GTK

Membangun Kepercayaan dengan 4 karakter Nabi Muhammad

Yunandra. Membangun Kepercayaan dengan 4 karakter Nabi Muhammad merupakan gagasan ringan dalam inovasi pengelolaan Guru dan Tenaga Kependidikan.

Gagasan ini muncul setelah membaca buku The Speed of Trust karya Stephen Covey yang menyatakan kepercayaan terbangun oleh Kredibilitas yang ditopang oleh 4 pilar yaitu integritas, Intent, kapasitas, dan reputasi.

Baca selengkapnya di Membangun Kepercayaan dalam Pendidikan Islam: Teori dan Praktik

Tulisan ini mencoba mengungkap kembali bahwa Islam telah memperkenalkan bagaimana cara membangun kepercayaan atau kredibilitas.

Fokus utama dari tulisan ini hanya analisa sederhana yang masih perlu kajian mendalam.


Sejarah Islam mencatat bahwa Nabi Muhammad saw telah mendapatkan gelar Al Amin dari kaum Quraisy sebelum turun wahyu pertama di Gua Hira.

Pengakuan ini menunjukkan bahwa karakter dapat dipercaya karena memiliki kredibilitas yang dapat terlihat oleh orang lain bahkan kaum Quraisy.


Al Amin memiliki arti terpercaya. Orang terpercaya pasti memiliki kredibilitas yang baginya g menjadi pilar utama.

Sehingga berbicara Al Amin berarti berbicara tentang orang yang dapat dipercaya dari moral dan kompetensinya.


Berdasarkan sejarah Islam, nabi Muhammad saw memiliki 4 karakter yaitu

  1. Sidiq artinya jujur
  2. Amanah artinya tanggung jawab dan berintegritas
  3. Fathonah artinya cerdas
  4. Tablig artinya kemampuan menyampaikan atau komunikasi

Empat inilah menjadi pilar Orang dipercaya.


Hubungan antara 4 Karakter Nabi Muhammad saw dan 4 pilar Stephen Covey memiliki kesamaan dalam dua kategori yaitu Karakter dan Kompetensi.

Sidiq dan Amanah merupakan karakter. Sedangkan Fathonah dan Tabligh adalah Kompetensi.

Menurut Covey yaitu integritas dan intent termasuk Karakter. Sedangkan Capability dan Reputasion adalah Kompetensi.

Artinya kehadiran rumus Covey memperkuat ajaran Islam bahwa untuk membangun kepercayaan harus memiliki 4 pilar yaitu sidiq, amanah, Fathonah, dan Tabligh.