Pembelajar

Pengawas Madrasah Pembelajar: Konsep dan Catatan Belajar


Tema Penting

yunandracom. Pengawas madrasah pembelajar menjadi sebuat tema penting di kategori aktivitas pengawas madrasah multi peran..

Istilah Pengawas Pembelajar berkenaan dengan program peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan.

Pengawas madrasah harus memiliki jiwa pembelajar mandiri agar bisa tetap akti dan bermakna dalam mendampingi madrasah binaan

Buku Madrasah Minimalis Strategi Pengembangan Sekolah Unggul Berbasis Islam
Buku Terbaru

Perubahan dunia pendidikan berlangsung sangat cepat. Kurikulum berkembang, teknologi masuk ke ruang kelas, dan pendekatan pembelajaran terus mengalami inovasi. Dalam situasi ini, pengawas madrasah tidak lagi hanya berperan sebagai pengendali administrasi atau evaluator lembaga pendidikan.

Pengawas madrasah dituntut menjadi pembelajar sepanjang hayat (lifelong learner).

Peran ini sangat penting karena pengawas adalah aktor strategis peningkatan mutu madrasah. Mereka menjadi penghubung antara kebijakan pendidikan nasional dengan praktik pembelajaran di kelas.

Sebagai pembelajar, pengawas madrasah:

  • terus memperbarui pengetahuan pendidikan
  • mengembangkan kompetensi profesional
  • merefleksikan pengalaman lapangan
  • membangun jaringan profesional

Konsep pengawas madrasah pembelajar bukan sekadar slogan, tetapi menjadi kebutuhan mendesak dalam sistem pendidikan modern.

Artikel utama ini membahas secara komprehensif:

  • konsep dasar pembelajar
  • konsep pengawas madrasah pembelajar
  • aktivitas pengawas sebagai pembelajar

Pembelajar sepanjang hayat atau lifelong learning adalah konsep bahwa proses belajar tidak berhenti setelah seseorang menyelesaikan pendidikan formal.

Seorang profesional harus terus belajar agar mampu beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan tuntutan pekerjaan.

Dalam dunia pendidikan, konsep ini sangat penting karena:

  • ilmu pendidikan terus berkembang
  • pendekatan pembelajaran berubah
  • kebutuhan peserta didik semakin kompleks

Guru, kepala sekolah, maupun pengawas tidak bisa berhenti belajar.

Mereka harus menjadi praktisi reflektif yang terus mengembangkan diri.


Seorang profesional yang memiliki karakter pembelajar biasanya memiliki ciri-ciri berikut:

  1. Rasa ingin tahu tinggi. Mereka selalu ingin mengetahui perkembangan terbaru dalam bidangnya.
  2. Terbuka terhadap perubahan Tidak menolak inovasi pendidikan.
  3. Reflektif. Mampu mengevaluasi pengalaman kerja sebagai bahan pembelajaran.
  4. Kolaboratif. Belajar tidak hanya sendiri, tetapi melalui komunitas profesional.
  5. Adaptif. Mampu menyesuaikan diri dengan perubahan kebijakan dan teknologi.

Dalam organisasi modern, pembelajaran tidak hanya menjadi aktivitas individu tetapi juga budaya organisasi.

Lembaga pendidikan yang maju biasanya memiliki ciri:

  • diskusi profesional rutin
  • komunitas belajar
  • berbagi praktik baik
  • penelitian tindakan

Budaya ini juga perlu dibangun dalam sistem pengawasan madrasah.


Pengawas madrasah mengalami perubahan peran yang cukup signifikan.

Jika dahulu pengawas lebih banyak melakukan fungsi inspeksi, kini perannya lebih luas yaitu:

  • pembina profesional guru
  • konsultan pendidikan
  • fasilitator pengembangan madrasah
  • evaluator mutu pendidikan

Transformasi ini menuntut pengawas memiliki mentalitas pembelajar.


Pengawas madrasah pembelajar tidak hanya mengumpulkan laporan.

Mereka juga melakukan refleksi terhadap praktik pendidikan di lapangan.

Contohnya:

  • menganalisis pola pembelajaran guru
  • memahami kesulitan implementasi kurikulum
  • menemukan inovasi pembelajaran dari madrasah

Budaya refleksi merupakan salah satu dari 4 tujuan pendampingan. Ketiga lainnya yaitu budaya kolaborasi, lingkungan aman dan nyaman serta penilaian proses dan hasil belajar siswa.

Pengalaman lapangan tersebut menjadi sumber belajar yang sangat berharga.


Selama menjadi pengawas pembelajar, penulis telah mengikuti berbagai kegiatan yang membekali penulis dalam melaksanakan tugas pendampingan madrasah.

Keikutsertaan dalam kegiatan tidak lepas juga untuk menjawab pertanyaan sebagai berikut

  1. Apa yang diperoleh dari kegiatan tersebut?
  2. Bagaimana pendapat saya terhadap kegiatan tersebut?
  3. Apa kontribusi saya terhadap kegiatan tersebut?
  4. Apa dampak kegiatan tersebut terhadap tugas saya sebagai pengawas madrasah?
  5. Apa rencana tindak setelah mengikuti kegiatan ilmiah tersebut?

Pertanyaannya tersebut menjadi dasar penulisan mengenai peran pengawas madrasah sebagai pembelajar.

Sebagai pengawas madrasah pembelajar, kegiatan yang penulis lakukan adalah

  1. Training Pengawas dalam bentuk Pendidikan dan Pelatihan (Diklat)
  2. Wisata Ilmiah dan Kunjungan tempat Bersejarah
  3. Forum Group Discussion (FGD) dan Tim Pengembang

Selama mengikuti pendidikan dan pelatihan atau forum ilmiah, penulis menemukan beberapa hal positif.

Hal positif tertuang dalam tulisan berikut sebagai refleksi diri.

1. Workshop Pelatihan Fasilitator Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Program dari Kemendikdasmen untuk mendukung pelaksanaan program Makan Gizi Gratis (MBG) dengan menjadikannya kesempatan belajar.

Pelatihan tersebut membekali peserta untuk memanfaatkan kegiatan MBG sebagai kesempatan penanaman karakter peduli kesehatan diri dan pengetahuan pola makan yang sehat.

Catatan kegiatan dan refleksi pembelajaran secara lengkap tersedia di artikel Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai Program Edukasi Sekolah dan Madrasah.

2. Pemahaman Mendalam pada Diklat KBC dan Ekoteologi di BDK Jakarta

Kerja sama Pokjawas DKI Jakarta dengan Balai Diklat Keagamaan (BDK) Jakarta untuk pelatihan kurikulum berbasis cinta (KBC) dan Ekoteologi.

Pengawas madrasah yang terbagi menjadi tiga kelas dengan satu orang fasilitator mengikuti pelatihan dari tanggal 6 sampai 9 April 2026.

Pelatihan berbasis sinkron dengan pertemuan online dan asinkron dengan LMS BDK Jakarta.


3. Pelatihan Kurikulum Berbasis Cinta di MOOC PINTAR Kemenag

Pusbangkom Kemenag melaunching pelatihan kurikulum berbasis cinta (KBC) di MOOC PINTAR.

Pembukaan oleh Menteri Agama melibatkan ratusan ribu peserta dari unsur guru, kepala, pengawas, bahkan dosen dan mahasiswa.

Pendaftaran mulai tanggal 17 sd 21 April dan mulai berjalan pada tanggal 22 sd 28 April 2026.

Walaupun dengan MOOC, pelatihan KBC ini menggunakan pendekatan ARKA yaitu Aktivitas, Refleksi, Konseptual dan Aksi.

Setiap peserta harus mengunduh buku aktivitas sebagai catatan perjalanan pelatihan kurikulum berbasis cinta.


4. Diklat PJJ Kemenag ASN Beritegritas

Kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh wajib bagi semua aparatur sipiil negara (ASN).

Sebagai pengawas madrasah pembelajar, Penulis masuk di Batch 4 yang terdiri dari wilayah Kepri, Lampung, Banten, Jakarta dan Jabar.

PJJ Kemenag ASN Beritegritas mulai tanggal 18 sd 22 Mei 2026. Jadwal ini merupakan perubahan dari jadwal sebelumnya tanggal 4 – 8 Meni 2026.

Pelatihan Jarak Jauh ini dalam bentuk MOOC (Massive Open Online Course) dengan penyelenggaran Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan SDM (BMBPSDM) Kemenag merupakan bentuk pendidikan antikorupsi kepada semua ASN Kemenag.


Wisata Ilmiah menjadi sarana pembelajaran yang efektif untuk mendapatkan pengetahuan mendalam.

1. Kunjungan Islamic Center dan Masjid Agung di Indonesia

Selama mengikuti berbagai kegiatan ilmiah, penulis menyempatkan diri berkunjung ke masjid atau Islamic Center terdekat.

Kunjungan yang menarik dan memberikan pelajaran berharga bagi spiritual penulis.

Catatan lengkapnya, silahkan buka artikel Islamic Center Kutai Barat.


2. Kunjungan ke Al Azhar Mesir

Catatan perjalanan penulis mengunjungi Al Azhar Mesir. Kunjungan yang bersejarah setelah meninggalkannya di tahun 2000.

Berikut pengalaman penulis yang tertuang dalam beberapa tulisan.

  1. Tazan Azharian Language Institutes. Sekolah swasta tingkat pendidikan dasar dan menengah di Kairo yang menerapkan kurikulum Al Azhar Mesir
  2. Piramid dan Spink. Tempat wisata utama di Mesir
  3. Masjid Al Azhar Mesir. Pusat Peradaban Islam dan Cikal bakal universitas Al Azhar Mesir.
  4. Masjid Muhammad Ali. Masjid yang berada di dalam benteng Sholahuddin Al Ayyubi.
  5. Masjid Amr bin Ash. Masjid pertama di Benua Afrika.
  6. Masjid Imam Syafi’i. Masjid dan Makam Imam Syafi’i di Mesir.

Hanya 6 catatan yang saya tuang dalam tulisan di yunandra.con


3. Pembelajaran Perjalanan Rohani Umroh 2024 – 2025

Allah SWT mentakdirkan penulis bisa umroh di akhir tahun 2024 sd awal tahun 2025. Berikut catatan perjalanan penulis.

  1. Kepadatan Sa’i antara Shafa dan Marwa di Umroh 2024
  2. Tawaf Dekat Ka’bah Wajib Memakai Ihram di Umroh 2024
  3. Jabal Rahmah Padang Arafah Tujuan Wisata Jamaah Umroh 2024
  4. Masjid Abdullah Ibnu Abbas, Tujuan Wisata Umroh ke Thaif
  5. Pintu Masuk Tawaf Sunnah di Masjidil Haram di Umroh 2024
  6. Masjid Abdus Satar Al Yamani di Rest Area KM 254 Jamaah Umroh
  7. Shalat di Raudhah Masjid Nabawi Hanya 1 Kali Per Visa Umroh
  8. Tempat Wisata di Thaif bagi Jamaah Umroh Indonesia
  9. Pengembangan Masjid Quba Madinah di Umroh 2024

Penulis mencatat pengalaman sebagai pembelajar di berbagai tempat bersejarah termasuk peran penulis sebagai pembimbing ibadah haji dan umroh.


4. Belajar dari Pusat Belajar dan Lingkungan

Sebagai pembelajar, dimanapun berada pasti tersimpan pengetahuan dan hikmah yang bisa diambil.

Berikut ini beberapa catatan kunjungan penulis ke tempat bersejarah.

  1. Donggala Kota Pelabuhan yang Hilang. Saat berkunjung ke Sulawesi Tengah
  2. Lombok Pulau Seribu Masjid. Ibukota Nusa Tenggara Barat memiliki ciri khas dengan masjid yang sangat banyak.
  3. Tempat Wisata Kota Banjarmasin. Ibukota Provinsi Kalimantan Selatan yang memiliki berbagai tempat wisata bersejarah.
  4. Gedung Perpustakaan Nasional Balai Kota Tujuan Wisata Ilmiah di Jakarta. Perpustakaan tertinggi dengan 21 lantai depan Monas.

Keterlibatan di Forum Group Discussion (FGD) menjadi tempat saya belajar yang sangat bermanfaat untuk tugas pendamping satuan pendidikan.

1. FGD Penyusunan KBC Terintegrasi di Platform MAGIS

Diskusi transformasi madrasah digital integrasi MAGIS dan Kurikulum Berbasis Cinta.

Detailnya, silahkan buka artikel MAGIS dan KBC.


2. Workshop Penyusunan Regulasi PKKM

Penyusunan instrumen Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM)

Detailnya, silahkan buka di Workshop PKKM 2025.


3. FGD PKB GTK Madrasah

Forum diskusi merencanakan program PKB Guru, Tenaga Kependidikan Madrasah

Detailnya, silahkan buka FGD PKB GTK Madrasah.


4. Workshop Penyiapan Materi Diklat Kepala Madrasah

Kegiatan Workshop di Bintaro bersama GTK Madrasah dan INOVASI memunculkan sebuah pertanyaan besar yaitu apa profil kepala madrasah yang sukses?

Berdasarkan pernyataan tersebut, muncul pernyataan lanjutan, apakah kepala madrasah yang sukses berkaitan dengan madrasah yang terbaik? Lalu apakah maksud dari mutu pendidikan madrasah?

Diskusi bermakna bersama orang-orang hebat, membuat penulis sebagai pengawas madrasah harus menjadi pembelajar sepanjang hayat. Karena sebagai pembelajar, penulis mendapatkan wawasan dan inspirasi dari para peserta lainnya.

Untuk detailnya, silahkan buka Merumuskan Profil Kepala Madrasah yang Sukses


5. FGD Pedoman Pendidikan Antikorupsi (PAK) di Madrasah

Pertengahan bulan Mei menjadi momentum penulis ikut terlibat dalam kegiatan FGD Pedoman Pendidikan Antikorupsi (PAK) di Madrasah.

Kegiatan diskusi untuk memberikan saran dalam penyusunan pedoman pendidikan Antikorupsi yang mengenalkan 9 nilai-nilai Antikorupsi.

Sebagai pengawas madrasah pembelajar, refleksi pembelajaran ini menjadi awal untuk memahami lebih dalam tentang pendidikan antikorupsi dan perilaku korupsi.

Untuk detailnya, silahkan buka FGD Pedoman Pendidikan Antikorupsi di Madrasah


6. Pengembangan PKB Digital Guru Madrasah

Sebagai pengawas pembelajar, Penulis mendapat kesempatan bergabung di kegiatan perumusan Program Pengembangan Keprofesioan Berkelanjutan (PKB) Guru dan Tenaga Kependidikan berbasis digital.

Kegiatan tersebut (18-19/05/2026) memberikan pengalaman baru dan wawasan yang luas dari kehadiran para pengambil kebijakan, khususnya kehadiran Bahrul Hayat, Konsultan INOVASI,

Penulis banyak mencatat hal baru yang perlu mendapatkan perhatian sekaligus menjadi bekal penulis sebagai pengawas madrasah multi peran, khususnya sebagai pendamping madrasah dan dosen pendidikan Islam.


Apa yang dimaksud dengan pengawas madrasah pembelajar?

Pengawas madrasah pembelajar adalah pengawas yang terus meningkatkan kompetensi melalui belajar, refleksi, dan pengembangan profesional secara berkelanjutan.
—————————-

Mengapa pengawas madrasah perlu menjadi pembelajar?

Karena kebijakan pendidikan, kurikulum, dan metode pembelajaran terus berkembang sehingga pengawas harus selalu memperbarui pengetahuan.
—————————-

Apa peran utama pengawas madrasah dalam pembelajaran?

Pengawas berperan membina guru, melakukan supervisi akademik, serta mendorong peningkatan mutu pembelajaran di madrasah.
—————————-

Bagaimana cara pengawas madrasah terus belajar?

Melalui membaca literatur pendidikan, mengikuti pelatihan, berdiskusi dalam komunitas pengawas, dan menulis pengalaman supervisi.
—————————-

Apa manfaat pengawas pembelajar bagi madrasah?

Meningkatkan kualitas pembinaan guru, inovasi pembelajaran, dan mutu pendidikan madrasah.




Sumber: kumpulan peraturan pengawas sekolah atau madrasah

Madrasah yunandra
Kelas Online Pengawas Madrasah

Lainya