pembinaan

Bisakah TKA Sebagai Pendorong Inovasi di MA Citra Cendekia?

yunandracom. Senin, 4 November 2025, menjadi hari bersejarah bagi dunia pendidikan madrasah. Pada Tes Kemampuan Akademik (TKA) di sesi 2 gelombang 1, Madrasah Aliyah (MA) Citra Cendekia (CICEN) menjadi tujuan pemantauan. (Lihat profil –>> )

Kunjungan ke MA CICEN tidak hanya sebatas pemantauan teknis ujian, tetapi menjadi ruang dialog reflektif dengan pimpinan madrasah, Dr. Bintan, dan Koordinator Kurikulum, Ibu Isma, tentang makna kebijakan TKA bagi masa depan pembelajaran di madrasah.

Diskusi ini menghadirkan optimisme bahwa TKA bisa menjadi pemicu inovasi dan penguatan karakter belajar siswa.

Tulisan ini mencoba mendokumentasikan hasil diskusi tersebut sebagai refleksi pelaksanaan tes kompetensi akademik (TKA).

Buku Madrasah Minimalis Strategi Pengembangan Sekolah Unggul Berbasis Islam
Buku Terbaru

MA Citra Cendekia memiliki program unggulan yang konsisten dengan filosofi “menghargai perkembangan setiap siswa”.

Program unggulan MA CICEN adalah

1. Pembelajaran Berbasis Projek

Sejak lama, MA Citra Cendekia telah menerapkan pembelajaran berbasis projek yang menekankan pada hasil karya nyata, kolaborasi, dan pemecahan masalah.

Setiap mata pelajaran mendorong siswa menghasilkan solusi atau produk yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Pendekatan ini bukan hal baru bagi MA CICEN. Bahkan sebelum lahirnya kebijakan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, madrasah ini sudah mempraktikkan model pendidikan yang menggabungkan pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai keislaman secara terintegrasi.

Kehadiran kurikulum merdeka dengan projek penguatan profil pelajar Pancasila menjadi penguat program yang sudah berjalan di MA CICEN.

Projek menjadi sarana menumbuhkan berpikir kritis, kreatif, dan pemecahan masalah yang kini menjadi bentuk soal di TKA.

Lihat buku tanya jawab TKA: pertanyaan no. 17–>>

2. Sistem Moving Class

Keunggulan lain MA CICEN adalah penerapan sistem moving class, di mana siswa berpindah kelas sesuai mata pelajaran.

MA CICEN satu-satunya yang masih konsisten menerapkan pembelajaran dengan sistem moving class.

Setiap ruang disiapkan dengan karakter pembelajaran yang khas, mendorong suasana belajar yang aktif, adaptif, dan berorientasi pada pengalaman.

Sistem ini bukan sekadar teknis berpindah ruangan, tetapi filosofi bahwa belajar adalah pengalaman yang dinamis, bukan pengetahuan yang statis.

3. Menghargai Setiap Perkembangan Anak

Di balik sistem dan projek yang inovatif, terdapat nilai yang menjadi napas utama madrasah ini yaitu menghargai setiap perkembangan anak.

Seperti disampaikan oleh Dr. Bintan:

Hargai setiap perkembangan anak. Dan Jadilah anak yang terbaik menurut versi dan potensi masing-masing.”

Filosofi ini menjadikan madrasah sebagai ruang tumbuh, bukan sekadar ruang ujian.

Setiap siswa diperlakukan sebagai individu yang sedang berkembang dengan ukuran keberhasilan yang berlandaskan kemajuan diri, bukan perbandingan dengan orang lain.

Untuk itu, Koordinator Kurikulum Ibu Isma mengembangkan model penilaian berbasis perkembangan siswa. Acuan utamanya pada Cicen’s five personality yaitu:

  • ikhlas,
  • bermanfaat
  • keterbukaan,
  • kekeluargaan dan
  • mandiri

Pola tersebut mirip dengan alur Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan lil ‘Alamin. Atau sekarang dengan alur perkembangan Kompetensi dimensi profil lulusan.

Pendekatan ini menjadikan setiap asesmen sebagai alat refleksi kemajuan belajar, bukan sekadar angka penilaian.

Buka: Alur Perkembangan Kompetensi Dimensi Profil Lulusan, 2025


Kebijakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) bisa menimbulkan kekhawatiran terhadap perkembangan inovasi di madrasah.

Apakah Kebijakan Tes Kemampuan Akademik ini akan menggeser fokus pembelajaran dari proses menjadi hanya hasil dalam bentuk angka?

Diskusi di MA Citra Cendekia mencoba memaknai TKA secara berbeda.

Harapannya TKA bukanlah “labeling” hasil belajar, melainkan cermin dan pendorong inovasi pembelajaran.

Berikut strategi yang diambil untuk menjadikan TKA sebagai pendorong, bukan penghalang.

1. Menyelaraskan Projek dengan Pola Bernalar Kritis TKA

TKA adalah kegiatan pengukuran capaian akademik murid pada mata pelajaran tertentu. Bentuk soalnya menekankan pada penalaran dan pemecahan masalah.

Lihat: buku tanyak jawab TKA

MA CICEN mengintegrasikan semangat ini ke dalam projek pembelajaran:

  • Mendorong siswa berpikir kritis dan reflektif dalam setiap kegiatan projek.
  • Mengaitkan tema projek dengan masalah sosial atau lingkungan nyata.
  • Menyusun laporan projek yang menuntut siswa mengolah data dan menarik kesimpulan logis sebagai solusi permasalahan.

Dengan demikian, setiap projek tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga melatih pola penalaran dan pemecahan masalah seperti yang diukur dalam TKA

2. Meningkatkan Kompetensi Guru

Inovasi tidak dapat berjalan tanpa peran guru. Karena itu, MA CICEN secara berkelanjutan mempersiapkan pembinaan internal agar guru mampu merancang soal dan asesmen berbasis penalaran.

Bentuk soal tes kemampuan akademik terbagi dua yaitu

  1. Pilihan ganda biasa yaitu soal dengan hanya 1 (satu) pilihan jawaban yang benar. Biasanya dengan tanda “bulat
  2. Pilihan ganda komplek yaitu soal dengan pilihan jawaban yang benar lebih dari satu. Biasanya dengan tanda “kotak

Langkah ini melahirkan budaya baru yaitu guru bukan hanya pengajar, tetapi perancang pembelajaran yang bernilai dan bermakna.

3. Membangun Komunikasi Edukatif dengan Orang Tua

Perubahan paradigma belajar memerlukan dukungan ekosistem madrasah, termasuk dari orang tua.

MA CICEN mengadakan pertemuan komunikasi edukatif, untuk menjelaskan bahwa keberhasilan siswa bukan hanya tentang nilai dan angka, tetapi juga tentang tumbuhnya karakter, kemandirian, dan nalar berpikir.

Orang tua diajak untuk menghargai setiap perkembangan yang dilakukan oleh anak.

Mereka juga diajak memahami bahwa setiap angka di TKA hanyalah satu potret kecil dari proses panjang pertumbuhan anak.

Untuk mendukung informasi komunikasi edukatif, MA CICEN sudah merancang laporan berbasis perkembangan anak.

Kunjungan pemantauan TKA di MA Citra Cendekia memberi pelajaran penting bagi ekosistem madrasah. Bahwa kebijakan nasional seperti TKA tidak harus dimaknai secara negatif, tetapi dapat menjadi momentum untuk memperkuat visi madrasah yang lebih holistik.

Madrasah ini telah menunjukkan bahwa pendidikann sejati adalah pendidikan yang menghargai proses, menumbuhkan potensi, dan memuliakan usaha.

Dalam pandangan MA CICEN, inovasi bukan sekadar strategi akademik, tetapi juga manifestasi nilai-nilai mulia yang tertulis dalam CICEN’S FIVE PERSONALITY.

Kebijakan TKA menjadi alat “memotivasi” bukan “mengadili” hasil belajar anak.
TKA menjadi alat “Menghargai” prestasi anak, bukan alat “mencela” kelemahan anak.

Lihat juga: 3 Makna TKA buat siswa–>>



Sumber: Kumpulan Regulasi TKA

Madrasah yunandra
Kelas Online Pengawas Madrasah

    Lainya