Kecerdasan

4 Strategi Mengelola Otak (Talenta) Untuk Kemajuan Bangsa: Studi Kasus 4 Negara

yunandracom. studi kasus strategi mengelola otak atau talenta di 4 negara menjadi tema menarik pada tema Psikologi dalam Pendidikan Islam. Karena 4 strategi tersebut membuat 4 negara tersebut dapat mendorong kemajuan bangsa di dunia.

Penulis mencoba mengulas keempat strategi tersbut sebagai bagian dari strategi pengembangan diri., masuk kepada psikologi

Psikologi menjadi salah satu komponen dalam merumuskan Inovasi Pendidikan Islam di era digital.

Artikel ini merupakan tulisan ringan setelah mendengarkan talk Show Gita Wirawan tentang 4 studi kasus yang meunculkan 4 strategi cara mengelola otak untuk kemajuan sebuah bangsa.

Madrasah yunandra
Kelas Online Pengawas Madrasah

Pengertian dari mengelola otak atau talenta untuk kemajuan bangsa adalah strategi peradaban dalam memperlakukan sumber daya manusia sebagai aset utama penentu daya saing.

Hal ini mencakup investasi pada pendidikan berkualitas, peningkatan kapasitas kognitif, serta penerapan empat pilar strategi talenta global (brain train, brain gain, brain circulation, dan brain linkage) agar bangsa tidak kehilangan kedaulatan intelektual.

Brain Train di Jepang

Penganut Brain Train adalah Jepang yaitu melatih talenta lokal mandiri seperti di Jepang. yatu Melatih dan menginternalisasi talenta lokal agar memiliki standar kemampuan berdaya saing global

Brain Gain di Australia

Brain Gain yaitu membuka pintu bagi talenta terbaik dunia seperti di Australia. Maksud dari Brain Gain yaitu Menarik kembali atau merangkul talenta-talenta hebat dari luar negeri untuk memperkuat ekosistem dalam negeri.

Brain Circulation di Tiongkok

Penganut Brain Circulation adalah Tiongkok yaitu Mengirim anak bangsa belajar ke luar negeri untuk menyerap pengalaman internasional, lalu membawa ilmu tersebut kembali untuk membangun negeri.

Brain Linkage di India

Strategi Brain Linkage di India yaitu Brain linkage di India adalah strategi pengelolaan talenta di mana kaum diaspora atau tenaga ahli asal India yang tersebar di berbagai negara maju tetap terhubung, berjaringan, dan berkontribusi kembali ke tanah air mereka meskipun tidak menetap secara permane


Menurut Gita Wirawan, Indonesia perlu perlu memeluk strategi brain gain dan brain circulation secara masif agar tidak tertinggal dalam kemajuan ekonomi global.

Artinya Indonesia perlu menarik kembali atau merangkul talenta-talenta hebat dari luar negeri untuk memperkuat ekosistem dalam negeri. Tentunya dengan penghargaan yang setimpal dengan potensinya.

Waktu bersamaan juga Indonesi menerapkan strategi Brain Circulation yaitu Mengirim anak bangsa belajar ke luar negeri untuk menyerap pengalaman internasional, lalu membawa ilmu tersebut kembali untuk membangun negeri

Pemerintah sudah memiliki program yang dapat mensukseskan stragei brain Circulation dengan program LPDP dan Sekolah Garuda.

Baca: Perbedaan Sasaran Sekolah Nasional Terintegrasi, Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda

Tapi belum bisa menyakinkan untuk menerapkan strategi Brain Circulation karena budaya bangsa belum berpihak kepada talenta unggul. Masyarakat lebih berpihak kepada popularitas dan kemewahan.


Untuk mengetahui tema lain, silahkan buka Psikologi dalam Inovasi Pendidikan Islam.


Sumber: @instragram

Buku Terbaru

Lainya


Artikel Terbaru

Ingin Meningkatkan Kompetensi
Secara Mandiri
,

Silahkan belajar
di madrasahyunandra.com
Buka