Lembaga Pendidikan Islam

Korelasi antara KBC dan Konsep Madrasah Minimalis dalam Implementasi di Madrasah

yunandracom. Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Konsep Madrasah Minimalis merupakan analisis korelatif pada indikator kesuksesan sebuah program.

Analisa ini adalah gagasan penulis dalam melakukan pengembangan lembaga Pendidikan Islam yang merupakan bagian dari Grand Design Inovasi Pendidikan Islam.

Untuk memperjelas tema ini, penulis akan menyusun mulai dengan latar belakang, konsep kurikulum berbasis cinta (KBC), konsep madrasah minimalis, dan implementasi KBC dengan konsep madrasah minimalis, dan terakhir penutup

Buku Terbaru

Gagasan kurikulum berbasis cinta menyisakan sebuah pertanyaan besar yaitu bagaimana implementasinya di madrasah.

Jika mengunakan kata kurikulum, maka KBC adalah sebuah program yang berjalan di madrasah. Sehingga guru sering bertanya bagaimana memasukkan KBC dalam RPP.

Kondisi ini sering membuat fokus perubahan atau penguatan hanya bersifat formalitas administratif.

Jika melihat kata cinta, maka KBC menjadi sebuah pendidikan yang fokus pada penanaman nilai atau karakter.

Makanya sering ada istilah KBC yang bukan kurikulum dalam arti program pembelajaran di kelas saja. Tapi semua program pembelajaran di madrasah, baik intrakurikuler, ekstrakurikuler, Kokurikuler, maupun budaya.

Muncul pertanyaan , bagaimana implementasi KBC di madrasah agar bisa membuktikan bahwa KBC bukan kurikulum baru dan juga tidak sebatas RPP saja. Tapi mencakup program pembelajaran di madrasah.

Disini, penulis menawarkan konsep madrasah minimalis sebagai pendekatan dalam menerapkan KBC di madrasah.


Madrasah Minimalis merupakan konsep dari penulis untuk mengembangkan madrasah berfokus kepada 3 potensi yang dimiliki oleh madrasah yaitu guru, siswa dan program rutin madrasah.

Konsep madrasah minimalis telah terbit menjadi sebuah buku dengan judul yang sama yaitu “Madrasah Minimalis”

Secara umum, konsep madrasah minimalis mengenal konsep, kompetensi 531, dan pendekatan ASIFA.

ASIFA merupakan akronim dari Analisis, sinkronisasi, inovasi, finalisasi, dan asesmen.

Analisa 2 potensi yaitu potensi guru dan kebutuhan siswa. Sinkronisasi kedua potensi dengan program rutin yang menghasilkan inovasi. Lalu melaksanakan sampai tuntas sebagai Finalisasi perencanaan.


Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) bukan kurikulum merupakan pendidikan nilai. Karena itu KBC bukan program baru, tapi memberikan nilai pada setiap program.

Karena itu, dalam proses implementasi, madrasah tidak perlu membuat program baru, tapi memberikan nilai pada program yang sudah ada.

Fokus utama bagaimana guru, kepala dan pengawas menjadi teladan bagi siswa.


Karena KBC bukan program baru, tapi mengembangkan program yang sudah ada, maka hal ini sesuai dengan konsep madrasah minimalis yang fokus pada program rutin madrasah, baik harian, mingguan, bulanan, semesteran maupun tahunan.


Gabungan kurikulum berbasis cinta artinya program yang berjalan di madrasah dengan penguatan pada pendidikan nilai.

strateginya dengan melihat kembali program rutin yang telah berjalan di madrasah, lalu memberikan penguatan terhadap program dengan penanaman nilai KBC.


Untuk memahami lainnya, silahkan buka Inovasi Lembaga Pendidikan Islam.


Sumber:

Madrasah yunandra
Kelas Online Pengawas Madrasah

Lainya


Artikel Terbaru

Ingin Meningkatkan Kompetensi
Secara Mandiri
,

Silahkan belajar
di madrasahyunandra.com
Buka