Guru

3 Peran Guru Madrasah dalam Implementasi KBC di Madrasah

yunandracom. Guru madrasah selalu memiliki peran penting dalam menyukseskan setiap kebijakan pendidikan nasional atau madrasah termasuk implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC).

Makanya peran guru madrasah menjadi topik menarik di kategori Pengelolaan Guru Madrasah sebagai bagian dari Inovasi GTK Pendidikan Islam.

Pada artikel ini, Penulis akan membahas secara detail 3 peran guru madrasah dalam implementasi KBC.

Madrasah yunandra
Kelas Online Pengawas Madrasah

Berdasarkan Pedoman KBC, 3 Peran Guru dalam implementasi KBC adalah pembimbing moral (moral guide), fasilitator pembelajaran nilai (values facilitator), dan teladan hidup (role model).

Baca: Peran Fundamental Guru dan Tenaga Kependidikan dalam Implementasi KBC

Penulis akan mencoba membahas secara detail ketiga peran tersebut

1. Pembimbing Moral (moral guide)

Peran pertama seorang guru madrasah ebagai pembimbing moral guru membantu peserta didik memahami prinsip kebaikan, menimbang pertimbangan etis, dan memahami konsekuensi moral dari Tindakan.

Dalam kajian Pendidikan Islam, Moral merupakan ruh dari pendidikan. Sehingga Pendidikan akan hilang ruhnya jika ada proses penanaman moral atau karakter.

Apalagi Madrasah sebagai sekolah umum berciri khas Islam yang tidak lepas dari Pendidikan Akhlak Mulya.

Maka wajar sekali, guru madrasah memiliki peran Pembimbing moral. Dengan kebijakan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), peran pembimbing Moral menjadi sangat penting.

2. Fasilitator Pembelajaran Nilai (values facilitator)

Peran kedua guru madrasah adalah sebagai fasilitator pembelajaran nilai guru merancang pengalaman belajar sehingga peserta didik dapat menemukan, menghayati, dan mempraktikkan nilai secara mandiri.

Berdasarkan pengertian, Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) merupakan Pendidikan Nilai. Maka wajar sekali kalau guru harus memiliki teknik fasilitasi nilai agar proses implementasi kurikulum berbasis cinta (KBC) berhasil.

3. Teladan Hidup (role model)

Peran ketiga guru madrasah adalah Sebagai teladan hidup guru menghadirkan nilai-nilai luhur melalui perilaku nyata, konsisten, dan penuh integritas.

Role Model tidak hanya pada implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Tapi sudah menjadi tanggung jawab seorang muslim untuk menjadi contoh bagi yang lain.


Setelah mengetahui ketiga peran tersebut, perlu pemikiran baru, bagaimana mempersiapkan guru madrasah agar mampu melakukan ketiga peran tersebut dengan baik.

Jika menggunakan standar kompetensi, ketiga peran tersebut membutuhkan kompetensi kepribadian dan sosial.

Salah satu strategi peningkatan kompetensi kepribadian dan sosial menggunakan metode experiental learning yang disederhanakan menjadi ARKA (Aktivitas, Refleksi, Konseptual, dan Aplikasi).

Metode ini telah berjalan dalam pelatihan implementasi KBC di Pusbangkom Kemenag.

Baca: ARKA: Tahapan Pelatihan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC)

Pada akhirnya dengan kompetensi yang dimiliki, guru madrasah dapat melakukan peran yang maksimal dalam mendukung implementasi kurikulum berbasis cinta (KBC).


Untuk mengetahui peran lainnya, silahkan buka Inovasi Pengelolaan Guru Madrasah


Sumber: KMA Nomor 512 Tahun 2026 Pedoman Kurikulum Berbasis Cinta (KBC)

Buku Terbaru

Lainya


Artikel Terbaru

Ingin Meningkatkan Kompetensi
Secara Mandiri
,

Silahkan belajar
di madrasahyunandra.com
Buka