. Sinergitas Pimpinan IGRA
    Menurut KBBI, Sinergitas berasal dari sinergi yaitu kegiatan atau operasi gabungan. Biasa didengar yaitu kerjasama atau kegiatan-kegiatan yang berkolaborasi dalam pelaksanaannya.
    Jadi untuk mencapai Profesionalisme kinerja perlu kerja sama antara pimpinan IGRA, baik pimpinan daerah, maupun pimpinan cabang.

Semoga Rakerda IV Kota Jakarta Selatan berjalan dengan lancar dan menghasilkan program-program yang bermutu.

5

Yunandra

Yunandra adalah Pengawas Madrasah/Konsultan/Praktisi Pendidikan Islam yang ingin berbagi dan memberi untuk hidup lebih baik. Kata yunandra merupakan dua nama digabung dengan kata “and”. Harapannya segala kebaikan yang dilakukan menjadi Amal Jariah berdua.