Menteri Agama: Siswa MAN 23 (MAYASYA) Harus Kuasai Bahasa Asing
yunandracom. Penguasaan Bahasa Asing baik Bahasa Inggris dan Arab, menjadi pesan penting dari Menteri Agama ke Siswa MAN 23 Al Azhar Asy Syarif Jakarta.
Menteri Agama , Prof. Dr. Nazaruddin Umar, menyampaikan pesan tersebu saat menghadiri peresmian gedung Perpustakaan dan Laboratorium MAN 23 Jakarta.
Kehadiran penulis di acara tersebut sebagai pendamping madrasah MAN 23 Al Azhar Asy Syarif (MAYASYA).
Peran pendamping merupakan tugas utama dari aktivitas pengawas madrasah multi peran.
Untuk lengkapnya, Silahkan buka halaman: Pengawas madrasah dengan multiperan –>
Penulis mencoba menuangkan catatan ringan yang membahas tentang pentingnya Bahasa Asing dan Eksistensi MAYASYA dengan Kehadiran Perwakilan Kedutaan Mesir, dan refleksi pasca peresmian gedung.

Pentingnya Bahasa Asing, Inggris dan Arab bagi Siswa MAN 23
Dalam sesi podcast bersama siswa MAN 23 Al Azhar Asy Syarif atau MAYASYA, host menanyakan pesan khusus Menteri Agama untuk para siswa madrasah.
Menteri Agama menekankan pentingnya penguasaan bahasa asing, khususnya bahasa Inggris dan bahasa Arab. Pesan beliau diperkuat dengan ungkapan ringan namun bermakna dari Imam Masjid Masjid Istiqlal, yakni:
“Biar tidak bengong.”
Menurut penulis, kata bengong memiliki makna yang cukup dalam. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), bengong berarti termenung atau terdiam seperti kehilangan akal karena heran, sedih, atau kebingungan.
Dalam konteks bahasa asing, frasa “bengong bahasa asing” dapat dimaknai sebagai kondisi ketika seseorang hanya diam, melamun, atau kebingungan saat mendengar percakapan bahasa asing karena tidak memahami maknanya.
Karena itu, penguasaan bahasa Inggris dan bahasa Arab menjadi kebutuhan penting bagi siswa madrasah di era global. Bahasa Inggris membuka akses terhadap ilmu pengetahuan, teknologi, dan komunikasi internasional. Sementara bahasa Arab menjadi pintu memahami sumber ajaran Islam secara lebih mendalam.
Sebagai madrasah dengan label Al Azhar Asy Syarif, siswa MAYASYA pada dasarnya telah memiliki penguatan bahasa Arab melalui kurikulum Al Azhar Mesir yang menggunakan buku-buku berbahasa Arab. Modal tersebut menjadi keunggulan tersendiri bagi siswa madrasah.
Menurut penulis, tantangan berikutnya adalah memperkuat penguasaan bahasa Inggris agar kompetensi bahasa siswa menjadi lebih lengkap dan seimbang. Dengan penguasaan bahasa Arab dan bahasa Inggris, siswa madrasah tidak hanya unggul dalam keilmuan Islam, tetapi juga siap menghadapi perkembangan pendidikan dan dunia global.
5 Pemikiran Pendidikan Islam menurut Menteri Agama
Selain penguasaan bahasa asing, Menteri Agama menyampaikan beberapa pesan penting yaitu
- Siswa adalah Anak Spritual dan Intelektual
- Makanan Lahiriah dan Batiniah
- Tajkiyah Sebelum Ta’lim
- Perbedaan Ilmuwan, Intelektual, dan Cendekiawan
- Lihat apa dan siapa yang berkata
Untuk detailnya, Silahkan buka : Pemikiran Pendidikan Menteri Agama Nazaruddin Umar
Perwakilan Kedutaan Mesir dan Eksistensi MAN 23 Al Azhar Asy Syarif

Pada acara tersebut, turut hadir perwakilan dari Kedutaan Mesir di Indonesia. Kehadiran tersebut menjadi simbol kuat hubungan kelembagaan sekaligus mempertegas eksistensi MAN 23 Al Azhar Asy Syarif sebagai satu-satunya madrasah negeri cabang Al-Azhar di Indonesia.
Status tersebut memberikan keunggulan tersendiri bagi peserta didik. Siswa MAN 23 Al Azhar Asy Syarif memiliki peluang melanjutkan studi ke Universitas Al-Azhar tanpa mengikuti tes atau seleksi di Indonesia, karena mereka memperoleh ijazah yang terhubung dengan sistem pendidikan Al Azhar Mesir.
Keunggulan ini tidak hanya dimiliki pada jenjang Madrasah Aliyah yang dikenal dengan MAYASYA, tetapi juga pada jenjang MIN 14 Al Azhar Asy Syarif atau MINASI serta MTsN 41 Al Azhar Asy Syarif atau MATASYA.
Kedua lembaga tersebut juga memiliki keterhubungan dan keunggulan pendidikan yang sama dalam jaringan Al Azhar Mesir.
Peresmian Gedung Berbiaya SBSN dan Revitalisasi Madrasah PHTC 2025
MAN 23 Al Azhar Asy Syarif mendapatkan kesempatan sebagai lokasi peresmian program pembangunan sarana pendidikan madrasah di DKI Jakarta.
Acara tersebut mengusung tema”Peresmian Gedung Laboratorium dan Perpustakaan Berbiaya SBSN Tahun 2025 dan Revitalisasi Madrasah PHTC Tahun 2025 bersama Menteri Agama.
Madrasah yang mendapatkan bantuan pembangunan gedung Laboratorium dan Perpustakaan Berbiaya SBSN berjumlah 3 lembaga.
Sedangkan revitalisasi madrasah program hasil terbaik cepat (PHTC) berjumlah 11 madrasah.
Acarsa peresmian dihadiri oleh Menteri Agama dan para pejabat lainnya.
Untuk detailnya, silahkan baca Gedung Laboratorium dan Perpustakaan: Dampak Terhadap Mutu MAN 23 Al Azhar Asy Syarif
Refleksi Pesan Menteri Agama
Setelah mengikuti acara peresmian gedung perpustakaan dan laboratorium, berdiskusi dengan pemangku kebijakan serta mengalisa pemikiran pendidikan Menteri Agama, penulis merefleksikan beberapa hal terkait pengembangan MAYASYA ke depan.
1. Merumuskan Profil Siswa MAN 23 Al Azhar Asy Syarif Jakarta
Langkah awal yaitu merumuskan profil lulusan MAN 23 Al Azhar Asy Syarif Jakarta Selatan.
Dengan status madrasah yang identik dengan pendidikan agama dan bahasa Arab. Serta statusnya sebagai cabang Al Azhar Asy Syarif. Dan tidak lupa dengan pesan Menteri dengan penguasaan bahasa asing. Tentunya profil lulusan MAYASYA sudah tergambar.
Tentunya tidak lepas dari kebijakan pendidikan nasional sebagai acuan dasar perumusan profil lulusan MAYASYA.
2. Menguatkan Status Madrasah Al Azhar Asy Syarif Secara Regulasi
Langkah kedua adalah menguatkan posisi madrasah Al Azhar Asy Syarif secara regulasi. Artinya perlu merumuskan sebuah aturan resmi tentang Madrasah Al Azhar Asy Syarif sebagai tipologi madrasah khusus.
Untuk menyusun sebuah regulasi yang kuat perlu menyusun naskah akademik sebagai kajian awal sebelum melahirkan sebuah regulasi. Lebih lengkap lagi dengan merancang rencana strategis jangka menengah.
Gagasan ini membutuhkan tim yang solid yang memiliki waktu merancang kedua gagasan di atas.
Untuk mengetahui secara lengkap, silahkan buka Peran Pendamping Pengawas Madrasah yang memberdayakan
Sumber: PMA 90 Tahun 2013 Penyelenggaraan Pendidikan Madrasah

Artikel Terkait
- Refleksi Pengawas Mutu Pendidikan Madrasah: Pengawasan Yang Memberdayakan

- Menteri Agama: Siswa MAN 23 (MAYASYA) Harus Kuasai Bahasa Asing

- Gedung Laboratorium dan Perpustakaan: Dampak Terhadap Mutu MAN 23 Al Azhar Asy Syarif

- Refleksi Efektivitas Anggaran dalam Peningkatan Mutu di MA Sultan Hasanuddin Jakarta Selatan

- PKKM MA Al I’tishom: Penataan Program Madrasah Berbasis Pesantren

- MGMP Bahasa MAN 4 Jakarta: Refleksi Pembelajaran Bahasa di MAN 4 Jakarta

Lainya
Artikel Terbaru
- Menjaga Identitas dan Karakter Pendidikan Islam: Peran Penting Pengawas Madrasah Ahli Utama
- Strategi Implementasi Kepemimpinan Pembelajaran dalam Pencapaian Renstra Kemenag
- Menjadi Pengawas Madrasah 5.0 di Era AI: Catatan Silatnas IV 2026
- Korelasi antara KBC dan Konsep Madrasah Minimalis dalam Implementasi di Madrasah
- Training of Fasilitator: Implementasi KBC Menggunakan MAGIS
- Karakteristik Teknologi Digital pada Pendidikan Islam







