Supervisor (P1)

Dampak TKA dan Tiga Pilar Spiritual di MAN 23 Al Azhar Asy Syarif

yunandracom. Pada kunjungan pemantauan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di MAN 23 Al Azhar Asy Syarif, muncul pertanyaan reflektif tentang dampak:

Apakah pelaksanaan TKA berdampak pada perkembangan spiritual siswa?

Tulisan ini mencoba menelusuri aspek-aspek spiritual yang muncul selama pelaksanaan TKA.

Buku: Spiritual Quotient, Danar Zohar dan Ian Marsal

Buku Madrasah Minimalis Strategi Pengembangan Sekolah Unggul Berbasis Islam
Buku Terbaru

Spiritual dalam pendidikan Islam bermakna kesadaran bahwa ilmu berasal dari Allah SWT, dan proses belajar adalah bagian dari ibadah.

MAN 23 Al Azhar Asy Syarif berupaya menanamkan nilai-nilai ini melalui kegiatan akademik, termasuk TKA, agar siswa tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga matang secara spiritual.

Madrasah Aliyah Negeri 23 Al Azhar Asy Syarif dengan istilah “MAYASYA” merupakan madrasah yang baru berstatus sebagai madrasah negeri di akhir tahun 2024.

Keunggulan MAYASYA adalah atu-satunya madrasah negeri yang bekerja sama dengan Al Azhar Mesir.

Dampak dari kerja sama ini adalah

  1. Menerapkan Kurikulum Al Azhar Mesir di samping kurikulum nasional
  2. Mengikuti ujian kelulusan Al Azhar Mesir.
  3. Mendapatkan ijazah resmi dari Al Azhar Mesir
  4. Memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya di Al Azhar Mesir “tanpa tes masuk”
  5. Bagi siswa berprestasi akademik akan mendapatkan beasiswa dari Al Azhar Mesir

Baca juga: Prospek Pasca Penegerian Madrasah MAN 23 Al Azhar Asy Syarif


Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di madrasah sering kali dipahami sebagai kegiatan akademik untuk memetakan kemampuan siswa.

Namun dalam perspektif pendidikan Islam, TKA juga bisa menjadi sarana pembentukan karakter spiritual.

Di MAN 23 Al Azhar Asy Syarif, pelaksanaan TKA bukan sekadar ujian kognitif, tetapi juga latihan spiritual yang membentuk kepribadian religius siswa madrasah

Terdapat tiga nilai spiritual dari dampak tes kemampuan akademik yaitu

1. Ikhtiar: Belajar sebagai Ibadah

TKA memotivasi siswa untuk belajar lebih tekun dan rajin. Dalam Islam, belajar bukan hanya kegiatan intelektual, tetapi juga amal saleh.

Rasulullah SAW bersabda:

โ€œBarang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.โ€ (HR. Muslim)

Dengan semangat ini, siswa memahami bahwa belajar adalah bagian dari ibadah, dan setiap usaha yang dilakukan menjadi bentuk pengabdian kepada Allah SWT.

2. Sabar

Selama melaksanakan tes kemampuan akademik, murid menyadari bahwa ilmu milik Allah. Pikiran dan otak kita di bawah kendali Allah SWT. Maka perlu sikap sabar.

Berdasarkan literatur Islam, sabar terbagi tiga yaitu

  1. Sabar dalam menjalankan kebaikan
  2. Sabar menghindari dosa
  3. sabar menerima ujian

Pada pelaksanaan TKA, siswa belajar 3 makna sabar sekaligus.

Bentuk kesabaran siswa selama TKA antara lain:

  • Tidak melakukan kecurangan.
  • Tetap menjawab sesuai kemampuan.
  • Menjaga konsentrasi meski sistem sempat error.
  • Menahan emosi saat jaringan internet terputus.
  • Menerima soal yang tidak sesuai dengan apa yang dihafal.

Sabar menjadi latihan spiritual untuk menahan diri dan mempercayai bahwa semua hasil berada dalam kendali Allah SWT.

Dengan kesabaran, Siswa membiasakan berdoa sebelum menjawab pertanyaan dan setelah selesai ujian.

3. Tawakal

Setelah seluruh ikhtiar dilakukan, siswa diajak memahami makna tawakal, berserah diri sepenuhnya kepada Allah setelah berusaha maksimal.

Masa menunggu hasil TKA menjadi momen memperkuat doa dan keyakinan bahwa hasil terbaik adalah takdir Allah.

Doa menjadi โ€œsenjataโ€ utama seorang mukmin ketika tidak lagi bisa berikhtiar secara lahiriah.

Dalam kondisi ini, siswa belajar bahwa hasil adalah takdir Allah, dan tugas manusia hanyalah berusaha dan berdoa dengan sungguh-sungguh.

Baca juga: Kisah Spiritual Nelayan –>>


Tes Kemampuan Akademik bukan hanya alat pemetaan kemampuan kognitif siswa. Ia juga cermin spiritualitas madrasah, tempat siswa belajar mengelola niat, usaha, kesabaran, dan doa.

Melalui TKA, siswa belajar tiga pilar utama spiritualitas Islam:

  • Ikhtiar dalam belajar,
  • Sabar dalam ujian, dan
  • Tawakal dalam menerima hasil

Semoga setiap pelaksanaan TKA di madrasah menjadi pengalaman yang tidak hanya mengasah otak, tetapi juga menghidupkan hati dan menguatkan iman.

Baca juga: Strategi merespon Kebijakan TKA–>>

#TesKemampuanAkademik #SpiritualSiswa #MadrasahMinimalis #PendidikanIslam #MAN23AlAzharAsySyarif


Sumber: Kumpulan Regulasi Tes Kemampuan

Madrasah yunandra
Kelas Online Pengawas Madrasah

Lainya