Pemanfaatan Google dalam Mengelola RA

Pengantar Literasi

Senin, 17 Februari 2020, Pengurus Daerah Ikatan Guru Raudlatul Athfal (IGRA) Jakarta Selatan menyelenggarakan pelatihan literasi digital bagi guru RA se Jakarta Selatan. Bertempat di Kantor Pengurus Daerah IGRA Jakarta Selatan.


Kegiatan Pembinaan Lain:

Pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari hasil evaluasi Bintek penguatan Kepala Madrasah. Dimana Bimtek hanya menyediakan waktu yang terbatas berefek pada materi yang disampaikan sangat terbatas. Sehingga para peserta merasa perlu mempelajari lebih lanjut karena beberapa  materi-materi sangat penting untuk mendukung kepala RA dalam mengelola Raudlatuk Athfal serta meningkatkan kualitas pembelajaran.

Salah satunya adalah materi Literasi Digital. Literasi Sendiri merupakan satu dari tiga kecakapan abad 21 yang menjadi dasar pengembangan kurikulum di Indonesia dengan sebutan kurikulum 2013. Penyebutan tahun di kurikulum menjadi pembeda dengan kurikulum sebelumnya yaitu kurikulum 2006.

Tiga kecakapan abad-21 yaitu

  1. Karakter yaitu menjawab “Bagaimana menghadapi lingkungan yang terus berubah”
  2. Kompetensi yaitu menjawab “Bagaimana mengatasi tantangan yang kompleks?
  3. Literasi yaitu menjawab “Bagaimana menerapkan keterampilan inti untuk  kehidupan sehari-hari?

Baca: 3 Kecakapan Abad 21

Literasi memiliki arti “kemampuan individu untuk membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian yang diperlukan dalam pekerjaan, keluarga dan masyarakat.” (National Institute for Literacy) sedangkan dalam kurikulum 2013, literasi adalah berarti kemampuan menerapkan kemampuan inti pada kehidupan sehari-hari.

Ada 5 literasi yang disebutkan di World Economic Forum 2013, yaitu

  1. Literasi Baca Tulis
  2. Literasi Numerasi
  3. Literasi Sains
  4. Literasi Digital
  5. Literasi Finansial
  6. Literasi Budaya dan kemasyarakatan

Literasi Digital

Literasi Digital menjadi sangat penting disebabkan perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat.  Secara tidak langsung mempengaruhi dunia pendidikan. Kondisi seperti ini memaksa para praktisi pendidikan untuk melek terhadap teknologi digital. Dan memikirkan bagaimana memanfaatkan Digital untuk mndukung peningkatan kualitas pendidikan.

Literasi digital diartikan sebagai kemampuan untuk memahami dan menggunakan informasi dalam berbagai bentuk dari berbagai sumber yang sangat luas yang diakses melalui piranti komputer (Gilster.1997).

Dalam buku Literasi Digital yang diterbitkan oleh Kemendikbud tahun 2017, Literasi Digital adalah  adalah pengetahuan dan kecakapan untuk menggunakan media digital, alat-alat komunikasi, atau jaringan dalam menemukan, mengevaluasi, menggunakan, membuat informasi, dan memanfaatkannya secara sehat, bijak, cerdas, cermat, tepat, dan patuh hukum dalam rangka membina komunikasi dan interaksi dalam kehidupan sehari-hari.Indikator literasi digital di sekolah, Keluarga, dan masyarakat.

Panduan: Literasi Digital; Pendukung Gerakan Literasi Nasional

Google Drive

Pengurus Daerah IGRA Jakarta Selatan mengangkat tema dalam pelatihan literasi digital kali ini yaitu “Pemanfaatan Google Drive dalam Mengelola Raudhatul Athfal”.

Google, pada awalnya merupakan aplikasi pencarian yang didirikan oleh Larry Page dan Sergey Brin. Kemudian menjadi perusahan besar yang bernama Google LLC berpusat di Amerika Serikat. Google menawarkan beberapa perangkat aplikasi yang sangat mudah diakses dan dipelajari. Cukup dengan satu akun di Gmail atau Google, pengguna dapat membuka dan menggunakan fasilitas yang disediakan oleh Google.

Google Drive merupakan aplikasi penyimpan data di dunia maya (Cloud). Fungsinya saperti flash Disk atau Hardisk yaitu tempat penyimpanan data dan mencadangan berbagai format file seperti word, excel, powerpoint, photo, pdf, atau format lainnya.

Bahkan Google menyediakan aplikasi office seperti microsoft office yang menyediakan aplikasi pengolahan kata dan angka serta membuat paparan secara online. Seperti

  1. Google Document yaitu aplikasi online yang berfungsi mengolah kata seperti Microsoft Word.
  2. Google SpreadSheet yaitu aplikasi online yang berfugnsi mengolah angka seperti Microsoft Excel.
  3. Gogole Slide yaitu aplikasi online yang berfungsi membuat slide presentasi atau paparan seperti di Microsoft PowerPoint..

Raudlatul Athfal sebagai lembaga pendidikan tidak lepas dari aplikasi office dalam mengelola dokumen di bidang yang ada. Menurut Permendiknas no. 19 tahun 2007 tentang standar pengelolaan, bidang yang dikelola oleh satuan pendidikan termasuk Raudhatul Athfal yaitu

  1. Pengelolaan Kesiswaan
  2. Pengelolaan Kurikulum dan Kegiatan Pembelajaran
  3. Pengelolaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan
  4. Pengelolaan Sarana dan Prasarana
  5. Pengelolaan keuangan dan Pembiayaan

Pelatihan literasi digital di IGRA Jakarta Selatan kali ini difokuskan pada pemanfaatan google dalam mengelola 3 bidang pertama yaitu kesiswaan, kurikulum, dan pendidik dan tenaga kependidikan.

Pelatihan kali ini diikuti oleh 40 guru RA se Jakarta Selatan. Menurut Ketua PD IGRA Jakarta Selatan, Dra. Hj. Yani Suarsih, M.Pd., Kuota tersebut disesuakan dengan kapasitas daya tampung ruangan yang dimiliki oleh IGRA Jakarta Selatan. Walaupun guru-guru RA yang berminat mengikuti pelatihan Literasi Digital ini masih banyak, sehingga ada kemungkinan PD IGRA Jakarta Selatan akan mengadakan kembali untuk gelombang kedua.

Aplikasi Google yang dipelajari di pelatihan selain Google Drive dan aplikasi pendukunganya seperti Google Document dan Google Spreadsheet, adalah

  1. Google Form atau google formulir adalah aplikasi bagian dari Google Drive sebagai aplikasi  yang berguna untuk mengumpulkan informasi yang mudah, mengirim survei, dan membuat kuis.. Google Form dapat dihubungkan ke Google spreadsheet.
  2. Google Kalender adalah layanan aplikasi Google untuk membuat jadwal kegiatan, pengingat tugas, dan penetap target sesuai jadwal
  3. Google Map adalah layanan pemetaan web yang dikembangkan oleh Google. Layanan ini memberikan citra satelit, peta jalan, panorama 360°, kondisi lalu lintas, dan perencanaan rute untuk bepergian dengan berjalan kaki, mobil, sepeda (versi beta), atau angkutan umum.

Target pada pelatihan ini adalah Guru diharapkan menguasai aplikasi-apliksi google tersebut, kemudian menerapkan dalam pengelolaan Raudlatul Athfal.

Tahapan Pelatihan

Adapun tahapan-tahapan yang dilakukan dalam pelatihan literasi digital ini yaitu

A. Pengantar Google Drive

Pada tahapan pengatar Google Drive dan Aplikasi lainya, para peserta mampu menerapakan materi berikut, yaitu

  1. Memastikan memiliki akun Gmail
  2. Menginstall aplikasi Google Drive, Google Doc, dan Google SpreadSheet di SmartPhone
  3. Membuka Aplikasi Google Drive
  4. Menggunakan Filtur-filtur yang ada di Google Drive
  5. Menguggah (Upload) file atau Folder ke Google Drive
  6. Membuat Folder di Google drive
  7. Mengunduh (Download) File atau Folder dari Google Drive
  8. Memindahkan File atau Foder di Google Drive
  9. Memodifikasi Warna Folder di Google Drive
  10. Membagikan file atau Folder di Google Drive
  11. Mengkonversi file PDF dan Gambar di Google Drive
  12. Menggunakan Google Form
  13. Menggunakan Google Kalender

B. Penerapan Aplikasi Google sesuai Bidang Pengelolaan

Tahap kedua, peserta diharapkan dapat menerapkan aplikasi Google dalam mengelola RA sesuai bidangnya. Adapun rincian materinya sebgai berikut:

  1. Pengelolaan Administrasi Umum
    • Menyimpan Dokumen Kelembagaan dengan menggunakan filtur upload di Google Drive
    • Membuat Surat Undangan dengan menggunakan filtur Google Document
    • Membuat Surat Izin tidak masuk dengan menggunakan Aplikasi Google Form
  2. Pengelolaan Kurikulum
    • Menyusun RPM-RPH dengan menggunakan filtur Upload atau Google Document. Kemudian membagikanya agar bisa dilihat guru lain atau diedit bersama dengan guru lain
    • Kalender Pendidikan dengan menggunakan Google kalender
    • Pembagian Raport dengan menggunakan Filtur Share
    • Informasi Kegiatan dengan menggunakan Google Kalender atau Document Share
    • Absensi Siswa dengan menggunakan Google Form.
  3. Pengelolaan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan
    • Dokumen  Guru dengan menggunakan Create Folder dan Upload Document. Hal dapat menghidari penumpukan dokumen di kantor.
    • Pendataan Guru dengan menggunakan SpreadSheet atau Google Form
    • Surat Tugas dengan Menggunakan Google Document dan SpreadSheet
    • File hasil Pelatihan yang diikuti guru dengan Menggunakan Create Folder dan Upload Document
  4. Pengelolaan Kesiswaan
    • Data Siswa dan Orang tua dengan menggunakan Upload, atau SpreadSheet atau Google Form.
    • Form Pendaftaran Online dengan Menggunakan Google Form
    • Surat Izin tidak masuk Kelas dengan menggunakan Google Form di Laptop

Kegiatan pelatihan berakhir di jam 16.00. Waktu sehari memang tidak akan cukup untuk mendalami filtu-filtur Google Drive. Minimal pelatihan hari ini memberikan bekal dan wawasan kepada peserta bahwa Aplikasi Google yang ada di SmartPhone bisa digunakan dalam mengelola Raudlatul Athal.

Kedua, mendorong para peserta untuk terus belajar dan melatih secara mandiri agar lebih lancar dan mendalami lebih lanjut filtur-filtur google yang akan mendukung peningkatan mutu pendidikan dan pelayanan pendidikan.

Semoga Bermanfaat. Wallahu a’lam

63

Yunandra

Yunandra adalah Pengawas Madrasah/Konsultan/Praktisi Pendidikan Islam yang ingin berbagi dan memberi untuk hidup lebih baik. Kata yunandra merupakan dua nama digabung dengan kata “and”. Harapannya segala kebaikan yang dilakukan menjadi Amal Jariah berdua.