Pembelajar

Strategi Implementasi Kepemimpinan Pembelajaran dalam Pencapaian Renstra Kemenag

yunandracom. Pasca Training of Trainer (ToT) Kepemimpinan Pembelajaran, sebagai pengawas pembelajar, penulis mendapatkan wawasan dan strategi implementasi di madrasah.

Sehingga penulis berpikir untuk berbagi dengan pengawas lain dan menyusun strategi implementasi di madrasah.

Keikutsertaan dalam kegiatan tersebut sebagai bukti bahwa pengawas Madrasah harus menjadi pembelajar agar dapat memerankan berbagai aktivitas yang multi peran.

Artikel ini sebagai catatan refleksi penulis sebagai peserta ToT Kepemimpinan Pembelajaran tentang materi dan strategi implementasi ke depan.

Buku Terbaru

Program ini menarik bagi peserta karena hasil implementasi di madrasah sasaran INOVASI.

1. Tujuan ToT Kepemimpinan Pembelajaran

Jika melihat dari paparan, tujuan Training of Trainer adalah menyiapkan Fasilitator untuk menularkan praktek baik program INOVASI ke madrasah lain yang bukan sasaran INOVASI.

2. Renstra Kemenag 2026 – 2029

Program INOVASI tidak lepas dari dukungan terhadap pencapaian Rencana Strategis Kementerian Agama tahun 2026 – 2029. Khususnya terkait literasi, numerasi dan karakter.

Tiga sasaran yang berdampak terhadap rapor pendidikan dan juga kepada PISA secara global.

3. Materi ToT

Materi Training of Trainer ini sesuai dengan rencana strategis Kementerian Agama tahun 2026 – 2029 di bidang pendidikan yaitu

  1. Literasi
  2. Numerasi
  3. Karakter melalui Kurikulum Berbasis Cinta

INOVASI melengkapi dengan kepemimpinan pembelajaran yang mendukung terciptanya sebuah ekosistem pembelajaran.


Pasca Training of Trainer, peserta perlu menyusun rencana tindak yang berdampak positif terhadap peningkatan mutu pendidikan.

1. Rencana Pendampingan

Rencana awal dan utama yaitu strategi implementasi kepemimpinan di madrasah binaan.

2. Rencana Diseminasi

Selain ke binaan, peserta ToT perlu melakukan diseminasi kepada seluruh pengawas madrasah agar mendapatkan materi ToT sebagai bekal semua pengawas mendampingi madrasah binaannya.

3. Rencana Nasional

Menurut penulis perlu ada panduan khusus dan modul pelatihan yang dinamis sebagai acuan para trainer dalam melakukan pelatihan kepada pengawas atau madrasah binaan.


DKI Jakarta memiliki sumber daya yang bagus untuk mendukung pencapaian Renstra Kemenag Tahun 2026 – 2029.

Untuk memaksimalkan pencapaian tujuan tersebut, perlu strategi yang matang termasuk strategi implementasi kepemimpinan pembelajaran yang mendukung pencapaian Renstra Kemenag 2026 – 2029.

Secara rinci tujuan program ini adalah

  1. Implementasi KBC di Madrasah dalam program satu pengawas satu madrasah berbasis MAGIS
  2. Mendukung Renstra Kemenag pada literasi, numerasi dan karakter

Penulis memiliki gagasan ringan untuk mewujudkan tersebut dengan pendekatan manajemen yaitu planning, organizing, actuating, dan controlling

1. Perencanaan Program

Prose perencanaan terdiri dari beberapa kegiatan

  1. Penyusunan tujuan dan Program
  2. Koordinasi dengan Semua pihak, Kanwil, Kasi, Pokjawas Provinsi, Pokjawas Kota/Kabupaten, dan KKM Provinsi
  3. Penguatan tim fasilitator Nasional

2. Organisasi Program

Ada beberapa kegiatan antara lain

  1. Pembagian tugas pihak terkait
  2. Penetapan tujuan dan sasaran
  3. Pembagian peran Kanwil dan Kota/Kabupaten

3. Pelaksanaan Tingkat Provinsi

Aktivitas pelaksanaan di tingkat provinsi

  1. Bimtek Fasilitator Daerah yang terbagi menjadi 5 kelas
    • Seluruh Pengawas
    • Pengurus IGRA Provinsi
    • Kepala MIN
    • Kepala MTSN
    • Kepala MAN
  2. Bimtek Tim Monitoring dan Evaluasi

Pelaksanaan ini di bawah Bidang Pendidikan Madrasah dengan dukungan tim fasilitator Nasional.

4. Pelaksanaan Tingkat Kota

Setelah mengikuti bimtek, Fasilitator Daerah mengadakan bimtek di Kota/kabupaten masing-masing dan menerapkan di madrasah masing-masing.

Adapun kegiatan nya antara lain

  1. Workshop kepemimpinan pembelajaran bagi seluruh para kepala madrasah
  2. Workshop Literasi, numerasi dan KBC di madrasah masing-masing di jenjang
    • RA
    • MI
    • MTS
    • MA

Proses kedua kegiatan tersebut memerlukan kolaborasi seksi pendidikan madrasah, pokjawas kota dan KKM kota.

5. Monitoring

Prose monitoring dan evaluasi dilakukan oleh tim Monev dari Kanwil untuk memastikan proses pelaksanaan program dapat mencapai tujuan.

Program ini berjalan selama satu tahun untuk melihat model implementasi KBC di madrasah dan peningkatan literasi, numerasi, dan karakter di DKI Jakarta



Sumber:

Madrasah yunandra
Kelas Online Pengawas Madrasah

Artikel Terbaru