Fasilitasi Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Internal di BPMP Jakarta
yunandracom. Sebuah nikmat besar, saat penulis terlibat dalam kegiatan fasilitas kemitraan dalam sistem penjaminan mutu pendidikan di berlangsung di BPMP Jakarta.
Kegiatan ini sebuah ruang refleksi dan penyusunan langkah strategis bersama untuk memastikan Standar Nasional Pendidikan (SNP) benar-benar mewujud nyata di setiap satuan pendidikan.
Mutu pendidikan tidak pernah lahir dari kerja tunggal yang terisolasi, melainkan hasil dari sinergi, komitmen, dan kolaborasi yang erat antar pemangku kepentingan.
Menghadapi tantangan pembangunan sumber daya manusia unggul sesuai amanah Asta Cita dan RPJMN 2025–2029, penguatan tata kelola serta sistem penjaminan mutu pendidikan menjadi fondasi utama yang tidak bisa ditawar lagi.

Pengertian dari Gasilitasi Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Internal
Fasilitasi kemitraan dalam sistem penjaminan mutu pendidikan merupakan ruang kolaborasi strategis yang menghubungkan unit pelaksana teknis kementerian, pemerintah daerah, dan mitra pembangunan.
Melalui kemitraan ini, seluruh pihak bergotong royong dalam memetakan, merencanakan, melaksanakan, hingga mengevaluasi pemenuhan mutu layanan pendidikan berbasis Standar Nasional Pendidikan (SNP) dan Rapor Pendidikan.
Langkah ini menghubungkan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di sekolah dengan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME) seperti akreditasi secara berkelanjutan (continuous quality improvement system).
Dengan kemitraan yang kuat, penjaminan mutu tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, melainkan terintegrasi untuk mengawal pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) pendidikan di daerah.
Materi Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Internal
Kegiatan bertajuk “Fasilitasi Kemitraan dengan Pemerintah Daerah dan Mitra Pembangunan dalam Penjaminan Mutu Pendidikan” ini diselenggarakan oleh BPMP Provinsi DKI Jakarta pada Senin–Selasa, 20–21 Juli 2026 di Aula Mitra Nusantara, BPMP Provinsi DKI Jakarta.
Kegiatan ini dibuka oleh Kepala BPMP Provinsi DKI Jakarta, Ir. Guritno Wahyu Wijanarko, M.E., dan dipimpin oleh Ketua Panitia Sri Sulastri, S.Si, M.Pd., dengan total durasi pelatihan sebanyak 16 Jam Pelajaran (JP).
Selama dua hari, sebanyak 115 peserta eksternal—terdiri dari para pengawas lintas jenjang (TK, SD, SMP, SMA, SMK, SLB, dan Madrasah Kemenag), penilik PAUD/Kesetaraan, ketua MKKS/HKS, hingga perwakilan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DKI Jakarta—serta 13 peserta internal BPMP terlibat aktif dalam pemapar materi dan diskusi kelompok.
Penulis bersama 8 pengawas dan 1 Katimker mengikuti kegiatan tersebut sebagai perwakilan dari Kementerian Agama DKI Jakarta.
Pada hari kedua, para peserta dibagi ke dalam enam kelas diskursus mendalam (Kelas A hingga F) untuk membedah Rapor Pendidikan, memperkuat siklus SPMI, serta menyusun rencana aksi nyata peningkatan mutu yang berkelanjutan.
Refleksi Pelaksanaan Bimtek Fasilitasi SPMI
Judul2
Sumber:

Artikel Terkait
- Fasilitasi Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Internal di BPMP Jakarta
- 3 Peran Guru Madrasah dalam Implementasi KBC di Madrasah
- Refleksi Pengawas Madrasah: Belajar Implementasi KBC melalui Program 1 Pengawas 1 Madrasah

- Instrumen Asesmen KBC: Cara Mengukur Internalisasi Nilai KBC
- Peran Fundamental Guru dan Tenaga Kependidikan dalam Implementasi KBC
- Pendekatan Pembelajaran Mendalam dan 12 Metode Implementasi KBC
Lainya
Artikel Terbaru
- Fasilitasi Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Internal di BPMP Jakarta
- 3 Peran Guru Madrasah dalam Implementasi KBC di Madrasah
- Refleksi Pengawas Madrasah: Belajar Implementasi KBC melalui Program 1 Pengawas 1 Madrasah
- Instrumen Asesmen KBC: Cara Mengukur Internalisasi Nilai KBC
- Peran Fundamental Guru dan Tenaga Kependidikan dalam Implementasi KBC
- Pendekatan Pembelajaran Mendalam dan 12 Metode Implementasi KBC
| Ingin Meningkatkan Kompetensi Secara Mandiri, Silahkan belajar di madrasahyunandra.com |
| Buka |

