Madrasah

Perhatikan 6 Ketentuan dalam Pelaksanaan MATAMUDA 2026 di Madrasah

yunandracom. Pedoman Masa Ta’aruf Murid Madrasah 2026 menjelaskan 6 Ketentuan umum dalam pelaksanaan MATAMUDA 2026 yang perlu mendapatkan perhatian dari madrasah dan para pihak terkait.

Tema ini menjadi bagian inovasi program rutin madrasah tentang masa orientasi murid baru untuk pengembangan lembaga pendidikan Islam sesuai dengan kondisi era digital.

Pengembangan lembaga tersebut menjadi salah satu sasaran dari inovasi Pendidikan Islam di yunandraCom.

Maka tema ini fokus pada 6 ketentuan umum dalam pelaksanaan Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) 2026 dan strategi implementasi di madrasah.

Buku Terbaru

Buku Panduan Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) TP 2026 – 2027 menjelaskan 6 ketentuan umum dalam pelaksanaan MATAMUDA 2026.

1. Filosofi Pelaksanaan

Kementerian Agama menjelaskan filosofi pelaksanaan MATAMUDA 2026 pada ketentuan umum yang pertama.

Matamuda merupakan langkah awal bagi Murid Baru untuk mengenal lingkungan madrasah sekaligus menumbuhkan rasa nyaman, aman, dan percaya diri.

Karena itu, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penyampaian informasi, tetapi juga pada pengalaman pertama belajar yang menyenangkan dan bermakna.

Melalui Matamuda, murid diharapkan dapat mengenal budaya madrasah, membangun hubungan yang baik dengan guru dan teman, serta mulai memahami nilai-nilai yang menjadi ciri khas madrasah.

Suasana yang hangat dan ramah akan membantu murid beradaptasi lebih cepat sehingga siap mengikuti proses pembelajaran.

Di sisi lain, Matamuda juga menjadi kesempatan bagi madrasah untuk mulai mengenali karakter, minat, dan potensi setiap murid. Informasi tersebut dapat menjadi dasar dalam memberikan pembinaan dan layanan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan murid.


2. Prinsip Pelaksanaan

Dalam pelaksanaan MATAMUDA 2026, Buku panduan menjelaskan prinsip pelaksanaan sebagai ketentuan umum, yaitu

  • a. Ramah. Pelaksanaan Matamuda mengedepankan komunikasi yang saling
    menghargai.
  • b. Aman. Seluruh kegiatan harus mengutamakan keselamatan Murid baik dari sisi sarana dan prasarana maupun sarana pendukung lainnya.
  • c. Nyaman. Murid berhak mendapatkan kenyamanan dan penghormatan terhadap hak-hak murid. Setiap murid berhak mengikuti kegiatan tanpa rasa takut, tertekan, ataupun diperlakukan secara tidak pantas.
  • d. Menyenangkan. Matamuda hendaknya dikemas dalam suasana yang hangat, akrab, dan menggembirakan. Kegiatan yang melibatkan murid secara aktif akan lebih menarik dan membantu mereka memahami materi dengan lebih baik.
  • e. Interaktif. Murid tidak hanya berperan sebagai pendengar, tetapi juga diajak berdiskusi, bekerja sama, bermain, bereksplorasi, dan menyampaikan pendapat. Dengan cara ini, proses pengenalan madrasah menjadi lebih hidup dan mudah diingat.
  • f. Inklusif. Seluruh murid mendapat kesempatan yang sama untuk berpartisipasi tanpa membedakan latar belakang, kemampuan, kondisi fisik, sosial, ekonomi, maupun budaya. Setiap murid harus merasa diterima sebagai bagian dari keluarga besar madrasah.
  • g. Edukatif. Setiap kegiatan harus memiliki tujuan pembelajaran yang jelas dan memberikan manfaat bagi perkembangan pengetahuan, karakter, maupun keterampilan murid.
  • h. Bebas Perundungan. Matamuda tidak boleh memuat kegiatan yang bersifat menghukum, mempermalukan, merendahkan martabat murid, atau membahayakan keselamatan. Tidak diperkenankan pula memberikan tugas, atribut, maupun perlakuan yang tidak berkaitan dengan tujuan pendidikan.

3. Ragam Metode Interaktif yang Disarankan

Ketentuan ketiga adalah ragam metode interaktif.

Buku panduan MATSAMA 2026 memberikan 7 metode dalam pelaksanaan masa ta’aruf murid madrasah.

  • a. Permainan Edukatif (Games). Permainan yang dirancang khusus untuk menyampaikan pesan atau materi tertentu, misalnya permainan susun puzzle untuk materi Kemadrasahan, atau permainan tebak gambar untuk materi anti-perundungan. Permainan dipilih berdasarkan kesesuaian usia dan tujuan pembelajaran, bukan sekadar pengisi waktu.
  • b. Simulasi dan Bermain Peran (Role Play). Murid memerankan situasi tertentu, misalnya simulasi melaporkan kasus perundungan kepada guru, atau simulasi interaksi yang sopan dengan tenaga kependidikan. Bermain peran (role play)efektif untuk materi yang bersifat sikap dan perilaku.
  • c. Tur Eksplorasi (Amazing Race/Treasure Hunt). Murid dibagi dalam kelompok kecil dan diajak menjelajahi area madrasah sambil menyelesaikan tantangan di setiap pos, misalnya menemukan nama ruang tertentu, berinteraksi bersama tenaga kependidikan, atau menjawab kuis singkat tentang fasilitas madrasah.
  • d. Diskusi Kelompok Kecil dan Presentasi Sederhana. Cocok untuk jenjang MTs dan MA, di mana murid berdiskusi dalam kelompok kecil mengenai suatu topik (misalnya toleransi, cinta lingkungan, dll) lalu mempresentasikan hasil diskusinya secara singkat dan kreatif.
  • e. Bercerita Interaktif dan Berkisah. Khusus untuk RA dan MI kelas awal, materi nilai-nilai dan karakter dapat disampaikan melalui dongeng yang dibawakan secara interaktif, melibatkan tanya jawab, gerak, dan ekspresi.
  • f. Pentas Seni dan Unjuk Kreativitas. Memberikan ruang bagi murid untuk menampilkan bakat secara sukarela, sekaligus menjadi sarana pemetaan talenta.g. Proyek Kolaboratif Berskala Kecil. Misalnya membuat poster anti-bullying secara berkelompok, menyusun yel-yel kelas, atau menanam dan merawat tanaman bersama sebagai bagian dari Program ASRI.

4. Ice Breaking dan Energizer

ketentuan umum keempat dalam pelaksanaan MATAMUDA 2026 tentang bentuk ice breaking dan energizer.

Buku panduan MATSAMA 2026 memberikan contoh ice breaking dan energizer yang tidak bersifat wajib, tapi sebagai inspirasi.

  • Tepuk Semangat: Pemimpin memberi instruksi tepuk dengan pola tertentu, murid mengikuti dengan cepat dan ceria. (RA, MI)
  • Simon Says/Ikuti Aba-aba: Murid hanya mengikuti instruksi yang didahului kata kunci tertentu; melatih konsentrasi. (RA, MI)

5. Adaptasi bagi Madrasah Inklusi dan Murid Berkebutuhan Khusus

Ketentuan kelima dalam pelaksanaan MATAMUDA 2026 terkait madrasah inklusi dan murid berkebutuhan khusus.

Buku Panduan MATAMUDA menjelaskan 6 langkah adaptasi yang dapat dilakukan antara lain:

  • a. Menyediakan pendamping khusus (shadow teacher/guru pendamping) bagi murid yang membutuhkan, terutama pada aktivitas yang melibatkan mobilitas atau interaksi sosial intensif.
  • b. Menyesuaikan durasi dan intensitas permainan fisik bagi murid dengan keterbatasan motorik, misalnya menyediakan versi permainan yang dapat dilakukan sambil duduk.
  • c. Menyediakan instruksi dalam format yang lebih sederhana, visual, atau menggunakan bahasa isyarat/komunikasi alternatif sesuai kebutuhan murid.
  • d. Memberikan waktu transisi yang lebih panjang antar-aktivitas bagi murid yang membutuhkan penyesuaian sensorik.
  • e. Melibatkan Orang Tua/Wali Murid secara lebih intensif dalam tahap sosialisasi untuk memahami kebutuhan spesifik anak sebelum kegiatan dimulai.
  • f. Memastikan area kegiatan dapat diakses (ramah disabilitas), termasuk akses fisik menuju lokasi-lokasi pos pada aktivitas eksplorasi.

Dalam buku tersebut dijelaskan bahwa Pendekatan adaptif ini sejalan dengan prinsip Matamuda yang inklusif, ramah anak, dan menjunjung tinggi harkat-martabat setiap murid tanpa terkecuali, sebagaimana ditegaskan dalam tujuan Petunjuk Teknis.


6. Prinsip Keselamatan dalam Aktivitas Interaktif

Buku Panduan MATAMUDA 2026 menjelaskan 3 prinsip keselamatan dalam aktivitas interaktif yaitu

  • a. Setiap permainan fisik harus dipastikan aman dari risiko cedera, dilaksanakan di area yang memadai, dan diawasi oleh panitia/guru
    pendamping;
  • b. Permainan yang melibatkan sentuhan fisik antar murid harus memperhatikan kepatutan dan menghindari kontak yang tidak pantas, khususnya antara murid laki-laki dan perempuan (Bukan Mahram)
  • c. Bagi murid berkebutuhan khusus, setiap permainan harus diadaptasi atau disediakan alternatif agar tetap dapat berpartisipasi secara setara.

Kemenag melalui Direktorat KSKK (Kurikulum, Sarana dan Prasarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan) menerbitkan Buku Panduan MATAMUDA 2026 – 2027 sebagai pelengkap Petunjuk Teknis Pelaksanaan Matamuda Tahun Pelajaran 2026/2027.

Buku ini menegaskan bahwa Isi panduan ini memberikan contoh pelaksanaan, metode kegiatan, instrumen, jadwal, format administrasi, serta berbagai contoh yang dapat langsung digunakan atau disesuaikan oleh madrasah.

Artinya Buku Panduan ini tidak mengubah ataupun menggantikan ketentuan yang telah diatur dalam Petunjuk Teknis.

Apabila terdapat perbedaan penafsiran, maka Petunjuk Teknis tetap menjadi acuan utama.

Adapun Tujuan Panduan MATAMUDA ini terbit adalah

  • a. Memberikan Panduan bagi madrasah melaksanakan Matamuda dengan cara yang lebih menyenangkan, interaktif, dan melibatkan murid secara aktif.
  • b. Memberikan contoh instrumen dan langkah sederhana untuk mengenali serta memetakan potensi Murid Baru sejak awal.
  • c. Menjelaskan teknis pelaksanaan Mars dan Himne Madrasah sebagai kegiatan pembuka setiap hari selama Matamuda.
  • d. Menyediakan contoh jadwal, susunan panitia, format administrasi, serta contoh pelaporan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan madrasah.
  • e. Memberikan jawaban atas berbagai pertanyaan teknis yang sering muncul dalam pelaksanaan Matamuda.

Sumber: Buku Panduan Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) TP 2026 – 2027 RA-MI-MTS-MA


Untuk mengetahui lebih detail inovasi madrasah, silahkan buka Strategi Pengembangan Madrasah di Era Digital.


Madrasah yunandra
Kelas Online Pengawas Madrasah

Lainya


Artikel Terbaru

Ingin Meningkatkan Kompetensi
Secara Mandiri
,

Silahkan belajar
di madrasahyunandra.com
Buka