pembinaan

Pendamping Memberdayakan: Jurnal dan Catatan Refleksi Pengawas Madrasah

yunandracom. Pendamping madrasah menjadi aktivitas utama pengawas madrasah multi peran. Maka jurnal lapangan menjadi dokumentasi kondisi nyata madrasah binaan.

Perjalanan menjadi pengawas memberikan pengalaman yang berharga yang sayang kalau tidak didokumentasikan. Apalagi dengan peran baru sebagai pendamping madrasah, penulis merasa nyaman dan bisa menggali potensi yang terpendam.

Berbeda dengan peran sebelumnya yang lebih banyak pada supervisi akademik dan manajerial. Dua peran yang terkesan sebagai inspektur dan pemeriksa data. Alih-alih mendapatkan sambutan terbuka, malah membuat takut para kepala madrasah dan guru

Kedatangannya seperti mau mencari kekurangan dan menasehati kesalahan. Padahal yang diperlukan adalah pendampingan dan dorongan untuk maju bersama.

Kenapa penulis bisa berucap seperti di atas? Karena penulis pernah mengalami menjadi seorang guru dan juga kepala madrasah.

Selama sepuluh tahun menjadi guru di MIN Al Azhar Asy Syarif. Dan selama itu juga mengalami menjadi kepala madrasah ibtidaiyah dan Tsanawiyah. Setelah menjadi pengawas, penulis mendapatkan kesempatan untuk menjadi kepala madrasah Aliyah pertama kali.

Berdasarkan pengalaman tersebut menjadi tahu apa yang dibutuhkan oleh kepala madrasah.

Peran pendamping madrasah adalah

  1. Menggali potensi dengan coaching
  2. Memberi solusi dengan consulting
  3. Menjadi inspirasi dengan mentoring
  4. membuka ruang prestasi dengan facilitating

Maka Artikel ini merupakan kumpulan catatan harian selama melaksanakan tugas sebagai pendamping madrasah empat metode di atas.

Hal ini merupakan strategi memberikan kemudahan kepada para pembaca, baik guru, kepala, dan pengawas madrasah serta semua pemerhati pendidikan madrasah.

Harapannya dapat memberikan inspirasi dan gagasan baru dalam menjalankan perannya sebagai pendamping. juga bagi guru dan kepala madrasah dapat menjadi dasar pengembangan madrasah.

Buku Madrasah Minimalis Strategi Pengembangan Sekolah Unggul Berbasis Islam
Buku Terbaru

Isitlah pendamping satuan pendidikan menjadi kuat dengan terbitnya Permenpanrb yang memposisikan pendamping (pengawas sekolah) sebagai karir dari guru.

Permenpanrb No. 21 Tahun 2024 pasal 8 ayat 1 menetapkan bahwa

Dalam rangka pembinaan karier, Guru dapat diberikan penugasan sebagai:

  • a. kepala Satuan Pendidikan;
  • b. pendamping Satuan Pendidikan;
  • c. pendidik pada jalur pendidikan nonformal; atau
  • d. peran lain yang ditetapkan oleh menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pendidikan.

Pada ayat 2, penjelasan tentang penugasan tersebut menjadi komponen kinerja Guru.

Regulasi: Permenpanrb No. 21 Tahun 2024 Jabatan Fungsional Guru


Dengan peran baru sebagai pendamping, tentunya orientasi utama bagaimana bisa menemani madrasah, khususnya kepala madrasah merancang dan melaksanakan program yang berdampak terhadap kualitas lulusan madrasah.

Apapun usaha yang dilakukan oleh semua pihak, baik guru, kepala, tenaga kependidikan dan pengawas, tujuan akhirnya memberikan pelayanan yang maksimal untuk tumbuh kembangnya potensi anak atau siswa.

Maka disini , penulis mengambil istilah memberdayakan yaitu membantu kepala dan guru untuk berdaya.

Metode yang cocok untuk memberdayakan madrasah sesuai dengan metode pendampingan yaitu coaching, mentoring dan facilitating. dan consulting.

Berdasarkan 4 metode tersebut, penulis melakukan pendampingan dan menuangkan beberapa pengalaman dalam bentuk tulisan di bawah ini.

Penulis menggunakan nama madrasah sebagai judul utama karena ingin menggambarkan bahwa setiap madrasah itu unik dan punya hak yang untuk maju dan berkembang sesuai potensi dan karakteristiknya.


Sejak tahun 2021, saya berpindah dari pengawas RA dan MI menjadi pengawas pendamping Madrasah Aliyah. Berikut refleksi kegiatan.

Catatan refleksi saya sebagai pendamping MAN 4 Jakarta tertuang di tulisan bawah ini:

Pendampingan MAN 4 Jakarta sudah berjalan selama 5 tahun, saya menemukan sebuah keunggulan MAN 4 adalah budaya kerja tuntas.

Hal ini menjadikan sebuah pernyataan bahwa siapapun kepala madrasah nya, MAN 4 akan tetap terbaik.


MAN 23 Al Azhar Asy Syarif merupakan Madrasah Negeri baru. Sebelumnya kelas jauh MAN 4 Jakarta.

MAN 23 Al Azhar Asy Syarif bukan madrasah yang asing buat saya, karena saya terlibat dalam pendiriannya di Tahun 2012 sebagai kepala madrasah.

Setelah menjadi kelas jauh di Tahun 2014, otomatis kepala MAN 4 menjadi kepala MA Al Azhar Asy Syarif dan saya tidak menjabat sebagai kepala madrasah lagi.

a. Tiga Pilar Spiritual sebagai dampak TKA di MAN 23 Al Azhar Asy-Syarif

Catatan awal sebagai pengawas pendamping saat monitoring pelaksanaan TKA, penulis menemukan dampak TKA terhadap penanaman spiritual siswa.

Selengkapnya buka Tiga Pilar Spiritual Dampak dari TKA.


b. Peresmian Gedung Laboratorium dan Perpustakaan Berbiaya SBSN 2025

Saat podcast dengan Menteri Agama, Siswa yang bertugas sebagai menanyakan apa pesan Menteri Agama kepada Murid MAN 23 Al Azhar Asy Syarif. Beliau menjawab kuasai bahasa asing, baik Inggris maupun Arab. Jawaban beliau “Kuasai bahasa agar tidak bengong”.

Acara podacat tersebut terlaksana di sela-sela peresmian gedung perpustakaan dan laboratorium MAN 23 Al Azhar Asy Syarfi Jakarta Selatan.

Adapun artikel terkait kegiatan peresmian gedung antara lain


MA Pembangunan UIN Jakarta merupakan madrasah unggulan di Jakarta. Banyak prestasi telah mereka raih.

Saya sebagai pengawas pendamping madrasah Aliyah Pembangunan UIN menemukan hal-hal menarik yang tertuang di tulisan di bawah ini:


Selama menjadi pengawas pendamping madrasah Aliyah Manaratul Islam (MANIS), saya menemukan hal menarik yang tertuang di artikel di bawah ini


Menjadi pengawas pendamping madrasah aliyah Citra Cendekia, saya melihat potensi dan komitmen yang bagus dan saya tuangkan di tulisan di bawah ini;



Catatan lapangan seorang pendamping madrasah, saya tuangkan dalam tulisan berikut:


MA Sultan Hasanuddin berlokasi di jalan raya yang memiliki potensi yang saya tuangkan dalam tulisan berikut ini

a. Pemetaan Potensi MA Sultan Hasanuddin

Pada kunjungan pertama, penulis mencoba menganalisa potensi yang madrasah miliki. Dan potensi tersebut menjadi modal pengembangan madrasah ke depan.

Secara detail, silahkan buku Guru PNS dan Karakteristik Madrasah

b. Refleksi Pendampingan Program Madrasah Berbasis Anggaran ERKAM

Pada kunjungan ke MA Sultan Hasanuddin Jakarta Selatan di Selasa (5/5/2026) penulis menetapkan dua target utama yaitu Refleksi Pendampingan Pelaksanaan Program Madrasah Berbasis Anggaran di ERKAM. Kedua mengkaji dokumen SKP Guru PNS melalui ERKAM.

Secara detail, buka: Refleksi Pendampingan Madrasah berbasis ERKAM


Menjadi pengawas pendamping madrasah ini baru 2 tahun, saya menemukan pengalaman yang tertuang dalam tulisan berikut

  1. Penataan Program Madrasah Berbasis Pesantren. Diskusi menggali potensi MA Al I’thisom sebagai madrasah berbasis pesantren

Madrasah Aliyah Quran Al Ihsan merupakan madrasah baru berbasis pesantren. Saya menemukan banyak potensi di Madrasah ini. Perlu kerja keras dan cerdas untuk membantu MAQ Al Ihsan.

Selama proses pendampingan madrasah, saya menemukan beberapa pelajaran yang tertuang di beberapa tulisan di bawah ini:


Selama melaksanakan pendampingan madrasah, Penulis mendapatkan beberapa pelajaran berharga yang bisa menjadi inspirasi dan gagasan baru dalam pengembangan madrasah ke depan. Khususnya terkait grand design inovasi pendidikan Islam.

Gagasan tersebut berdasarkan hasil refleksi di setiap kunjungan pendampingan madrasah.

Setelah menjadi pengawas madrasah aliyah, Penulis mengamati sistem pengelolaan madrasah baik sarana prasarana, administrasi madrasah dan pihak-pihak yang terlibat dalam pengelolaan madrasah.

Hasil dari pengamatan tersebut, penulis mengelompokkan Madrasah Binaan menjadi 5 kategori yaitu

  1. Madrasah Mandiri. Madrasah yang berdiri sendiri secara lokasi dan pengelolaan.
  2. Madrasah Berasrama yaitu madrasah yang memiliki fasilitas asrama dengan daya tampung terbatas. Ciri khasnya tidak semua peserta didik di asrama. sebagai pembeda dengan Madrasah Berbasis Pesantren.
  3. Madrasah Terpadu yaitu madrasah yang berada di bawah satu yayasan dengan Madrasah Ibtidaiyah dan Madrasah Tsanawiyah.
  4. Madrasah Terpadu Berasrama yaitu madrasah aliyah yang merupakan gabungan antara madrasah berasrma dan madrasah terpadu
  5. Madrasah Berbasis Pesantren yaitu madrasah yang berada di lingkungan pesantren. Ciri khasnya yaitu semua peserta didik berada di pesantren dan tidak ada yang pulang pergi.

Secara detail, tipologi ini telah tertuang di buku “Madrasah Minimalis”


Selanjuntya: Arsip Pendampingan madrasah tahun sebelumnya >>