2 Karakter Budaya Pesantren Berdampak pada Pendidikan Nasional
yunandra. Pesantren merupakan lembaga pendidikan tertua di Indonesia. Pendidikan Pesantren yang memiliki karakter budaya yang memiliki pengaruh terhadap pendidikan madrasah dan nasional.
Karakter Budaya Pendidikan Pesantren
Bersumber dari Buku Arah Baru Pendidikan Islam karya Husni Rahim, Pesantren memiliki 2 karakter budaya yang kuat dan berpengaruh terhadap pendidikan nasional. Pertama belajar tuntas. Kedua partisipasi masyarakat.
2 Karakter Budaya Pendidikan Pesantren
Karakter budaya pesantren yang berpengaruh terhadap perkembangan sistem pendidikan nasional, baik sekolah maupun madrasah, yaitu
1. Belajar Tuntas
Pesantren mengenal budaya belajar tuntas. Pada pendidikan modern dikenal dengan mastery learning.
Pola pesantren bukan capaian kuantitas materi yang bisa diselesaikan santri melainkan kualitas penguasaannya.
Pembelajaran di pesantren menguatkan bahwa transfer ilmu tidak dibatasi oleh target waktu penyelesaian kurikulum melainkan penguasaan detail konsep secara tuntas tanpa dibelenggu oleh waktu tertentu.
Sistem yang berlaku di pesantren seperti bandongan dan sorogan.
Selain itu, Mastery Learning bukan konsep pendidikan yang tidak terbatas pola transfer ilmu-ilmu pengetahuan, melainkan aspek pembentukan kepribadian secara menyeluruh.
2. Partisipasi Masyarakat
Karakter pesantren yang kedua adalah Kuatnya partisipasi masyarakat.
Tumbuh pesantren karena permintaan (demand) dan kebutuhan (need) masyarakat. Pesantren memenuhi kebutuhan dan permintaan masyarakat.
Keberlangsungan pesantren sangat tergantung pada seberapa besar partisipasi masyarakat dan seberapa besar sesuai pelayanan pesantren dengan permintaan dan kebutuhan masyarakat.
Pola pelibatan masyarakat terhadap peningkatan kualitas pendidikan berpengaruh juga pada pendidikan madrasah atau pendidikan nasional.
Pelibatan masyarakat terhadap pendidikan terwadahi di Komite sekolah atau madrasah. Pemerintah menguatkan peran komite sekolah atau madrasah dengan regulasi.
Kemenag mengeluarkan PMA No. 16 Tahun 2020 untuk menguatkan peran komite madrasah. (Lihat PMA)
Baca: Tugas dan Fungsi Komite Madrasah
Boarding School dan Madrasah Berasrama
Pola budaya pesantren yang berdampak terhadap pendidikan nasional berwujud dengan perkembangan sekolah atau madrasah berasrama.
Kemenag mengembangkan madrasah berasrama di beberapa madrasah negeri, baik Tsanawiyah negeri maupun Aliyah negeri. Program madrasah Aliyah berasrama yang paling populer adalah MAN Program Keagamaan dan MAN Insan Cendekia.
Profil: 24 MAN IC dan 10 MAN PK
Begitu juga di Kemendikbud, bermunculan sekolah berasrama dengan istilah Boarding School sebagai pengembangan pendidikan yang berorientasi pada pembelajaran tuntas.
Untuk mengetahui detail mengenai pesantren, silahkan buka “Inovasi Pengembangan Pondok Pesantren“
Buku: Arah Baru Pendidikan Islam, Husni Rahim, 2001
Pendidikan Pesantren
Artikel Terbaru
- Menjaga Identitas dan Karakter Pendidikan Islam: Peran Penting Pengawas Madrasah Ahli Utama
- Strategi Implementasi Kepemimpinan Pembelajaran dalam Pencapaian Renstra Kemenag
- Menjadi Pengawas Madrasah 5.0 di Era AI: Catatan Silatnas IV 2026
- Korelasi antara KBC dan Konsep Madrasah Minimalis dalam Implementasi di Madrasah
- Training of Fasilitator: Implementasi KBC Menggunakan MAGIS
- Karakteristik Teknologi Digital pada Pendidikan Islam

