8 Mitos terkait Kepercayaan
yunandracom. 8 Mitos – mitos kepercayaan menjadi tema di kajian membangun kepercayaan dalam Pendidikan.
Stephen M R Covey mengungkapkan adanya beberapa mitos terkait kepercayaan. Mitos tersebut dapat melemahkan dan menghalangi dari menikmati keuntungan kepercayaan tinggi.
Tulisan ini menegaskan kepercayaan dapat meningkatkan kualitas pendidikan dari aspek psikologi untuk rumusan inovasi Pendidikan Islam.
Maka fokus utamanya kepada analisis mitos – mitos yang mempengaruhi dampak kepercayaan.

Pengertian Mitos Kepercayaan
Secara bahasa, kata “mitos” berasal dari bahasa Yunani kuno, yaitu mythos.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), secara bahasa mitos diartikan sebagai cerita suatu bangsa tentang dewa dan pahlawan zaman dahulu yang mengandung penafsiran tentang asal-usul semesta alam, manusia, dan bangsa itu sendiri, yang mengandung arti mendalam dan gaib.
Sedangkan bahasa sederhana, mitos memiliki arti sebagai sesuatu yang banyak dipercayai orang, padahal sebenarnya belum tentu benar (belum terbukti secara ilmiah).
Jadi pengertian mitos-mitos kepercayaan adalah sesuatu yang banyak dipercaya tentang kepercayaan yang belum tentu terbukti ilmiah.
Baca: Berpikir masalah ada di luar adalah Masalah Menurut Stephen Covey
Mintos dan Realita Tentang Kepercayaan
Stephen MR Covey menjelaskan 8 mitos tentang kepercayaan dan realitasnya.
Kepercayaan itu Lunak
Mitos Pertama bahwa kepercayaan itu lunak. Maksudnya kepercayaan adalah sesuatu yang sangat baik kalau dimiliki, namun tidak mungkin benar-benar mendefinisikannya, menguantifikasinya dan mengukurnya.
Realitanya kepercayaan itu kongkret, nyata, dan bisa dikuantifikasi. Secara terukur kepercayaan itu memengaruhi baik kecepatan maupun biaya
Kepercayaan itu Lambat
Mitos Kedua adalah kepercayaan itu lambat.
Adapun realita, tidak ada yang secepat kepercayaan.
Membangun Kepercayaan hanya dengan Integritas
Mitos ketiga adalah kepercayaan itu dibangun hanya di atas integritas.
Realita yang ada kepercayaan adalah fungsi dari karakter (yang mencakup integritas) sekaligus kompetensi.
Keberadaan Kepercayaan
Mitos keempat adalah Anda bisa mempunyai kepercayaan atau tidak.
Secara realita, kepercayaan bisa diciptakan maupun dihancurkan
Kepercayaan tidak bisa pulih
Mitos kelima adalah begitu hilang, kepercayaan tidak mungkin pulih.
Realitasnya bahwa walaupun sulit, dalam sebagian besar kasus, kepercayaan yang sempat hilang bisa dipulihkan
Kepercayaan Tidak Bisa Diajarkan
Mitos keenam adalah Anda tidak mungkin mengajarkan kepercayaan.
Realitanya kepercayaan bisa diajarkan dan dipelajari dengan efektif, dan bisa menjadi keunggulan strategis yang bisa didongkrak.
Mempercayai itu Riskan
Mitos ketujuh adalah mempercayai orang itu terlalu riskan.
Realitanya tidak mempercayai orang itu justru resiko yang lebih besar.
Terbentuk seorang demi seorang
Mitos terakhir menurut Stephen Covey adalah kepercayaan terbentuk dengan seorang demi seorang.
Realitasnya membentuk kepercayaan dengan satu orang akan membentuk kepercayaan dengan banyak orang.
Artikel Membangun Kepercayaan dalam Pendidikan
- Metafora Efek Berantai 5 Gelombang Kepercayaan
- Berpikir masalah ada di luar adalah Masalah Menurut Stephen Covey
- 4 Inti Kredibilitas: Faktor Pembentuk Kepercayaan
- Rumus Kepercayaan: Strategi Percepatan Kolaborasi dan Efesien Anggaran
- Membangun Kepercayaan dalam Pendidikan Islam: Teori dan Praktik

Artikel Terbaru
- 8 Mitos terkait Kepercayaan
- Metafora Efek Berantai 5 Gelombang Kepercayaan
- Berpikir masalah ada di luar adalah Masalah Menurut Stephen Covey
- 4 Inti Kredibilitas: Faktor Pembentuk Kepercayaan
- Growth Mindset dalam Pendidikan Islam: Pengertian, Manfaat, dan Cara Menerapkannya
- Rumus Kepercayaan: Strategi Percepatan Kolaborasi dan Efesien Anggaran
| Ingin Meningkatkan Kompetensi Secara Mandiri, Silahkan belajar di madrasahyunandra.com |
| Buka |
