4 Pilar Tindak Lanjut PISA 2025
yunandracom. Kemendikdasmen melalui Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) mengeluarkan paparan tentang maklumat media 4 Pilar Tindak Lanjut hasil PISA 2025.
Tulisan ini akan menganalisa 4 pilar dan bagaimana madrasah meresponnya.
Hal ini menjadi bagian kebijakan Pendidikan Nasional yang berdampak terhadap strategi peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.

4 Pilar Tindak Lanjut PISA 2025
Kemendikdasmen merancang 4 pilar tindak lanjut hasil PISA 2025
1. Kompetensi Guru
Kemendikdasmen menempatkan peningkatan kualitas dan kompetensi guru sebagai salah satu pilar utama dalam mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua melalui:
- Pemenuhan kualifikasi akademik guru
- Penguatan profesionalisme melalui PPG
- Pelatihan guru yang berkelanjutan: teacher experimental training.
- Peningkatan kompetensi pedagogik melalui pembelajaran mendalam
- Penguatan kompetensi digital melalui koding dan kecerdasan artifisial
- Membangun budaya belajar sepanjang hayat bagi guru
Kelima poin tersebut berkaitan erat dengan standar kualifikasi dan kompetensi guru, khususnya kompetensi pedagogik dan kompetensi digital.
Proses penguatan dan peningkatan kompetensi tersebut melalui PPG dan pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB).
Tapi proses tersebut sangat tergantung dengan budaya belajar guru. Artinya tahu dan bisa itu tergantung dengan mau belajar.
Tanpa kemauan, proses tidak berjalan sehingga kualifikasi dan kompetensi tidak bisa terwujud.
2. Pembelajaran
Kemendikdasmen menempatkan peningkatan kualitas pembelajaran dan kompetensi murid sebagai inti dari transformasi pendidikan melalui:
- Penerapan pembelajaran mendalam
- Digitalisasi pembelajaran dan penyediaan sumber belajar bagi murid
- Penguatan STEM dan kompetensi digital
- Penguatan literasi dan numerasi sebagai kompetensi fundamental
- Penguatan karakter dan kebiasaan belajar murid
Perubahan proses pembelajaran sangat diperlukan pada saat perkembangan teknologi sangat cepat. Apalagi Teknologi Digital melakui artificial intelligence sangat berpengaruh terhadap kualitas pembelajaran.
3. Sistem Asesmen
Kemendikdasmen menempatkan asesmen sebagai bagian penting dalam peningkatan mutu Pendidikan melalui transformasi kebijakan:
- Framework Asesmen skala nasional (AN dan TKA) diharmoniskan dengan kompetensi bernalar pada framework PISA.
- Penguatan pemanfaatan platform Rumah Pendidikan dan sumber inspirasi asesmen bagi guru dan murid.
Kedua sistem perlu evaluasi secara menyeluruh, bukan hanya proses pelaksanaan, harus fokus kepada dampak.
4. Peran Keluarga
Kemendikdasmen memandang bahwa keberhasilan pendidikan ditentukan juga oleh lingkungan belajar yang dibangun di dalam keluargadengan kebijakan:
- Membangun kebiasaan positif melalui gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH)
- Memperkuat kemitraan orang tua dalam pembelajaran mendalam
- Memperkuat peran keluarga dalam kesiapan akademik dan psikologis murid
- Membangun ekosistem pendidikan yang selaras antara rumah dan sekolah.
Kolaborasi sekolah dan keluarga menjadi sangat penting untuk mendampingi perkembangan anak.
Silahkan pelajari berbagai kebijakan nasional di artikel: Kebijakan Pendidikan Nasional
Sumber: Maklumat Media Tindak Lanjut PISA 2026 di Kumpulan PPT

Artikel Terkait
- 4 Pilar Tindak Lanjut PISA 2025
- Catatan Sejarah Keikutsertaan Indonesia pada PISA
- Keuntungan mengikuti PISA bagi Indonesia
- Muatan Lokal: Panduan Lengkap Teoritis dan Praktis
- Paparan Program 100 Hari Kerja Kepala Madrasah Baru di DKI Jakarta

- Perhatikan 6 Ketentuan dalam Pelaksanaan MATAMUDA 2026 di Madrasah
Artikel Terbaru
- 4 Pilar Tindak Lanjut PISA 2025
- Delta Skor dan Absolut Skor dalam Sistem Penjaminan Mutu
- 3 Pintu Masuk Membangun Kredibilitas atau Kepercayaan
- Refleksi Dosen Mata Kuliah Model Pengembangan Lembaga Pendidikan Tahun 2026
- Refleksi Dosen Supervisi Pendidikan: Mata Kuliah Semester Ganjil 2026-2027
- Webinar Penguatan Pendidikan Antikorupsi Guru Madrasah 2026
| Ingin Meningkatkan Kompetensi Secara Mandiri, Silahkan belajar di madrasahyunandra.com |
| Buka |

