Perbedaan Sasaran Sekolah Nasional Terintegrasi, Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda
yunandracom. Sasaran Sekolah Nasional Terintegrasi menjadi pembeda dengan program sekolah rakyat dan sekolah Garuda Transformasi.
Kajian ini bagian dari tema kebijakan pendidikan nasional yang menjadai salah satu sumber inovasi pendidikan Islam.
Untuk mengetahui Kerangka Besar pembaharuan, silahkan buka Strategi Inovasi Pendidikan Islam
Artikel ini merupakan kelanjutan dari tema 3 transformasi kunci sekolah nasional terintegrasi yang fokus pada perbedaan program pendidikan di kementerian lain.

Perbedaan Sasaran: Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, dan Sekolah Nasional Terintegrasi
Untuk membedakan antara sekolah nasional terintegrasi dengan Sekolah Rakyat dan Sekolah garuda dapat terlihat di dua hal
1. Kementerian Pengelola
Perbedaan pengelolaan ketiga pogram tersebut menurut pengelola
- 1. Sekolah Rakyat adalah Kementerian Sosial
- 2. Sekolah Garuda adalah Kemendiktisaintek
- 3. Sekolah Nasional Terintegrasi adalah Kemendikdasmen
Artinya sekolah yang asalnya di bawah pengeloalan Kemendikdasmen, sekarang ini Kementerian Pendidikan Tinggi, sain dan teknologi juga mengelola pendidikan dasar dan menengah.
2. Sasaran
Perbedaan kedua adalah murid sebagai sasaran
- 1. Sekolah Rakyat memiliki sasaran adalah anak dari keluarga misiku ekstrim dan miskin (Desil 1 dan 2)
- 2. Sekolah Garuda memiliki sasaran adalah anak dengan prestasi akademik maupun non akademik (Gifted and talented)
- 3. Sekolah Nasional Terintegrasi memiliki sasaran anak berprestasi di setiap kecamatan pada semua kelompok masyarakat (inklusif) dan bebas pungutan biaya.
Program Sekolah Nasional Terintegrasi: Program Sesaat atau Fermanen
Menjadi sebuah terobosan yang menarik untuk dikaji, dimana sekolah dikelola oleh 3 Kementerian dengan perbedaan pada sasaran murid.
Tentunya ini berbeda dengan program sekolah penggerak yang fokus kepada pemberdayaan sekolah yang ada dengan 5 intervensi yang salah satunya kepala dan guru penggerak.
Indonesia terlalu sering memiliki berbagai program peningkatan kualitas pendidikan. Terkadang program itu tidak lepas dari dua yaitu manajemen dan kurikulum. Padahal ada yang paling krusial dalam melakkan inovasi yaitu guru dan tenaga kependidikan, khususnya kepala sekolah.
Silahkan pelajari berbagai kebijakan nasional di artikel: Kebijakan Pendidikan Nasional
Sumber: Naskah Akademik Program Sekolah Penggerak

Artikel Kebijakan Pendidikan Nasional
- Paparan Program 100 Hari Kerja Kepala Madrasah Baru di DKI Jakarta

- Perhatikan 6 Ketentuan dalam Pelaksanaan MATAMUDA 2026 di Madrasah
- MATAMUDA 2026: Tujuan dan Materi Masa Ta’aruf Murid Baru di Madrasah
- Tugas Penyelenggara Tes Kemampuan Akademik: Kemendikdasmen, Kemenag, Pemda, dan Satuan Pendidikan
- Jakarta Madrasah Competition: Ajang Talenta Murid Madrasah Jakarta
- Jakarta Madrasah Award: Ajang Apresiasi Insan Madrasah DKI Jakarta
Artikel Terbaru
- Apa Tugas Pengurus Pokjawasnas Madrasah 2026-2030?
- KBC Pendidikan Nilai: Refleksi Workshop di KKGMI Palmerah Jakarta Barat
- 4 Strategi Mengelola Otak (Talenta) Untuk Kemajuan Bangsa: Studi Kasus 4 Negara
- Refleksi FGD Merumuskan Peta Jalan Madrasah Vokasi
- Sosialisasi KMA 512 Tahun 2026 Pedoman KBC di Webinar APPAKSI
- Uji Kompetensi Kenaikan Jabatan Fungsional guru dan pengawas

