Pembelajar

FGD PKB Digital: Strategi Peningkatan Mutu GTK Madrasah

yunandracom. Sebagai pengawas madrasah pembelajar, keterlibatan dalam kegiatan FGD PKB Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah mendapatkan berbagai ilmu baru dan wawasan baru. Selain itu penulis ikut berbagi gagasan dalam menentukan indikator keberhasilan PKB Digital Guru.

Kehadiran Bahrul Hayat, Konsultan INOVASI dan pernah menjadi Sekjen Kemenag memberikan banyak hal baru yang menjadi bekal bagi penulis sebagai pembelajar.

Aktivitas pembelajar merupakan bagian dari aktivitas pengawas madrasah yang multi peran.

Tulisan ini merupakan refleksi penulis setelah mengikuti kegiatan FGD tentang PKB Digital yang diselenggarakan oleh GTK Madrasah.

Madrasah yunandra
Kelas Online Pengawas Madrasah

Saat diskusi Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Digital, ada beberapa catatan penting yang penulis temukan, antara lain:

1. Dasar Hukum PKB Guru

Kemenag sudah memiliki aturan yang jelas tentang PKB Guru. Peraturan tersebut tertuang dalam PMA Nomor 38 Tahun 2019 yang mengatur pelaksanaan PKB Guru Madrasah mulai dari perencanaan sampai pelaporan.

Maka PKB Digital memiliki payung hukum yang melindungi pelaksanaan program tersebut. Intinya, substansi tetap PKB, hanya ada pengembangan dalam sistem pendataan berbasis digital.

2. Indikator Keberhasilan PKB Guru

Pembahasan indikator keberhasilan PKB Guru Digital mengacu kepada tujuan pelaksanaan PKB Guru, khususnya menggunakan moda komunitas belajar seperti KKG atau MGMP.

3. Rancangan PKB Digital

PKB digital dirancang untuk mensinkronkan beberapa aplikasi sehingga terintegrasi antara EMIS GTK, MOOC PINTAR dan MAGIS.

4. Renstra Kemenag

Dampak terakhir dari PKB Digital yaitu mewujudkan rencana strategis Kemenag tahun 2025-2029.

Fokus Utama pada bidang pendidikan yaitu literasi, numerasi, dan karakter.

Keempat tema di atas mengarah kepada satu tujuan yaitu indikator keberhasilan PKB Digital bagi GTK Madrasah.


FGD PKB Digital kali ini menghadirkan Prof. Dr. Bahrul Hayat, Konsultan INOVASI.

Dengan berbagai pengalaman, baik sebagai Sekjen Kemenag maupun Guru besar, Beliau memberikan beberapa wawasan baru yang sayang kalo tidak penulis tuangkan di artikel ini.

Berikut beberapa pengetahuan yang penting menurut penulis.

  1. Self Profiling Professional. Istilah ini muncul saat beliau mengungkapkan tentang peran guru zaman sekarang.
  2. Micro Credential. Istilah kedua yaitu Micro Credential secara bahasa Kredensial Micro.Menurut beliau, guru perlu mendapatkan pelatihan dengan sistem micro Credential agar guru mendapatkan ilmu dan strategi penerapan berdasarkan kebutuhan dan keterampilan konkrit.
  3. Asal Kata Sekolah. Beliau membahas sedikit tentang sekolah. Beliau menegaskan bahwa sekolah berasal dari scholar artinya akademik.Jadi sekolah fokus pada akademik siswa. Dan melihat secara bahasa, sekolah tidak bertanggungjawab terhadap perubahan sikap atau perilaku anak.
  4. Situation Judgment Tes. Istilah keempat untuk mengukur sikap atau ranah afektif
  5. Thinking Skills. Keterampilan berpikir yang bisa dilatihkan.
  6. Pemahaman Cognitive Domain Taxonomy Bloom. Tahapan berpikir dari level bawah sampai tertinggi. Keenam level tersebut bisa diajar di semua jenjang, termasuk jenjang PAUD.
  7. Penanaman Karakter dalam Affective Domain Taxonomy Bloom. Tahapan ranah afektif sudah tersedia di taxonomy Bloom sampai level karakter
  8. Tujuh Standar Kompetensi Guru Australia. Australia telah memiliki level kompetensi guru.

Tujuh ilmu di atas menjadi inspirasi bagi penulis untuk membahasnya di artikel khusus.

Tentunya perlu menetapkan indikator keberhasilan PKB Digital bagi Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah secara jelas dan terukur.


Setelah mengikuti kegiatan FGD PKB Digital, penulis melihat ada 3 hal yang perlu mendapatkan perhatian agar guru bisa mengajar secara optimal dan berdampak terhadap siswa.

  1. Kolaborasi Implementasi. Kesuksesan pelaksanaan PKB Digital sangat dipengaruhi oleh kualitas kolaborasi semua pihak tanpa terkecuali. Jangan biarkan guru berjuang sendiri.
  2. Strategi Implementasi. Perlu strategi yang matang agar implementasi PKB digital bisa berjalan dengan baik
  3. Refleksi dan Metode Keyakinan dan Husnudzon. Ini metode yang bisa dicoba untuk memberikan kesempatan kepada guru berkembang sesuai dengan kesadaran dan kepercayaan dari semua pihak.

Akhirnya, kegiatan FGD PKB Digital memberikan banyak pelajaran dan inspirasi buat Penulis. Dengan kekuasaan ilmu Allah SWT, menegaskan bahwa manusia harus menjadi pembelajar sepanjang hayat.


Ada beberapa catatan refleksi lainnya, silahkan lihat refleksi pengawas madrasah pembelajar.


Sumber: Kumpulan Peraturan tentang Guru Sekolah dan Madrasah

Buku Terbaru

Artikel Terbaru