Refleksi Pengawas Madrasah: Belajar Implementasi KBC melalui Program 1 Pengawas 1 Madrasah
yunandracom. Program 1 Pengawas 1 Madrasah dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) telah launching pada saat Silaturahmi Nasional (Silatnas) Pengawas Madrasah di Bandung.
Program ini ditindaklanjuti oleh Pokjawas Madrasah Jakarta Selatan dengan Sosialisasi program tersebut beserta penguatan pemahaman kurikulum berbasis cinta (KBC) bagi semua pengawas Jakarta Selatan.
Tulisan ini menjadi bagian dari kegiatan penulis di organisasi profesi dan kelompok kerja yang menjadi sarana peningkatan profesionalisme jabatan fungsional. Juga aktivitas pengawas yang multi peran yang berdampak terhadap penguatan karakter.
Untuk lengkapnya, Silahkan buka halaman: Pengawas madrasah dengan multiperan –>
Sosialisasi 1 Pengawas 1 Madrasah
Sedikit mengingatkan kembali terkait program 1 Pengawas 1 Madrasah dalam beberapa sub tema.
Program Nasional Penguatan Implementasi KBC
Pada Silaturahmi Nasional, Menteri Agama, Nazaruddin Umar melaunching Program 1 Pengawas 1 Madrasah di depan peserta Silatnas IV Pengawas Madrasah di Bandung.
Kehadiran 800 pengawas madrasah dari seluruh Indonesia di acara tersebut memberikan peluang besar gerakan 1 Pengawas 1 Madrasah bisa bergerak lebih cepat sebagai program Nasional.
Peran Pengawas Madrasah dalam Pendampingan KBC
Secara kebijakan, Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) sudah masuk di Peraturan Perundang-undangan. Tinggal bagaimana implementasinya di madrasah
Kemunculan program 1 Pengawas 1 Madrasah sebagai pendukung kebijakan KBC dalam tataran implementasi di madrasah.
Pengawas sebagai Penjaminan Mutu Pendidikan Madrasah memiliki peran penting untuk memastikan kebijakan KBC tersebut berjalan dan berdampak.
Harapan Besar di Balik Program 1 Pengawas 1 Madrasah
Dengan launchingnya program 1 Pengawas 1 Madrasah diharapkan dapat terlihat secara nyata perubahan yang terjadi di madrasah.
Tentunya perlu ada komitmen semua pihak agar program 1 Pengawas 1 Madrasah berjalan lancar. Juga keberlanjutan dalam proses karena KBC merupakan pendidikan nilai yang dapat membentuk karakter. Dan pembentukan karakter membutuhkan usaha dan doa dari semua pihak.
Belajar Bersama di Pusbangkom Kementerian Agama
Sebelum hari pelaksanaan, Panitia Sosialiasi Program 1 Pengawas 1 Madrasah telah mencari berbagai tempat pelatihan. Mulai dari luar kota atau dalam kota. Ruangan di madrasah atau pusat pelatihan.
Akhirnya Pokjawas Jakarta Selatan memutuskan Pusat Pengembangan Kompetensi (Pusbangkom) Kemenag.
Suasana Kegiatan yang Kondusif dan Kolaboratif
Program 1 Pengawas 1 Madrasah merupakan sebuah gerakan untuk melihat implementasi kurikulum berbasis cinta di madrasah melalui pendampingan dari Pengawas Madrasah.
Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas) Madrasah Jakarta Selatan mengadakan kegiatan tersebut bertempat di Pusat Pengembangan Kompetensi (Pusbangkom) Kemenag di Ciputat.
Hal yang menarik ruang belajar lengkap sebagai Smartroom, membuat sosialisasi program 1 Pengawas 1 Madrasah menjadi lebih nyaman.
Smartroom dan Fasilitas Pendukung Pembelajaran
Kegiatan berlangsung 2 hari 1 malam. Sebagian pengawas madrasah menginap di kamar yang telah disediakan oleh Pusbangkom. Sebagian lagi pulang pergi.
Semangat Gotong Royong Pengawas Madrasah
Karena bersifat swadaya, maka anggaran pun gotong royong di antara para pengawas madrasah.
Apalagi fasilitas pelatihan tersedia secara gratis. Cukup bersurat ke Pusbangkom untuk memohon menggunakan fasilitas pelatihan. Tentunya hal ini meringankan anggaran Pokjawas Jakarta Selatan.
Materi Penguatan Kurikulum Berbasis Cinta
Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) merupakan pendidikan karakter yang menjadi ruh sebuah pendidikan. Sehingga kehadirannya bukan hal baru. Posisinya menjadi penguat program yang sudah berjalan agar lebih berdampak.
Sebuah sikap akan berdampak dengan syarat dua hal yaitu terasa dan terlihat. Serta membutuhkan proses yang panjang dan kesabaran.
Maka materi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) berbicara khusus tentang Panca Cinta dengan 6 Nilai.
Sebagian masih fokus kepada penyiapan dokumen implementasi kurikulum berbasis cinta (KBC). Padahal ada kegiatan lain yang bisa digunakan dalam implementasi KBC yaitu budaya Madrasah.
Baca: Pembudayaan Nilai KBC dalam KMA Nomor 512 Tahun 2026
Untuk mengetahui kegiatan lainnya, silahkan buka: Aktivitas Pengawas Madrasah dalam Organisasi Profesi dan Kelompok Kerja.
Sumber: KMA 512 Tahun 2026 Pedoman Kurikulum Berbasis Cinta

Artikel Pokjawas Jakarta Selatan
- Refleksi Pengawas Madrasah: Belajar Implementasi KBC melalui Program 1 Pengawas 1 Madrasah

- Menjadi Pengawas Madrasah 5.0 di Era AI: Catatan Silatnas IV 2026

- Training of Fasilitator: Implementasi KBC Menggunakan MAGIS

- Peluang Pengurus Pokjawas Madrasah DKI Jakarta

- 7 Protas Kolaborasi di acara Pengukuhan Pokjawas Madrasah Jakarta Selatan

- Organisasi Profesi Pendidik dan Kelompok Kerja: Catatan Pengawas Madrasah

Artikel Terbaru
- 3 Peran Guru Madrasah dalam Implementasi KBC di Madrasah
- Refleksi Pengawas Madrasah: Belajar Implementasi KBC melalui Program 1 Pengawas 1 Madrasah
- Instrumen Asesmen KBC: Cara Mengukur Internalisasi Nilai KBC
- Peran Fundamental Guru dan Tenaga Kependidikan dalam Implementasi KBC
- Pendekatan Pembelajaran Mendalam dan 12 Metode Implementasi KBC
- Strategi Implementasi KBC pada Program Kurikuler
| Ingin Meningkatkan Kompetensi Secara Mandiri, Silahkan belajar di madrasahyunandra.com |
| Buka |







