5 Posisi Guru dalam Budaya Positif dan Disiplin
yunandracom. 5 Posisi Guru dalam budaya positif dan disiplin menurut Diane Gossen menjadi tema inovasi pengelolaan guru madrasah dalam pembelajaran.
Hal ini menjadi pendukung terhadap gagasan inovasi guru dan tenaga kependidikan sebagai bagian dari rumusan inovasi pendidikan Islam.
Ingin memahami secara lengkap strategi pengelolaan SDM Pendidikan, silahkan buka Inovasi Pengelolaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Penulis mencoba membahas sekilas tentang lima posisi kontrol seorang guru menurut Diane Gossen.

Posisi Kontrol Guru dalam Budaya Positif dan Disiplin
Posisi kontrol guru dalam budaya positif dan disiplin adalah sebuah konsep yang memetakan bagaimana seorang guru merespons, mengelola, dan berinteraksi dengan murid, terutama ketika murid melakukan pelanggaran atau kesalahan.
Secara mendalam, berikut adalah maksud dan esensi dari posisi kontrol guru:
- Cerminan Paradigma Guru Terhadap Disiplin. Posisi kontrol menunjukkan bagaimana cara pandang guru terhadap makna “disiplin” itu sendiri.
- Penentu Jenis Motivasi Perilaku Murid. Setiap posisi kontrol yang diambil guru akan melahirkan jenis motivasi yang berbeda pada diri murid.
- Alat Evaluasi Diri (Refleksi) bagi Guru. Posisi kontrol berfungsi sebagai cermin bagi guru untuk mengevaluasi efektivitas pola asuh dan pola ajarnya di kelas.
5 Posisi Kontrol Guru
Diane Gossen menjelaskan 5 posisi kontrol guru dalam menciptakan budaya positif dan disiplin di sekolah atau madrasah
1. Penghukum
Penghukum adalah tipe pertama posisi kontrol guru. Guru tipe ini cenderung menggunakan hukuman, baik secara fisik maupun verbal. Responsnya berupa menghardik, menunjuk-nunjuk, atau menyindir. Motivasi yang muncul pada murid adalah rasa takut
2. Pembuat Merasa Bersalah
Guru menggunakan keheningan atau kata-kata lembut untuk membuat murid merasa tidak nyaman, bersalah, atau rendah diri. Murid biasanya akan menyalahkan diri sendiri.
3 Teman
Guru mengontrol murid melalui persuasi dengan pendekatan yang akrab dan ramah. Dampak positifnya adalah hubungan yang dekat, namun dampak negatifnya murid bisa bergantung dan hanya berperilaku baik kepada guru tertentu.
4. Pemantau:
Guru mengawasi murid berdasarkan peraturan dan konsekuensi yang ada. Pendekatan ini mengandalkan catatan atau data untuk memverifikasi perilaku murid.
5. Manajer
Posisi tertinggi dan paling ideal adalah manajer. Guru bertindak sebagai mentor yang mempersilakan murid bertanggung jawab atas perilakunya dan mendukung mereka menemukan solusi atas masalahnya sendiri.
Baca juga:
- Budaya Positif di Madrasah dan sekolah: Pengertian, Manfaat dan Dampak
- 5 Posisi Guru dalam Budaya Positif dan Disiplin
- Menciptakan Budaya Positif di Madrasah: Teori Restitusi Diane Gossen
Strategi Implementasi Menuju Posisi Manajer
Dalam proses menggeser posisi kontrol guru dalam menciptakan budaya positif dan disiplin perlu strategi yang cocok.
Pertama merubah mindset guru terkait Pendidikan dan pengajaran. Kurikulum berbasis cinta telah menekankan salah satu mindset yang dirubah yaitu dari jalaliah ke Jamaliah.
Untuk melihat lengkapnya mengenai guru, silahkan buka Strategi Inovasi Guru Madrasah Profesional
Sumber: Restitution: Restructuring School Discipline, Diane Chelsom Gossen,

Artikel Terkait
- 5 Posisi Guru dalam Budaya Positif dan Disiplin

- Standar Tenaga Admininstrasi pada Satuan Pendidikan

- Standar Laboran: Tenaga Kependidikan di Labarotorium pada Satuan Pendidikan

- Kompetensi Pustakawan Sebagai Tenaga Kependidikan di Perpustakaan Sekolah/Madrasah

- Asesmen Berbasis Cinta (ABC): Gagasan Penilaian Kompetensi Kepribadian dan Sosial

- Growth Level: Tingkatan Kompetensi GTK Madrasah

Artikel Terbaru
- Strategi Implementasi Kepemimpinan Pembelajaran dalam Pencapaian Renstra Kemenag
- Menjadi Pengawas Madrasah 5.0 di Era AI: Catatan Silatnas IV 2026
- Korelasi antara KBC dan Konsep Madrasah Minimalis dalam Implementasi di Madrasah
- Training of Fasilitator: Implementasi KBC Menggunakan MAGIS
- Perlukah Kompetensi Khusus GTK Madrasah?
- Budaya Positif di Madrasah dan sekolah: Pengertian, Manfaat dan Dampak







